Roti Krismon

Posted on January 27th, 2012

KRISIS menerpa banyak perusahaan di tahun 1997-1998. Situasinya benar-benar tidak menentu. Banyak perusahaan yang harus mengurangi karyawan, atau meminta sebagian karyawannya untuk tinggal sementara di rumah sampai situasi membaik.

Perusahaan kamipun tidak luput dari situasi seperti itu. Banyak langkah yang diambil untuk bisa menyelamatkan perusahaan.
Di bidang SDM, keputusan yang diambil antara lain, pertama, recruitment management trainee akan diteruskan selama krisis, karena mereka akan menjadi calon pimpinan masa depan, dan bukannya untuk mengisi kekosongan saat ini. Kedua, perusahaan tidak mengurangi karyawan selama krisis (kecuali dengan alasan performance), karena dalam krisis, justru karyawan dibutuhkan. Dan yang terpenting, karyawan-karyawan tersebut akan siap untuk lari pada waktu keluar dari situasi krisis.

Ini merupakan keputusan yang sangat berani, tetapi terbukti sangat tepat.

Kisah ini dan analisa lengkap lainnya ada dalam dokumen perusahaan yang di-share kepada banyak kalangan yang mau belajar dari sukses perusahaan selama krisis. Tapi ada satu program yang diluncurkan pada waktu itu yang sayang kalau tidak didokumentasikan, paling tidak dalam blog ini. Nama program itu adalah SOFI, Smart Oportunity For Improvement.

Setiap karyawan diminta untuk mengirimkan melalui email ide apa saja, baik besar maupun yang kecil demi membantu perusahaan yang sedang mengalami kesulitan. Banyak ide-ide yang bermunculan seperti misalnya foto copy bolak balik, matikan lampu kalau keluar ruangan cukup lama, gunakan amplop bekas, baca email di layar komputer dan jangan dicetak, dll.

Pada kesempatan ini, saya hanya ingin menyajikan satu saja ide kecil dari SOFI, tapi kreatif dari seorang karyawan.

Menurut karyawan tersebut, unit bakery kita sedang tidak banyak kegiatan selama krisis berlangsung, namun demikian fixed cost-nya tetap ada. Dia mengusulkan agar perusahaan membeli bahan untuk membuat roti/kue, meminta karyawan di bakery unit untuk membuat roti/kue dan menjualnya kembali kepada karyawan dengan harga bahan baku.

Jadi setiap sore ada yang mengirimkan daftar roti/kue yang akan dibuat besok pagi. Bagi karyawan yang mau memesan, silahkan mengisi daftar yang sudah tersedia.

Begitulah selama krisis berlangsung, karyawan kami dapat membeli roti murah yang mereka beri nama Roti Krismon (krismon = krisis moneter). Roti krismon ini bisa mereka gunakan untuk sarapan di kantor atau dibawa pulang untuk keluarga.

Sungguh sebuah ide yang sederhana, kreatif, tapi bisa membuat banyak karyawan merasakan betapa besar nilai perhatian perusahaan pada karyawannya. (*)

Bookmark and Share

6 Responses to Roti Krismon

  1. erlina says:

    Sipp….sipp….ide yg simple tapi berdampak besar… 🙂

  2. Urusan makan memang tidak akan pernah mati. Ide menjual roti bikinan sendiri di kantor itu bagus sekali. 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Vicky. Kehadiran roti di saat yang tepat, datangnya dari usaha sepenuh hati, memberikan nilai tambah atas kepedulian perusahaan yang dirasakan karyawan. Terima kasih Vicky telah berkunjung ke blog ini.

  3. Fanny Bataona says:

    ide yang muncul di saat yang sulit…
    siapa sangka hasilnya simbiosis mutualisme….

    hidup creativity….!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Dewi, setuju sekali di rumahpun kita bisa rancang liburan yang menyenangkan. Butir yang tidak...

dewi:
Tidak semua liburan seharusnya keluar dan mengunjungi salah satu tempat wisata… terkadang dengan d rumah...

josef:
Terima kasih Mudji atas pertanyaannya: 1) Pembelajaran yang dimaksud tidak harus yang besar. Mis. Dalam...

Mudji:
Saat pertama Bpk baru buka blog ini di Nop 2011, terus terang saya suprise banget dgn moto Bpk yg berat ini +...

josef:
Terima kasih mba Meisia, batuknya sudah hilang berkat resep tradisional


Recent Post

  • Komitmen Belajar dan Berbagi
  • Start-up Mentality
  • Transformer Center: School of Life
  • Melayani dengan Coaching
  • Terus Belajar dan Berkembang
  • Agar Sehat dan FIT
  • Evaluasi Leadership Program
  • Kesalahan BESAR Seorang Pemimpin
  • Memaknai Pesan Alam Semesta
  • Waiting Time is Learning Moment