Posted on November 3rd, 2017
“Your mind is programmable – if you’re not programming your mind, someone else will program it for you.” (Jeremy Hammond)
MIRACLE! Kehadiran anak-anak ini dari seluruh pelosok tanah air, dari berbagai suku dan agama. Mereka tinggal di asrama lengkap dengan fasilitas agama masing-masing. Syukur saya bisa berkesempatan berbagi inspirasi hidup kepada mereka, dan sayapun belajar bagaimana mereka belajar membangun hidup positif secara mandiri. Di SMA Selamat Pagi Indonesia di kota Batu Malang mereka dipersiapkan untuk menapaki hidup secara mandiri, sesuai talenta masing-masing.
Mujizat
Begitu bertemu anak-anak, mereka mengucapkan selamat pagi (walau sudah malam sekalipun) sambil mencium tangan kita. Berbagai kutipan menginspirasi ditemukan entah di dinding, atau di tangga. Mereka membangun mimpi, tapi juga belajar mengambil langkah nyata untuk meraih mimpi. Lihat saja salah satu aula ini, yang perlengkapannya dibuat dari kayu bekas, bambu, tong bekas, ban bekas dan lain-lain. Juga berbagai karya tangan kreatif yang layak dijadikan souvenir.

Potongan-potongan kayu mereka sulap menjadi penutup dinding dan langit-langit atau batang besi bekas dibuat kursi dan meja makan, semuanya memberikan nuansa restoran hotel berbintang. Dan tentu saja menu makan malam kami adalah kreasi anak-anak SMA, yang talenta mereka sedang dikembangkan untuk food & beverage.

Asrama ini dijadikan seperti rumah sendiri, yang dikelola secara mandiri oleh semua siswa SMA. Mereka masak untuk kebutuhan sendiri, mengurus kebersihan rumah tangga. Mereka juga mengelola penginapan semi hotel, restoran untuk umum, membuat dan menjual berbagai souvenir, makanan untuk oleh-oleh yang bisa menjadi sumber pendapatan.
Perusahaan-perusahaan yang menyelenggarakan training di sana, akan diatur oleh tim terdiri dari anak-anak SMA yang sudah diajarkan untuk mengorganisir event.
Pentas Profesional
Usai makan malam, kami diajak untuk menyaksikan sebuah pentas, dengan penataan panggung, lighting, kostum dan tentu saja pementasan itu sendiri yang sangat memukau. Dan pemainnya adalah anak-anak SMA itu sendiri, di bawah bimbingan senior mereka yang sudah lulus dan terus menekuni seni pementasan.

Saya berkesempatan untuk memberikan komentar tentang pentas tersebut, berdialog dengan pemain serta menuliskan pesan:
“Pengalaman hanya beberapa saat di SMA SPI memberikan kesan yang mendalam tentang bagaimana kalian membersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Kalau kamu yakin BISA maka PASTI BISA.”

Spiritual Garden
Salah satu lahan yang menarik adalah Spiritual Garden. Di sana dibangun fasilitas musholah untuk murid yang muslim, ada tempat doa untuk Kristen Protestan, tempat doa untuk yang Katolik, tempat doa untuk yang Hindu dan juga yang Budha.
Aspek spiritual ini juga diperhatikan oleh pengurus, agar semua murid yang tinggal bersama di asrama tersebut selain belajar ilmu, pengetahuan dan juga praktek berbagai ketrampilan, mereka juga terus dibimbing untuk menjalankan kehidupan agama masing-masing. Sebuah konsep persatuan dalam keragaman yang patut diacungkan jempol.
Kesempatan Berbagi
Sebagai putra daerah, begitu mendengar bahwa anak-anak itu berasal dari pelosok Sabang hingga Merauke, saya langsung antusias untuk memenuhi permintaan mereka untuk berbagi inspirasi. Foto berikut adalah suasana saat sesi berlangsung.

Di antara mereka ada yang harus menempuh perjalanan 4 hari untuk sampai ke kampung halamannya sendiri di pedalaman Kalimantan. Sementara itu ada yang penasaran bertanya, mengapa saya yang berada pada posisi yang kelihatan mapan dan serba kecukupan, mau untuk hadir berbagi cerita kepada anak-anak desa seperti mereka. Menanggapi pertanyaan tersebut, saya jelaskan, bagiku yang dimaksud dengan mapan adalah kalau saya dapat membantu lebih banyak orang lagi untuk menemukan hidup yang lebih bermakna (meaningful life).

Malam itu, saya hadir di tengah anak-anak yang juga berasal dari desa-desa di pelosok tanah air. Saya ingin mempertebal keyakinan mereka bahwa kalau saya yang orang desa bisa sukses, maka mereka juga BISA SUKSES.
“The only lifelong, reliable motivations are those that come from within, and one of the strongest of those is the joy and pride that grow from knowing that you’ve just done something as well as you can do it.” (Lloyd Dobens)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...