Posted on October 25th, 2024
“You are the average of the five people you spend the most time with.” (Jim Rohn)
PRIBADI YANG SEMAKIN BAIK dan bermakna bagi banyak orang. Makna dari pernyataan Jim Rohn diatas, ingin menjelaskan bahwa orang-orang yang berada disekitarmu, dimana kita meluangkan banyak waktu bersama, turut menentukan apakah kita akan menjadi lebih baik atau sebaliknya. Terkadang kita tidak memilih. Universe punya cara sendiri untuk menarik orang-orang yang mempunyai kepribadian tertentu, yang kita perlukan agar mendekat dan berkolaborasi dalam menapaki hidup kedepan bersama.
Timbal Balik
Pernyataan di awal tulisan ini seakan ada manfaat hanya untuk diri kita sendiri yang didapat dari kehadiran lima orang lainnya. Tentu saja ini sifatnya timbal balik, ada mutual benefit untuk semuanya. Ini berarti kita sendiri juga bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan orang lain. Bila masing-masing kita secara sadar membangun mindset seperti itu, maka kita tidak saja saling mempengaruhi antar lima orang, tapi akan bisa lebih luas lagi. Bila masing-masing dari lima orang itu menarik lima orang lain lagi, maka efek ganda akan terus bergulir.
Pertanyaan refleksi yang bisa kita ajukan: Pribadi seperti apa yang ingin anda pelajari dari orang yang dekat denganmu? Siapakah orang-orang yang memiliki kepribadian seperti itu sebagai sumber inspirasimu? Dimana anda menemukan mereka?
Mereka merupakan pribadi atau yang hasil kerjanya menginspirasimu. Mereka bisa saja orang ternama seperti Albert Einstein, atau justru orang biasa yang karyanya menyentuh dan menginspirasi.
Dalam suasana hening di Learning Center Cibodas, bersama team kami membuat acara untuk bisa saling mengenal lebih dalam lagi, agar dengan demikian kita semakin sadar kontribusi apa yang bisa saya berikan kepada anggota tim demi pengembangannya. Juga apa yang bisa saya harapkan dari masing-masing anggota tim. Simak ceritanya di buku MEMANUSIAKAN MANUSIA, Seni Mengangkat Harkat Karyawan Sebagai Manusia, bab 5.4.

Tak Ada Yang Sempurna
Pernyataan diawal tulisan ini juga bisa dimaknai terlalu sederhana. Carilah lima orang baik-baik, berteman dengan mereka dan anda akan juga menjadi baik-baik. Menurut saya, bukan demikain cara kerja universe dalam mempersiapkan kita untuk bisa terus berkembang. Ada yang pernah menyampaikan cerita ini (saya lupa siapa):
“Saya punya dua sahabat dalam perjalanan kedepan. Sahabat pertama orang yang baik dan sahabat kedua tidak baik sifatnya. Saya akan belajar dari sahabat pertama yang baik, menyerap semua kebaikannya untuk saya berdayakan agar terus berkembang. Sementara itu, saya akan mencermati sifat buruk dari sahabat kedua dan belajar untuk tidak melakukannya atau menghindari perilaku buruk yang dipunyai sahabat kedua. Namun, karena kami harus berjalan bersama dalam waktu yang kita tidak tahu berapa lamanya, maka saya akan berusaha bersama dengan teman yang pertama untuk mempengaruhi sahabat yang kedua untuk setidaknya mengurangi perilaku negatifnya.”
Sebagai manusia, tak ada yang sempurna. Masing-masing kita ada kelebihan dan kekurangan. Artinya dalam tim lima itu, masing-masing kita punya kelebihan dan kekurangan. Selanjutnya, dalam berusaha untuk terus maju dan berkembang, kita harus bisa mengenali semua kekurangan dan kelebihan tim, dan cermat dalam menyimak, menyaring dan memberdayakan apa yang bisa dijadikan pembelajaran diri atau pembelajaran bersama.
Dimana Kelima Orang Tersebut
Angka tersebut tidak mutlak harus lima, bisa lebih bisa kurang. Tapi dimanakah mereka? Apakah mereka orang yang sama sepanjang perjalanan hidup dan karier kita? Tentu saja tidak. Kita membutuhkan orang dengan karakteristik yang berbeda pada waktu dan kesempatan yang berbeda. Kita sendiri hendaknya juga secara proaktif untuk mencermati manusia seperti apa yang kita butuhkan, dan dimana menemukannya. Bila jelas siapa mereka, kita bisa meningkatkan intensitas komunikasi dengan mereka, baik secara tatap muka, atau melalui sarana lain seperti telepon, WA atau lainnya.
Namun seperti yang saya sampaikan diatas, mereka tidak harus manusia yang secara fisik hadir menemani kita. Mereka bisa juga merupakan pribadi yang hasil kerjanya menginspirasi kita: melalui tulisan di buku atau website, mendengar paparannya di seminar/webinar atau di YouTube.
Invisible Five
Bila yang menginspirasimu adalah karya orang lain, kita mungkin tidak atau belum sempat bertatap muka dengan mereka. Saya sendiri banyak terinspirasi dari tokoh seperti Dale Carnegie, Stephen Covey, John Maxwell, Dave Ulrich, Paulo Coelho, Robin Sharma. Apakah saya pernah bertemu dengan mereka? Hanya satu, Dave Ulrich. Tapi saya suka membaca buku-buku tulisan mereka, dan banyak belajar dari sana. Tentu saja semakin banyak saya lungkan waktu untuk memahami pemikiran mereka melalui tulisan itu, saya akan mendapatkan banyak inspirasi untuk saya bawa dalam kehidupan sehari-hari, serta membaginya kepada mereka yang membutuhkannya.
Menarik untuk saya kedepankan sebuah praktek yang dilakukan oleh Napoleon Hill dalam membangun komunikasi melalui cara visualisasi. Di situasi dan tempat yang tenang, bayangkan orang-orang yang ingin anda kontak. Secara mental, ajukan pertanyaan kepada mereka, konsul, minta saran, dan simak apa jawaban mereka. Napoleon Hill menulis dalam bukunya Think and Grow Rich bahwa setiap malam, sebelum tidur, dia menyelenggarakan imaginary council meeting dengan “invisible counselors.” Dia mulai dengan sekelompok 9 orang, dan bisa di perbanyak jadi 50 orang. Orang yang diundang termasuk: Darwin, Einstein, Aristotle, Confucius, and Socrates. Melalui nightly council meetings seperti ini, dia mengaku telah mendapat inspirasi, pengetahuan dan ide2 gemilang yang membuat dirinya sukses.
Itu merupakan praktek Napoleon Hill. Kita bisa mulai dengan menyimak berbagai tulisan menginspirasi dari orang terkenal di bidang yang ingin kita gali. Buka diri setiap hari karena sumber-sumber inspirasi akan hadir dihadapan kita, terkadang tak kita sadari. Semoga kita bisa menjadi pribadi lebih baik dari waktu ke waktu, tapi juga membuat orang lain, termasuk lingkaran lima, untuk juga menjadi lebih baik dan sukses dari waktu ke waktu.
“Tell me with whom you associate, and I will tell you who you are.” (Johann Wolfgang von Goethe)
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Randy:
15 years ago, your storytelling inspired me to join HR. Your trust to choose me as a future leader made me...
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....