Mimpi Besar Lalu Melangkah

Posted on December 5th, 2014

“The dream you are living is your creation. It is your perception of reality that you can change at any time.” (Don Miguel Ruiz)

BANYAK SEKALI KEJADIAN di seputar kehidupan kita, yang mungkin menarik perhatian kita karena itu penting, dan ada yang luput dari perhatian kita karena dianggap tidak penting. Terkadang kita menanggapinya secara terpisah, atau kalau kita cermat, kita akan mencoba menarik benang merah dari berbagai peristiwa untuk melihat keterkaitannya demi pembelajaran untuk masa depan kita masing-masing.

Setidaknya dalam pengamatan saya ada 5 (lima) peristiwa penting yang hadir di depan mata saya; Penghargaan HR Excellence 2014, Pemilihan Indonesia HR Future Leader 2014, Indonesia Coaching Movement, Jalan Pemimpin dan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Apa hubungan semuanya ini??

Mereka yang sedang membangun Mimpi

Saya hadir di malam penghargaan itu, untuk sharing. Sengaja saya mengambil topik: “Connecting The Dots.” Dan yang saya maksudkan dengan dots adalah kelima elemen tersebut di atas. Dan ini sesuai dengan peserta yang hadir, yang merupakan komunitas HR atau Human Capital.

Foto1

Inisiatif yang diambil oleh Lembaga Management, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia bekerjasama dengan Majalah SWA, mencoba memotret praktek HR di berbagai perusahaan untuk menemukan contoh praktek HR Excellence yang bisa ditiru. Masing-masing untuk lima kategori Utama: Attraction & Recruitment, Manajemen Kinerja, Manajemen Reward, Manajemen Development, dan Transformation.

Mereka yang mendapat penghargaan tentu boleh berbangga, tapi sekaligus memacu diri untuk menjadi lebih baik lagi di masa mendatang, karena banyak mata yang tertuju kepada mereka sebagai role model. Dan bukan kebetulan bahwa malam yang sama, juga ada pemberian penghargaan kepada Indonesia Future HR Leader 2014.

Mereka adalah HR Manager muda yang berani membangun mimpi, bahwa dalam waktu tertentu dia akan mampu menjadi orang nomor satu HR di Perusahaan. Berlebihan?? Tidak!! Mereka tampil dengan penuh tanggung jawab untuk membuat mimpi mereka menjadi kenyataan.

“You take on the responsibility for making your dream a reality.“ (Les Brown)

Mereka yang menerima penghargaan ini orang pribadi pilihan, melalui seleksi ketat, dengan kriteria jelas. Selamat kepada penerima Penghargaan, kalian pantas berbangga sebagai Role Model. Foto para Juri (kiri) dan dua dari penerima penghargaan (kanan).

Foto2

Panggilan Masa Depan

Selesaikah tanggung jawab mereka usai menerima penghargaan?? Saya hadirkan DOTS ke-3 dan ke-4, yang berbeda tapi mempunyai kebutuhan yang sama.

DOT ke-3: Ada karyawan di berbagai perusahaan yang mempunyai kesempatan luas untuk bisa mendapatkan pendampingan demi sukses mereka. Program pengembangan yang ada di perusahaan akan memainkan peran penting. Namun ada salah satu sarana yang bisa mempercepat proses pengembangan, terutama dalam mempersiapkan karier para talent: COACHING.

Selain berperan untuk sukses dalam karier, Coaching juga akan mempercepat berbagai upaya untuk menciptakan lebih banyak pemimpin masa depan. Karena itu banyak perusahaan sudah atau sedang membekali para managernya dengan Coaching Skill untuk kepentingan itu. Menyadari hal itu, hadir juga di masyarakat kelompok bernama: Indonesia Coaching Movement, yang ingin menyebarkan ide tentang pentingnya Coaching dalam creating more leaders.

Di samping itu ada juga DOT ke 4, di mana ada sekelompok orang yang belum mendapatkan kesempatan kerja secara formal, tapi tidak ingin tinggal diam dan menunggu. Mereka mulai bergerak untuk menggalang berbagai mimpi yang ada dalam masyarakat, yang tersebar di seantero negeri ini.

Mereka secara bersama-sama dalam kelompok kecil mencoba melangkah, walau dalam keterbatasan yang mereka miliki. Saat ini ada sejumlah relawan di Jakarta yang iklas meluangkan waktunya untuk menjadi mentor bagi mereka dalam program yang disebut “Jalan Pemimpin” yang bisa diakses di www.jalanpemimpin.com

Dengan cara seperti itu, inisiatif untuk mempercepat terciptanya “More Leaders” bisa dilakukan secara formal di Perusahaan, tapi juga secara informal langsung di masyarakat. Tentang inisiatif Jalan Pemimpin, baca juga posting 18 November 2014 di blog ini yang berjudul: “Mimpi dan Hasrat Tak Terbendung

Tuntutan Bisnis 15 Tahun Mendatang

Mengedepankan DOT ke-5, gambaran tentang talent crisis semakin terasa, begitu menyebut kehadiran MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Bayangkan saja kalau saat ini talent war masih gencar memperebutkan talent terutama di middle manager.

Menurut surveinya BCG akan ada kesenjangan demand supply sebanyak 56%, belum lagi ditambah dengan kebutuhan baru karena hadirnya investor baru yang tentu akan mencari tenaga jadi. Talent war tidak bisa dihentikan, karena hampir semua pelaku bisnis di pasar adalah contributor terhadap ‘war‘ ini. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk meredamnya adalah mulai secara serius membuat investasi untuk pengembangan di dalam perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah mengakselerasi penciptaan “more leaders.”

Langkah pemberian penghargaan ini patut kita dukung. Penghargaan itu sendiri bukanlah tujuan. Melalui program ini penyelenggara menghadirkan berbagai pembelajaran tentang praktek HR Excellence, ataupun profil HR Leader yang patut dikaji.

Tujuan akhirnya, apalagi kalau bukan meningkatkan kinerja perusahaan, agar tetap tumbuh secara berkesinambungan dan menguntungkan. Ini hanya dimungkinkan bilamana perusahaan mempunyai “competitive advantage” karena mempunyai  “Kesiapan Talent.”

“A dream becomes a goal when action is taken toward its achievement.” (Bo Bennett)

Bookmark and Share

2 Responses to Mimpi Besar Lalu Melangkah

  1. Agnes Murniati says:

    Pak Josef, thank you untuk inspirasinya. tulisan ini keren banget. sudah lama ya Pak kita tidak bersua langsung…. Terima kasih sudah memberi saya “ruang” untuk berproses…. skala 0 – 100 meter… I’ve nearly reached to the 100 meter… and will enter the new running competition … 5K, 8K, 10K .. See you Pak Josef.

    • josef josef says:

      Terima kasih Agnes untuk updatenya. setiap langkah maju itu penting, apalagi sambil melangkah kita menciptakan ruang gerak. Scope kita akan bertambah, disana kita belajar untuk terus maju. Senang saya mendengarmu hampir mencapai scala 100, dan kita akan jadikan 100 itu titik nol untuk langkah selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih untuk kunjungan dan sapaan walau jauh di Medan. Ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang kita...

Rolin:
Terima kasih Pak Josef. Setiap tulisan Bapak adalah tulisan hidup yang sesungguhnya dapat dikerjakan oleh...

josef:
Terima kasih sama2 Suster Marietta untuk kata-kata memotivasi. Saya juga percaya bahwa semua yang tergabung...

Sr.Marietta:
Terima Kasih, saya telah menerima KASIH dari Sang Maha Pengasih, melalui tulisan di Blog Pak Yosep....

josef:
Terima kasih Lia untuk kata2 memotivasi. Saya akan terus belajar, menulis dan membagi berbagai pembelajaran...


Recent Post

  • Produktivitas Tanggung Jawab Semua Pemimpin
  • Terima Kasih Boleh Melayanimu
  • Tidak Semudah Itu Ferguso
  • Self Coaching for Better Tomorrow
  • Manusia Seutuhnya
  • Shani Yang Memberdayakan
  • Meraih Trust dan Respect
  • Learn Unlearn Relearn
  • Panggilan Mengubah Paradigma
  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER