Posted on September 21st, 2012
“Experience teaches only the teachable” (Aldous Huxley)
WISUDA merupakan moment yang ditunggu-tunggu. Sebuah tugas dalam kehidupan ini sudah dituntaskan. Sepotong sertifikat menjadi bukti, perjalanan pendidikan sudah usai.
Tapi ini bukan merupakan akhir segalanya, karena moment itu sekaligus menjadi awal dari sebuah perjalanan untuk mengimplementasikan apa yang dipelajari sejauh itu. Gembira? Tentu.
Siap untuk bekerja? Belum tentu.
Cemas? Barangkali.
Saat saya menulis artikel ini, istri saya kedatangan teman SMA-nya dari Lampung, dan menginap di rumah. Salah satunya bercerita tentang anaknya yang usai sekolah dokter, ditanya ibunya, mengapa tidak mulai melamar pekerjaan?
Jawabnya pendek: Pengen istirahat dulu.
Minggu sebelumnya, putri saya yang masih kuliah, mewawancarai seorang pengusaha (sebagai bagian dari proyek kerjanya), mendapatkan cerita kalau anak pengusaha itu, setelah lulus lalu berkeliling Indonesia menggunakan Kapal Phinisi, dan baru kembali ke rumah setelah tujuh bulan. Dia menikmati masa 7 bulan tersebut, tanpa cemas untuk kerja apa sesudahnya.
Dua contoh di atas memang tidak mewakili para lulusan, karena masih banyak yang justru sibuk mencari kerja setelah atau bahkan menjelang lulus.
Menjembatani Dunia Usaha
Banyak teori yang sudah menjadi pegangan para mahasiswa. Studi kasus dari praktisi yang diundang untuk menjadi dosen tamu, cukup menjadi bekal tambahan untuk lulusan terjun ke masyarakat.
Sudah cukupkah itu??
Menjawab pertanyaan tersebut, British Council menggandeng ImpactFactory, mengundang perusahaan-perusahaan untuk ambil bagian dalam Young Game Changer Indonesia, dalam rangka pembekalan mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja.
Tema yang dipilih tahun ini: “Skills for Employability Challenge 2012”.
Mahasisa yang sudah diseleksi, akan disebar ke perusahaan untuk mengolah sebuah proyek dalam waktu 3 bulan. ImpactFactory dan mentor yang ditunjuk akan terus mendampingi tim-tim yang sedang bekerja bersama perusahaan yang terlibat. Melalui persaingan yang ketat, akan tampil di Grand Final 4 Tim, dan mereka akan mempresentasikan karya mereka didepan dewan juri.
Gen Z yang Memang Tampil Beda
Menyimak materi proyek, pendekatan permasalahan hingga kesimpulan dan saran-saran yang diajukan, kiranya patut membuat kita kagum. Terutama bila kita menyadari bahwa mereka belum sepenuhnya familiar dengan dunia di mana proyek mereka dikerjakan, waktu yang sangat sempit, dan juga keterbatasan pengetahuan awal tentang lika-liku industri yang mereka hadapi.
Namun semua itu tidak menjadi hambatan bagi mereka. Dan tidak kalah pentingnya, cara mereka mempresentasikan, menjual ide, sungguh brilliant, dan tidak lupa mengedepankan elemen FUN dalam proses belajar mereka.
Apa yang Sesungguhnya Mereka Pelajari
Berbincang dengan salah satu team setelah acara penghargaan tersebut di atas, mereka mengungkapkan butir-butir penting learning mereka:
Juara dan Kebanggaan
Pada akhirnya, system menghendaki hanya ada empat tim tampil sebagai juara dengan urutan 1 s/d 4. Tim di urutan teratas tentu sangat bangga dengan hasil kerja mereka. Namun tim di urutan 2-4 juga bangga telah terpilih melalui seleksi ketat untuk bisa tampil di pentas untuk mempresentasikan hasil kerja mereka.
Foto di atas memperlihatkan informasi tentang program (atas), para juri (tengah) dan semua peserta program bersama mentornya (bawah).
Mereka semua mendapatkan kesempatan untuk belajar apa yang tidak dipelajari di Perguruan Tinggi. Dan yang paling penting juga adalah gambaran tentang dunia kerja bisa memberikan mereka peluang untuk mempersiapkan diri untuk bekerja bila telah lulus nanti.
Congratulation kepada para juara, dan kagum saya akan semangat belajar dari semua peserta!!!
“The purpose of life is to live it, to taste experience to the utmost, to reach out eagerly and without fear for newer and richer experience.”
(Eleanor Roosevelt)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
Mengenal cara belajar dari lintas generasi memang sangat menarik….sehingga walaupun lintas generasi kita dapat bersinergi.. Tetap Semangattt untuk belajar..sipp!!
Terima kasih Erlina, sungguh mengagumkan kalau kita mengerti Generasi yang berbeda-beda. Salam – Josef
mantaappp……….
Terima kasih Didi, keep in touch