Siapa yang Menangis Kalau Engkau Pergi?

Posted on May 8th, 2012

Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang.

Ungkapan sederhana yang menempel di kepala kita semua. Maknanya yang dalam pun kita pahami. Tapi sudahkah kita berusaha agar kepergian kita meninggalkan yang positif?

Dari berbagai sumber: baik cerita karyawan, pesan-pesan dalam pidato perpisahaan, ngobrol ringan di tengah karyawan, ada beberapa kata yang saya petik, yang bisa menggambarkan siapa itu Stanley Atmadja, CEO Adira Finance: figure ayah, tulus, peduli, perhatian, kalau BB pasti dijawab, luangkan waktu, mengayomi, konsisten kata dan perbuatan, membuat saya sukses, kami di daerahpun merasakan kebapakannya, mengajak bersama untuk sukses, membawa perusahaan ke tingkat sukses.

Semua ungkapan ini bukan sekedar basa basih karena Pak Stanley ini mau pensiun. Ini terungkap di berbagai forum, bahkan jauh sebelum dia pergi, dan konsisten dari pusat sampai daerah, dari level atas sampai bawah.

Hadir dalam acara perpisahan di Denpasar, bersama karyawan Bali dan Nusa Tenggara, Pak Stanley sharing kepada kami, ini adalah acara perpisahaan yang ke-enam jadi saya sudah siap mental untuk tidak mengeluarkan air mata.


Semua acara dirangkai oleh karyawan, dibawakan oleh karyawan untuk seorang bapak yang sebentar lagi purna bakti. Merasa belum cukup dengan kata-kata di video, mereka tampil lagi untuk bicara sharing secara langsung, diselingi hiburan home-band.

Tibalah saatnya seorang karyawan dari Lombok, tampil mewakili teman-temannya membacakan “Surat untuk Ayah” sebuah ekspresi yang dibawakan secara sempurna, mengikuti alur emosi yang terus bergejolak, intonasi dan lafal yang jelas agar semua yang mendengarkan ikut merasakan, betapa mereka mencintai ayah mereka. Berikut ini petikan lengkap surat tersebut:


Pak Stanley pun tidak kuasa menahan air mata, yang terus mengalir, dan hening seluruh ball-room untuk meresapi isi surat ini. Karyawan Adira Finance di wilayah Bali dan Nusa Tenggara menangis mengiringi kepergian seorang ayah.

Dan benar isi surat diatas:

“Biarkan air mata ini jatuh sesukanya….. biarkan dia mengalir, karena air mata tak berarti sedih, air mata tak selalu berduka, air mata adalah lambang bahagianya hati, biarkan dia menemani kita hari ini…. Biarkan ayah… karena dia memang hadir untuk sebuah perpisahan….”

Bookmark and Share

14 Responses to Siapa yang Menangis Kalau Engkau Pergi?

  1. Octavianus Budi Hartono says:

    Pak Stanley merupakan salah satu contoh leader sejati. Dia dapat menginspirasi karyawannya untuk memberikan yang terbaik. Dan dengan begitu banyak yang menangisi kepergiannya membuktikan hal tersebut. Kebetulan saya pernah bertemu dengan beliau dan beliau adalah pemimpin yang karismatik. Sesungguhnya ada contoh lain juga yang ditunjukkan dengan hal yang serupa yaitu kemarin ketika Pak Willy Suwandi Dharma adalah hari terakhir di Adira Insurance yang akan menggantikan Pak Stanley. Seluruh karyawan menangisi kepergiannya hingga seluruh karyawan serempak status di BB nya menangisi kepergian beliau dan berterima kasih atas segala pelajaran yang telah diberikan beliau kepada mereka. Dua pemimpin di atas adalah teladan bagi kita semua. Selamat Jalan Pak Stanley dan selamat mengemban tugas baru Pak Willy.

    Bukan berapa banyak orang yang bersama kita ketika kita ada yang penting tapi berapa banyak orang yang menangisi kepergian kita yang menunjukkan apakah hidup kita sudah berarti karena kita hidup tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi untuk memberikan impact positif bagi hidup orang lain juga.

    Nice artikel.

    • josef josef says:

      Terima kasih telah manambahkan cerita ini. Sungguh banyak sisi kehidupan beliau yg bisa diangkat. Dan berbahagialah mereka yg punya kesempatan bersama dia dalam dua dekade kepemimpinannya.

  2. Ong Tek Tjan says:

    Saya mendengar cerita positif dari teman2 Adira yang bekerjasama dengan tim kami di Danamon. Beliau merupakan seorang leader yang inspiratif dan menyukai ide2 baru serta dekat dengan para bawahan. Kultur budaya kerja di Adira yang membawa udara kekeluargaan yang positif pasti tercipta dari lead by example yang kuat dari ybs.

    • josef josef says:

      Terima kasih Ong telah mengunjungi blog ini. Dia bukan saja leader, tapi berhasil creating other leaders, dan bersama-sama membangun budaya di perusahaan seperti yang kita kenal saat ini. Dia pergi meninggalkan banyak karyanya yang akan tetap dikenang karyawannya. Saya akan hadirkan di blog ini cerita baru setiap selasa dan jumat pagi jam 08:00

  3. insan anshari says:

    Pak josef luar biasa bisa berbagi di blog ini..saya jadi merenung dgn judul bapak.. Benar pak seberapa banyak orang akan menagisi kita kalau kita pergi ?? Atau malah sebaliknya malah orang akan seneng kalo kita nga ada… Saya 16 tahun bekerja dgn pak SA.. Banyak hal yang kami rasakan dari cara kepemimpinan beliau hingga Adira menjadi besar…. Role model kepemimpinan yang baik dan inspiratif.. Yang harus di share kepada banyak orang di negeri ini..

    • josef josef says:

      Dear Ansari, kalian sangat beruntung bisa belajar langsung dari pak SA. Tugas kita sekarang, bagaimana membagi pengalaman tersebut kepada orang lain. Salah satu cara adalah membagi cerita blog ini kepada teman2mu. Berikan mereka link ke blog ini, karena hadirnya blog ini juga untuk berbagi. Saya akan hadirkan cerita baru di blog ini setiap selasa dan jumat pagi sekitar jam 08:00. Terima kasih telah mengunjungi blog ini

  4. dayurifanto says:

    Terus terang kagum dan sedih, kagum karena ternyata sosok “ideal” leader ada,melalui sosok Pak JA ini, sedih karena jika membandingkan dengan kapasitas yang disebut leader ditempat saya yang dahulu.
    sangat menginspirasi pak, terimakasih.
    salam kenal

    • josef josef says:

      Terima kasih Dayurifanto atas komentnya. Berita ini mestinya menggembirakan karena masih ada leader yang bisa jadi panutan. Yang kedua pesan ini untuk kita semua, untuk menginvestasikan kehidupan positif di linkungan manapun kita berada. Bersyukur bahwa kita masih punya kesempatan untuk itu. Salam kenal

  5. YUDHIE HALIM says:

    Buat kami di Adira, pak SA, merupakan ‘roh’ nya Adira Finance. Untuk pak Willy kami akan suppor meraih SUKSES2 berikutnya, jadi ‘Semangat Baru’ kami.

    • josef josef says:

      Hi Yudhie, budaya yang telah dibangun pak SA bersama karyawannya telah memberikan dasar yang kuat untuk meneruskan perjalanan Adira. Dan saya sangat yakin, di tangan pak Willy, seluruh karyawan akan bergandengan tangan untuk terus meraih sukses. Pak SA telah pergi, dan dia akan gembira bila menyaksikan Adira terus maju. Terima kasih Yudhie atas kunjungannya ke blog ini dan komentarnya. Silahkan juga simak posting selanjutnya, yang hadir tiap selasa dan jumat pagi

  6. Sepertinya saya masih perlu banyak belajar dalam mengayomi anak uah agar tidak terkesan ‘bossy’ Kutipan di atas cukup mengispirasi saya untuk berubah menjadi lebih bijaksana. Terima kasih Pak Josef sudah mengundang saya ke website Bapak.

    • josef josef says:

      Terima kasih Abdul Kadir atas kunjungannya ke blog ini. Saya juga gembira bahwa tulisan di blog ini bisa memberikan manfaat. Ikuti terus tulisan2 baru yang hadir tiap Selasa dan Jumat pagi sekitar jam 08:00

  7. Grace Maulidia says:

    Hai pak jos, saya CHRP20 yg hari ini baru buka blog bpk. Saya baca blog bpk ttg cerita ini, dimbl otw pulang kermh. Air mata jatuh berguguran seiring saya membaca surat dari adira Bali Dari awal sampai akhir. Suami yg duduk disebelah saya sampai bingung & bertanya-tanya, kenapa saya menangis & sedang membaca apa sehingga harus mengambil beberapa tissue. Very inspiring story. Love to read your more story.

    • josef josef says:

      Dear Grace, saya turut bergembira bahwa kisah di blog ini memberikan manfaat buat yang membacanya. Ikuti terus berbagai kisa di blog ini yang akan hadirkan cerita baru setiap selasa dan jumat pagi. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan