Ayah Ibu sebagai Role Model

Posted on April 29th, 2016

“The best way to teach children restraint and generosity is to be a model of those qualities yourself.” (Lawrence Balter)

MULAI DI RUMAH. Anak belajar kejujuran sejak kecil, dan dimulai dari lingkungan rumah, dari orang tua, kakak/adik dan siapa saja yang berada dalam lingkungan rumah. Dia belajar bukan dari kata-kata, atau pesan, atau nasehat mereka. Dia belajar dari perilaku mereka, dan bagaimana lingkungan keluarga diciptakan untuk berkata dan bertindak jujur, dengan segala resikonya.

Banyak sekali program yang diciptakan untuk memberikan pembelajaran kepada karyawan di berbagai perusahaan tentang “Leadership” bagaimana menjadi seorang Pemimpin yang baik dan benar. Tapi tanpa sadar, kita sudah belajar Kepemimpinan sejak kecil, dari orang tua sendiri. Ada banyak dari mereka yang bisa jadi role model, bukan saja sebagai orang tua yang mendidik anak-anaknya, tapi juga sebagai seorang pimpinan keluarga yang membangun mimpi anak-anaknya serta membimbing mereka menuju tercapainya mimpi itu.

Belajar dari Orang Tua

Sebuah artikel ditulis  oleh Bernard Marr di LinkedIn, dengan judul: “What Bad Leaders Should Learn From Good Parents” tanggal 31 Maret 2016. Dia mengedepankan 10 sifat orang tua yang sejalan dengan karakteristik seorang Pemimpin yang baik, sekaligus mengajak kita semua untuk menyimak contoh nyata dari ayah dan ibu dalam perannya sebagai pemimpin dalam rumah tanga:

1. Personal power is more important than positional power

Anda bisa membayangkan pengalaman orang tua yang meneriaki anaknya karena merasa bahwa “Saya adalah ayah/Ibumu”, tentu akan merasakan apa dampaknya. Pimpinan yang karismatik dan inspiring akan lebih handal dibanding mereka yang mengandalkan kekuasaan.

2. Invest in future success

Sebagai orang tua, Anda pernah mengalami saat anak-anaknya belajar berjalan dan bicara. Orang tua senantiasa  menginvestasikan waktu dan perhatian demi sukses anak-anaknya, membimbing mereka, mengajari, membiayai pendidikan mereka. Pemimpin pun melakukan yang sama. Mereka hendaknya berasumsi bahwa karyawannya bisa belajar dan berkembang. Mereka luangkan waktu untuk mentoring dan mendukung/membantu karyawannya untuk tumbuh.

3. Take Responsibility

Orang tua adalah pemegang tanggung jawab utama, tidak ada yang lain dan tidak ada juga penanggungjawab yang lebih tinggi lagi, atau orang lain yang bisa disalahkan. Pemimpin yang handal pun akan bertanggung-jawab penuh akan segala tindakannya.

4. Value honesty and accountability

Orang tua sering mengedepankan “kejujuran” sebagai nilai utama dalam dinamika keluarga, dan sebaliknya berkata tidak benar adalah sebuah dosa. Pemimpin yang baik pun hendaknya demikian. Dia tidak akan bereaksi berlebihan bila timnya menyampaikan kabar buruk, dan juga tidak melempar kesalahan pada orang lain. Dia akan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan menghargai tanggung jawab.

5. Be the beacon of positivity

Berapa sering ayah atau ibu menenangkanmu dalam situasi sulit dengan mengatakan, “Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja.” Pemimpin yang baik pun demikian, hendaknya bisa menjadi mercu suar perilaku positif dan selalu optimis dalam situasi sesulit apapun.

6. Appreciate the little things

Orang tua punya banyak cerita tentang kejadian-kejadian kecil, barang-barang yang penuh memori, keceriaan bersama ketika bermain bersama di halaman rumah, bahkan tentang daun atau batu kerikil yang diberikan seakan sebagai hadiah kepada orang tua. Pemimpin yang baik pun ingat akan hal-hal kecil dalam keseharian. Mereka menghargai langkah-langkah/usaha kecil karyawannya, dan membuat mereka merasa dihargai.

7. Hold people to a higher standard

Ayah dan ibu menghendaki anaknya berperilaku dengan standard yang tinggi, walau teman-teman mereka berperilaku sebaliknya. Pemimpin yang baik juga demikian, menentukan standar perilaku tinggi bagi timnya, tanpa harus meniru-niru temannya yang makan siang berlama-lama, berpura-pura sakit agar bisa istirahat. Pimpinan yang baik akan membuat pemahaman ini sejelas mungkin. Anak di foto ini sedang mengamati perilaku orang tua di meja makan.

Ayah Ibu  sebagai Role Model--

 

 

8. Praise over punitives

Orang tua yang baik tidak punya kebiasaan menunjuk kesalahan anaknya dan meremekan dia. Demikian juga pemimpin yang baik selalu mengutamakan  melihat sisi positif anak buahnya untuk memberikan penghargaan, dan tidak selalu melihat sisi negatif dari anak buahnya.

9. Pursue passion

Ayah dan ibu sering mendahulukan kepentingan keluarga dan anak-anaknya. Passion mereka demi anak-anaknya, memungkinkan seluruh keluarga berfungsi baik. Pemimpin yang baik pun punya passion serupa, dan akan menciptakan budaya kerja positif yang menginspirasi setiap orang.

10. Take action and make decisions

Seperti disampaikan sebelumnya, ayah dan ibu adalah pemegang tanggung jawab tertinggi, jadi kalau mereka tidak bisa mengambil keputusan atau mengambil langkah penting, keluarga akan menderita. Pemimpin dalam organisasi pun demikian. Mereka harus bisa mengambil keputusan dan mengambil langkah atas keputusan itu. Kalau tidak, seluruh organisasi akan menderita.

Inspirasi Membentuk Dirimu

Siapapun Anda saat ini, apa perilakumu, sedikit banyaknya merupakan hasil kontribusi orang tua yang telah meletakkan landasan ketika kita masih berada dalam asuhan mereka. Sebuah berkat yang luar biasa yang hendaknya kita syukuri. Engagement mereka dengan anak-anaknya dianggap seumur hidup, walau suatu waktu anaknya sudah menikah dan punya rumah tangga sendiri, karena itu tanggung jawab untuk membesarkan anak yang bermoral dan bertanggung jawab selalu dinomor-satukan orang tua.

Semoga perilaku ayah dan ibu di atas bisa menginspirasi Pemimpin, yang dengan penuh tanggung jawab menjalankan perannya dengan tingkat integritas yang sama. Termasuk di dalamnya menyiapkan calon pemimpin masa depan yang bertanggung-jawab dan berintegritas tinggi.

“Don’t worry that children never listen to you; worry that they are always watching you.” (Robert Fulghum)

NB: Karena kesibukan di luar kota, tidak ada posting baru pada Selasa (3 Mei 2016) dan Jum’at (6 Mei 2016).

Bookmark and Share

2 Responses to Ayah Ibu sebagai Role Model

  1. Pingback: Menanamkan Perilaku Sopan Santun Anak Usia 4 Tahun

    • josef josef says:

      Terima kasih untuk menggaris-bawahi konsistensi sang role model dalam berperilaku positif. Perbuatannya akan lebih powerful dibanding kata2 nasehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan