Kesalahan BESAR Seorang Pemimpin

Posted on January 31st, 2020

“We don’t accomplish anything in this world alone… and whatever happens is the result of the whole tapestry of one’s life and all the weavings of individual threads from one to another that creates something.” (Sandra Day O’Connor)

KESALAHAN! Kita semua tidak luput dari berbuat kesalahan. Tetapi menyadari kesalahan dan memperbaikinya merupakan perbuatan yang terpuji. Kalimat terakhir mengandung dua hal yang esensial: Pertama menyadari, karena tidak semua kesalahan kita sadari. Dan kedua memperbaiki kesalahan, karena tidak semua kita mempunyai kemauan untuk memperbaiki kesalahan itu.

Masing-masing Kita yang Tahu

Berapa banyak dari kita sebagai Leader memimpin tim berdasarkan asumsi. Dan asumsi itu seolah-oleh realita. Dalam keseharian tim nampak kompak (asumsi) padahalnya itu merupakan kekompakan semu. Dari ekspresi wajah, anggota tim dianggap bahagia dengan pekerjaan dan lingkungan kerja, padahal leader tidak pernah mencari tahu, menanyai anggota tim tentang itu. Anggota tim dianggap mempunyai keinginan belajar tinggi, tapi yang dimaksud adalah setiap mereka mengalami kesulitan, mereka datang dan bertanya pada atasan, dan atasan memberikan jawaban. Stop Telling and start Asking. Video yang disajikan John Maxwell berikut ini mungkin bisa memberikan sedikit pencerahan: https://johnmaxwellteam.com/2020-asking-questions/

 

Leading Based on Assumption

Mungkin kedengaran agak berlebihan kalau John mengatakan bahwa dosa terbesar seorang leader adalah: Leading based on assumption. Tapi kita boleh refleksi sendiri, berapa sering kita melakukannya. Pointnya bukan apakah kesalahannya besar atau kecil, tapi apakah saya menyadari telah melakukan itu. Untuk menyadari ini, terkadang kita membutuhkan orang lain untuk menyadarkan. Dan untuk bisa jujur mau memperbaikinyapun sering kita membutuhkan orang lain. Karena itu John menawarkan: Quit giving answer, asking question.

Coaching bisa membantu

Selanjutnya dalam email pengantar dalam menghadirkan video tersebut, John menyampaikan:

  1. Get to know the people you interact with daily.
  2. Be sure to make it a two-sided conversation, not one.
  3. It is so important to not just give answers and only talk about yourself, but instead, become a better listener and invest time in understanding people better.
  4. You will get a lot further in life when you can listen and talk!

Dengan gayanya yang memprovokasi, John menutupnya dengan bertanya:

“I’m looking for leaders with a true commitment to lead others through positive influence. Is that you?”

Aktivitas coaching pro bono seperti rutin dilakukan oleh Coachnesia, akan terus mengasah ketajaman dalam menggunakan coaching skill.

Melalui video tersebut, John ingin mengedepankan, betapa powerfulnya bila seorang leader memiliki coaching skill. Karena melalui skill tersebut seorang leader bisa melakukan coaching untuk diri sendiri, dan tentu saja untuk orang lain. Coaching skill tersebut, kemudian akan menjadi bagian dari keseharian dalam berinteraksi dengan team, baik sekedar coaching conversation, atau dalam proses engagement lainnya untuk pengembangan karier team, seperti misalnya dalam performance development discussion sepanjang tahun.

Saya berkeyakinan para Leader yang handal mengenali teamnya, dan tidak sekedar menggunakan asumsi, dalam memimpin mereka.

“People often say that this or that person has not yet found himself. But the self is not something one finds, it is something one creates.” (Thomas Szasz)

Bookmark and Share

2 Responses to Kesalahan BESAR Seorang Pemimpin

  1. Santi Sumiyati says:

    Selamat malam Pak Josef, terima kasih untuk tulisannya yang selalu saja memberikan suatu insight setiap selesai membacanya. Benar sekali Bapak, bahwa kekuatan coaching memang dasyat dan hal itu dapat mengembalikan setiap anggota tim pada tujuan awal bersama yg ingin dicapai. Terima kasih Bapak.

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Santi, semoga lebih banyak leader yang mau belajar coaching untuk menunjang tugas keseharian mereka, terutama dalam memimpin team.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain