Menuju Masyarakat Idaman

Posted on July 3rd, 2015

“If you believe in what you are doing, then let nothing hold you up in your work. Much of the best work of the world has been done against seeming impossibilities.” (Dale Carnegie)

INILAH SEPENGGAL LAGU yang berjudul Jalan SuksesMulia, yang dinyanyikan oleh semua peserta yang hadir dalam forum SuksesMulia Leadership Summit 2015, Pelatihan Nasional kepemimpinan para Penggerak Masyarakat.

Ku kira aku bahagia

T’la kumiliki seisi dunia

Ternyata ada yang terlupa

Nuraniku tak terjaga

Refleksi penuh kerendahan hati. Tapi lagu itu dinyanyikan penuh kegembiraan, dengan berbagai gerak kebahagiaan. Namun di tengah kebahagiaan itu, ada rasa yang mencuat bahwa masih banyak yang membutuhkan perhatian di sekitar kita.

Dan para penggerak tersebut dengan penuh penghayatan membulatkan tekad untuk melirik berbagai kesempatan untuk melangkah, berbuat nyata, dari lingkungan mereka sendiri, menuju Indonesia yang lebih baik. Saya diundang hadir untuk turut bersilaturahmi di antara para Penggerak yang disebut Talent Jenius Lokal dan para Coaches yang mendampingi.

foto1

Tidak gentar walau hidupnya belum berkecukupan

“Mereka semua hadir hari ini, dari berbagai pelosok tanah air, dengan biaya sendiri,” ujar Pak Jamil Azzaini, Trainer sekaligus Inspirator Komunitas SuksesMulia

Hari itu 10 TalentJenius Lokal hadir, ada yang datang bersama timnya. Beberapa bulan lalu mereka terpilih untuk mengikuti Program Pemberdayaan Talenta Daerah yang bertujuan mendayagunakan kekuatan Kearifan Lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sebut saja contoh David yang telah menggerakan 140 petani melalui usaha budi daya cacing tanah di Desa Klampokarum Lumajang; atau Sukmariah dengan gerakan SUKSES (Sahabat Usaha kecil Segera Sejahtera) yang berambisi menyentuh 32.000 orang miskin di 167 desa.

Dalam mendampingi Sukmariah, saya bisa menyaksikan secara langsung sepak terjangnya di daerah Balaraja, Tangerang, bertemu dengan orang-orang yang dia bina bersama hasil kerja mereka. Tidak sedikit media tulis dan TV yang sudah menampilkan program kerja mereka.

Mereka umumnya mulai dengan sebuah tekad, dan dengan modal apa adanya. Mereka tidak menunggu dana besar untuk memulai. Mereka tidak meminta prasarana untuk bisa melangkah. Dan ketika mendengar paparan singkat mereka pada pertemuan ini, kita pun hampir tidak percaya bahwa semuanya itu terjadi.

Bahkan Pak Farid, salah satu founder-nya berujar, “Program ini akan menciptakan ruangan bagi orang lain. Akan tercipta kekuatan sosial dengan dampak yang dasyat, kalau bisa berjalan bersama-sama.”

Foto atas Sukmariah memaparkan programnya dilengkapi dengan tanggapan saya tentang fungsi Coach. Foto bawah, Talent Jenius Lokal bersama Coaches yang mendampingi.

foto2

Yang nampak MUSTAHIL ternyata MUNGKIN

Orang bisa saja tergoda untuk bertanya: “Dengan Sepuluh Penggerak, kapan cita-cita bisa dicapai?” Program Jenius Lokal akan terus melatih pembaharu-pembaharu lainnya, sambil menseleksi mereka untuk bisa dijadikan Talent Lokal Jenius. Para Talent Lokal Jenius ini akan diberikan dukungan training, akses pada expert local ataupun internasional, dan juga diberikan seorang Coach Pendamping selama setahun.

“Bila momentum gerakan ini dijaga secara konsisten, maka diharapkan program ini bisa melahirkan pembaharu-pembaharu daerah dengan kemampuan inovasi sosial demi pemberdayaan masyarakat, dan akan tiba saatnya tercapai “the tipping point”, dimana perubahan akan bergulir dengan sendirinya,” papar Pak Indrawan Nugroho, pencetus ide gerakan ini.

Merekapun tidak sendirian. Para penggerak Jenius Lokal sebetulnya punya modal yang sudah ada di tengah masyarakat. Warisan nilai-nilai luhur dari nenek moyang kita, yang masih ada, sebut saja gotong royong atau musyawarah untuk mufakat.

Walau mulai jarang terdengar, masih bisa digali, dipupuk dan diperkuat, dijalankan, dan jadikan contoh oleh para penggerak ini. Mudah-mudahan niat mulia ini disambut baik oleh alam semesta, dan langkah positif ini senantiasa diberkati oleh Allah yang Maha Rahim.

“There is only one thing which makes a dream impossible to achieve; the fear of failure.” (Paulo Coelho)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET