Daya Ungkit Jenius Lokal

Posted on March 31st, 2015

“All of life is education and everybody is a teacher and everybody is forever a pupil.” (Abraham Maslow)

SEBUAH PESAN PENDEK masuk dari Komunitas Sukses Mulia (KSM), yang mengundang saya untuk hadir dalam acara silaturahmi sambil mendiskusikan keterlibatan sebagai Coach dalam Program Jenius Lokal Batch 1. Komunitas yang bernama KSM saya tahu. Siapa sih yang ngga kenal Pak Jamil Azzaini salah satu nahkoda KSM? Lalu apa itu Jenius Lokal? Sering juga kita dengar dan baca di koran istilah itu. Tapi apa yang mereka  harapkan dari saya?? Saya tidak ingin hanya sekedar diskusi tapi suatu tindak nyata, apalagi kalau bisa dilakukan bersama.

Jenius Lokal

Agar bisa punya pemahaman yang sama dengan pembaca, sedikit saya ceritakan apa itu Program Jenius Lokal:

  • Jenius Lokal adalah Program Pemberdayaan Talenta Daerah yang bertujuan mendayagunakan kekuatan Kearifan Lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
  • Program ini adalah satu bentuk aktivitas Daya Ungkit Strategis yang dilakukan oleh Komunitas Sukses Mulia (KSM).

Pada Batch I,  KSM telah melatih 39 pembaharu yang terseleksi dari berbagai daerah di Indonesia. 10 diantaranya terpilih mengikuti program lanjutan untuk mengembangkan proyek yang sudah mereka inisiasi.

Proyek Jenius Lokal yang terpilih akan mendapatkan dukungan training, mentoring dan coaching selama 1 tahun bersama para expert nasional dan internasional serta peluang akses dan pendanaan.

Melalui program jenius lokal diharapkan bisa melahirkan pembaharu-pembaharu daerah dengan kemampuan inovasi sosial, kewirausahaan sosial, dan pemberdayaan masyarakat dalam mengangkat harkat dan derajad bangsa, mengembalikan takdir Indonesia sebagai bangsa yang besar.

Satu di atara 10 pembaharu yang terpilih, akan saya dampingi melalui program COACHING.

Di Balik Profil yang Sederhana

Lulusan Sebuah Universitas di Jakarta ini berpenampilan sederhana. Kuliahnya dijalankan sambil ngajar. Saat itu, di depan matanya dia menyaksikan anak-anak yang baru lulus SMP dinikahkan oleh orang tuanya. Bisa dibayangkan kehidupan mereka, yang akhirnya tinggal bersama di rumah orang tuanya. Kondisi mereka ini yang menyentuh seorang gadis bernama Sukmariah.

Dia tidak saja tersentuh. Dia mulai mengambil langkah. Bersama pelatih yang bisa digalang, dia memberikan pelatihan gratis untuk inisiatif yang sedang dia bangun. Dia membentuk sebuah gerakan sosial yang diberi nama: Gerakan SUKSES (Sahabat Usaha Kecil Segera Sukses), Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Fakir Miskin. Dari nama itu sendiri kita bisa menebak apa yang ingin dilakukan seorang Sukmariah: Lari cepat karena yang mau disentuh sangat banyak.

Saat saya berkunjung untuk memulai program COACHING, manfaat Gerakan SUKSES telah dirasakan sekitar 130 pengusaha Mikro dan 233 fakir miskin melalui pelatihan gratis. Tidak heran kalau tahun 2013 Sukmariah mendapat penghargaan Danamon Social Enterpreneur Awards pilihan favorit masyarakat, dan mendapat julukan Srikandi Koperasi yang berfokus pada memberdayakan fakir miskin.

Apa Peran Seorang Coach?

Saya belum pernah ketemu Sukmariah sebelumnya, tapi dari nada telpon ketika kami janjian untuk bertemu, terasa benar antusiasmenya. Saat itu saya ingat pesan orang-orang tua yang bijak: “People like people who are like themselves”.

Pertemuan pertama ini sangat ditentukan oleh bagaimana membangun trust di awal. Dia harus bisa merasakan bahwa kehadiranku adalah demi menunjang ambisi dia untuk sukses bersama usaha kecil yang sedang dia bina. Peran utama saya di sana hanya dua: “mengajukan pertanyaan jitu, dan mendengarkan sepenuh hati dan penuh respek padanya” sampai Sukmariah menemukan sendiri berbagai langkah yang perlu dia ambil.

Proses ini menjadi lancar ketika Sukmariah yang saat itu didampingi suaminya, mengetahui bahwa saya juga berasal dari keluarga miskin di desa, yang juga berjuang keras untuk bisa meraih kehidupan yang lebih baik. Kehadiran saya di sana, di Balaraja Tangerang,  adalah dalam konteks Value yang sama: “Memenuhi panggilan untuk melayani orang-orang yang sedang membutuhkan.”

Foto berikut memperlihatkan sesi coaching sambil lesehan, dan penyerahan komitmen atau janji follow-up oleh Sukmariah.

Sukmariah_Program Jenius Lokal KSM

Dari sesi pendek ini Sukmariah bisa lebih sadar akan MAKNA (Meaning) bagi kehidupannya sendiri, dan bisa merancang sendiri tindak lanjut paling tidak dalam setahun ke depan. Dari usaha konveksi, memberikan pelatihan dan mengaktifkan 8 kelompok di samping 7 kelompok yang sudah mulai (masing-masingnya 10 orang) sudah bisa memberi manfaat bagi 150 orang.

Sementara dari 10 kelompok usaha ternak lele bisa memberikan manfaat bagi 100 orang. Bila satu keluarga isinya lima orang, maka secara kolektif di akhir setahun ini ada 1.250 jiwa yang disentuh oleh Sukmariah. Belum lagi  tentang program SUKSES lainnya.

Target jangka panjangnya adalah menyentuh 32.000 orang, meliputi 29 kecamatan, 167 desa. Sebuah program yang terlihat ambisius, nampaknya seperti  mustahil, tapi dengan pendekatan ala Jenius Lokal, hal itu akan BISA dilaksanakan.

Kami sempatkan juga untuk berkunjung ke lokasi Usaha Pembibitan Lele dan menemui Pak Jejen (dengan sarung). Dengan lancarnya dia menceritakan semua seluk beluk usaha tersebut, yang sehari-hari bisa dia awasi dari belakang rumahnya sendiri.

Usaha Lele Program Jenius Lokal

Pak Jejen memang orang setempat, bisa diajak maju oleh seorang pembaharu yang namanya Sukmariah, memanfaatkan lahan sendiri yang nganggur, dilatih untuk memulai usaha lele, dan Pak Jejen sudah bisa melihat manfaatnya untuk mengangkat harkat hidup keluarganya dan keluarga anggota kelompoknya.

Itulah cara kerja sederhana dari Program Jenius Lokal, Program Pemberdayaan Talenta Daerah yang bertujuan mendayagunakan kekuatan Kearifan Lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Semoga langkah Sukmariah ini akan segera melahirkan pembaharu-pembaharu lebih banyak lagi, demi masyarakat sejahtera, karena mereka percaya bahwa mereka BISA.

“If you think you can, you can. If you think you can’t, you’re right.” (Mary Kay Ash)

NB: Karena Hari Jumat, 3 April 2015 adalah Hari Libur, maka tidak ada posting baru di blog ini.

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life