Leading with Love

Posted on September 24th, 2019

“It is wonderful when the people believe in leaders, but more wonderful when the leader believe in people. That is leading and love all about.” (John Maxwell)

AYAH di rumah adalah seorang Leader. IBU juga seorang Leader. Bahkan Kakak juga punya peran sebagai Leader. Dan mereka menjalankan peran mereka dengan penuh tanggung jawab, atau persisnya penuh Kasih dan Sayang. Di sinilah tempatnya dan dari merekalah kita mulai belajar tentang Leadership. Sementara itu Ayah, Ibu dan Kakak akan terus mempersiapkan anak-anak atau adik-adiknya untuk bisa mandiri, untuk berperilaku yang sopan, berbicara yang santun, dan yang terpenting mengajarkan untuk saling mengasihi satu sama lain. Dan metode pembelajaran yang paling ampuh adalah dengan memberikan contoh dalam kehidupan setiap hari.

Dasar Kepemimpinan adalah Kasih Sayang

Saya rutin menyimak video pendek “Minute With Maxwell” yang dikirim ke inboxku setiap hari. Ada satu yang ingin saya angkat dan bagi kepada pembaca semua, walaupun saya sangat yakin semuanya sudah paham. Namun tidak ada salahnya untuk terus saling mengingatkan. Dia mulai dengan ungkapan berikut ini:

“When you stop loving your people, you should stop leading your people.”

Alasannya sederhana: Saat seorang leader memimpin dengan Kasih Sayang, yang senantiasa muncul bukan tentang siapa leadernya. Apapun yang mereka lakukan, bukan berkaitan dengan siapa leader itu, tetapi tentang orang lain, orang yang mereka pimpin. Ungkapan berikut juga tidak kalah menariknya:

“It is wonderful when the people believe in leaders, but more wonderful when the leader believe in people. That is leading and love all about.”

Sulit tapi mestinya BISA

Maxwell mengakui, Leadership itu sulit, dan penuh tanggung jawab yang berat. Banyak di antara kita yang mungkin telah lelah sebagai seorang leader. Walaupun demikian, apa yang memotivasi kita untuk terus berperan sebagai leader adalah karena kita mengasihi orang-orang kita.

Seperti yang disampaikan di atas, kita juga banyak berkesempatan untuk belajar dalam keluarga kita sendiri. Itu merupakan modal dasar yang sangat kuat menginspirasi.

Tips sederhana ditawarkan Maxwell agar kita tetap bisa menjalankan peran seorang leader secara effektif, selalu check, apakah saya sebagai leader masih mencintai anak buah atau timku? Bila jawabannya YA, lanjutkan memimpin. Bila jawabannya TIDAK, maka stop, jangan memimpin mereka, karena tak ada seorang leader yang mempunyai leadership skill yang handal tapi tidak mencintai anak buahnya. Berikut link yang bisa diakses:

https://johnmaxwellteam.com/2019-leading-with-love/

 

Build the Next Generation

Leading with Love, bisa diterjemahkan sederhana bahwa leader menerima dengan setulus hati tanggung jawab mengembangkan timnya. Dan itu merupakan panggilan professional (professional calling) yang harus diemban.

Dalam buku Dave Ulrich dan kawan2nya yang berjudul The Leadership Code, dibahas 5 rules to lead. Satu di antaranya adalah Rule no. 4: Build the next generation. Bila memikirkan future talent, perlu juga menggunakan kacamata employee brand. Pertanyaan berikut perlu untuk dicermati secara serius:

  • Apa janji yang diberikan kepada karyawanmu?
  • Apa yang hendaknya karyawan berharap darimu sebagai pemimpin?
  • Apa imbalannya bagi karyawan berprestasi?
  • Apa factor yang membedakan perusahaanmu dari yang lain?
  • Apa yang membuat calon terbaik memilih bekerja dengan perusahaanmu walau mereka punya banyak pilihan?
  • Apa yang membuat karyawanmu bangga?
  • Apa yang anda inginkan agar karyawan ceritakan kepada teman atau keluarganya tentang bekerja di perusahaan ini?

Dan daftar pertanyaan ini masih bisa diperpanjang lagi. Tapi intinya adalah, dari waktu ke waktu kita perlu bertanya, refleksi, apakah kita masih menjalankan peran sebagai leader yang handal. Apakah saya masih menjadi People Person bukan hanya sekedar pencitraan di mulut tapi dalam perbuatan nyata? Apakah saya masih memimpin dengan penuh Kasih Sayang.?

“I’ve never known an effective good leader who has great leadership skill, but did not love his or her people.” (John Maxwell)

 

Bookmark and Share

2 Responses to Leading with Love

  1. Tromol Sihotang says:

    Dear pak Yosef Bataona, terima kasih atas sharing akan Kepemimpinan berlandaskan Kasih Sayang.
    Semoga semakin banyak leader-leader di Indonesia yang terinspirasi akan sharing bapak ini di dalam memimpin team atau organisasi.

    Sukses selalu dalam menginspirasi banyak pemimpin di Indonesia.

    Salam

    • josef josef says:

      Dear Tromol, Terima kasih. Adalah doa kita semua untuk para pemimpin, tapi juga doa kita semoga kita sendiri juga memimpin penuh kasih sayang, di saat kita memperoleh peran sebagai pemimpin. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Selamat Pagi pa Riyadno. Kami sehat-sehat saja. Tolong japri saya di wa jadi saya tahu no hpnya masih sama...

riyadno:
Selamat Pagi Coach Josep semoga selalu bahagia saya , sudah lama kami belum komunikasi lagi, sejak kami...

josef:
Selamat Tahun Baru Santi, niat yang baik untuk memulai menerapkan GEMprogram ini. Sesekali sharing butir...

Santi Sumiyati:
Selamat malam Pak Josef, terima kasih atas pencerahan yang Bapak berikan melalui tulisan ini. Mulai...

josef:
Terima kasih mba Tita, semoga Tahun Baru membawa Damai dan Sejahtera buat kita semua. Salam


Recent Post

  • Memaknai Pesan Alam Semesta
  • Waiting Time is Learning Moment
  • #GEMprogram3 Mulai Bergulir
  • Bersyukur: Sumber Kebahagiaan
  • Membuka Peluang Belajar
  • Pilihan Buku Pilihan Hidup
  • Membekali Agen Perubahan
  • Mengukir Kebahagiaan Bersama
  • Bersyukur di Tepi Kawah Ijen
  • Sewindu Membagi Cerita