Kesiapan TALENT Menghadapi MEA

Posted on November 25th, 2014

“If you don’t have a competitive advantage, don’t compete.” (Jack Welch)

TAHUN 2015 sudah dalam hitungan hari. Semua bisnis sedang sibuk menyelesaikan rencana kerja 2015. Atau juga mencermati kembali long term plan atau Strategic Plan. Apapun itu, perusahaan ingin meraih berbagai peluang yang diantisipasi akan muncul, entah di tahun depan atau dalam jangka yang lebih jauh lagi. Salah satu sumber untuk menterjemahkan peluang adalah kebijakan pemerintah di tingkat nasional atau regional, dan berbagai tanggapan bisnis lainnya dalam menerjemahkan peluang-peluang tersebut.

Fenomena di Depan Mata

Ada dua fenomena yang telah hadir atau segera hadir. Pertama, pemerintahan baru yang memberikan angin segar untuk hadirnya investasi dari luar. Pidato Presiden RI Joko Widodo di APEC CEO Summit baru-baru ini, secara gamblang dia mengundang pimpinan negara lain untuk datang berinvestasi: “We are waiting for you to come and invest in Indonesia.

Sementara Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) siap jalan di 2015. Di sana  akan ada  banyak peluang bagi mereka yang siap meraihnya. Kapan kita harus siap? Seharusnya sejak kemarin. Tapi belum terlambat untuk memulainya hari ini.

Fokus dan Tingkatkan Daya Saing

Dalam presentasinya di awal minggu ini, BCG (The Boston Consulting Group) memaparkan, minat Indonesia untuk investasi di negara anggota MEA lainnya relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tersebut yang sangat antusias untuk melakukan investasi di Indonesia. Bisa dipahami, peluang pasar lokal masih menjanjikan. Namun demikian ada satu catatan penting yang sangat perlu dicermati: Hanya Perusahaan yang siap dengan talent-nya yang akan mendapatkan competitive advantage untuk bersaing menuju 2020.

Data BCG juga memperlihatkan bahwa 42%  responden Indonesia yang melihat kehadiran MEA sebagai ancaman , sementara itu negara lainnya lebih melihatnya sebagai kesempatan dibanding ancaman (prosentasi persepsi sebagai ancaman hanya 10% bagi Thailand, Vietnam, Philipine dan Myanmar).

Kecemasan Bukan Solusi

Walaupun Indonesia tidak melihat kehadiran MEA sebagai peluang untuk meraih bisnis tetapi perusahaan Indonesia tidak bisa menganggap sepele investor asing yang hadir dengan skema talent dan organisasi yang mengambil model yang lebih fleksibel untuk beroperasi secara regional maupun internasional.

Sebanyak 66% perusahaan yang ditanyai mengatakan mereka sedang mempersiapkan diri untuk investasi di bidang International Talent, dan juga Internasionalisasi Organisasi.

Ini bukan saja pengakuan tentang keinginan untuk bertindak, tapi seharusnya juga sudah mengambil langkah serius untuk melaksanakannya. Mengapa?

Pertama-tama MEA sudah di depan pintu. Tapi yang kedua, dan tidak kalah pentingnya adalah butir berikut ini:

Dalam survey yang lalu, BCG sudah mengetengahkan bahwa menuju 2020, Indonesia akan mengalami kekurangan supply middle manager sebanyak 56% dibandingkan dengan kebutuhan perusahaan. Sementara itu, di entry level pun ada kekurangan supply di pasar sebanyak 17%, terlepas dari banyaknya lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya. Angkah ini belum memperhitungkan jumlah manager yang dibutuhkan dengan kehadiran investasi baru.

Di awal tahun ini kami bersama seluruh Team HR berkumpul menyatukan visi dan langkah, mempersiapkan sarana dasar pengembangan Talent, termasuk di dalamnya adalah kesiapan untuk bergandengan, untuk Pertnering  dengan Pimpinan Bisnis, dalam konteks Service Excellence.

Kesiapan TALENT menghadapi MEA

Apa Prioritas Perusahaan??

Paparan di atas bukan merupakan bahan diskusi di seminar. Juga bukan untuk menarik perhatian pemerintah untuk berbuat sesuatu. Materi tersebut hendaknya sudah menjadi agenda pokok diskusi di perusahaan: sebut saja model Go-to-market dan akses pasar seperti apa dengan integrasi MEA? Organisasi dan kapabilitas seperti apa yang perlu dibangun, kesiapan talent yang harus diakselerasi, atau juga kesiapan manufacturing/supply chain.

Apapun persepsi kita tentang MEA, peluang atau ancaman, kita perlu mengambil ancang-ancang, terutama berkaitan dengan organisasi, capabilities dan talent, karena inilah yang merupakan kunci Competitive Advantage jangka panjang.

“Start today, not tomorrow. If anything, you should have started yesterday.” (Emil Motycka)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET