Bahagia Membuat Yang Lain Bahagia

Posted on May 8th, 2015

“No amount of money will make you happy if you aren’t happy with yourself.” (Angel Chernoff)

KITA SERING DITANYA, “Apa makna kebahagian untukmu?” Atau, “Apa definisi Kebahagiaan itu?” Dan pertanyaan seperti itu mungkin juga kita tanyakan kepada diri sendiri, pada waktu yang berbeda-beda.

Dan apa hasilnya?

Boleh jadi jawabannya juga berbeda-beda. Itu sah-sah saja.

Ketika masih kecil, kebahagiaan itu adalah bisa memakai seragam, sepatu dan tas baru ketika mulai sekolah. Atau bahagia seusai SMA kalau bisa masuk perguruan tinggi favorit, apalagi beberapa teman kelas juga mendaftar di sana.

Dan bahagiaku setelah lulus kuliah adalah kalau bisa mendapat pekerjaan yang mapan dan membeli sebuah rumah sendiri. Seterusnya, dan seterusnya….

Ternyata kebahagiaan itu akan berkaitan erat dengan prioritas dalam kehidupan ini, yang berbeda-beda pada tahap kehidupan yang berbeda pula.

Refleksi Kebahagiaan Orang Lain

Seorang sahabat berbagi pandangannya tentang Kebahagiaan Hidupnya:

“Saya bahagia bila membuat orang lain bahagia”

Dia pun mengedepankan rancangan berbagai inisiatif untuk membuat orang lain berbahagia, yang pada akhirnya dia sendiri pun merasa bahagia. Kita juga mungkin sering berbagi kebahagiaan yang kita punyai atau yang kita rasakan kepada orang lain.

Sebuah niat kecil untuk membuat teman ini bahagia di hari ulang tahunnya, pada akhirnya membuat semua yang hadir turut berbahagia.

8 mei 2015, berjudul Bahagia Membuat Yang Lain Bahagia

Melalui link berikut ini, saya ingin mengangkat kembali Misi Hidupku yang ditulis di tahun 1998. (Baca artikel berjudul: “Mercu Suar Pedoman Hidupku” DI SINI). Sepenggal dari kelima butir itu saya sajikan disini:

“Kebahagiaan hidup professional saya adalah KARYA POSITIF yang penuh tanggung jawab, sambil membagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman, serta menjadi sumber inspirasi bagi atasan, bawahan dan rekan kerja.”

Kalaupun ada satu tambahan yang perlu saya lakukan terhadap Misi Hidup ini adalah bagian terakhir, sehingga lengkapnya menjadi:

“Kebahagiaan hidup professional saya adalah KARYA POSITIF yang penuh tanggung jawab, sambil membagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman, serta menjadi sumber inspirasi bagi atasan, bawahan dan rekan kerja serta masyarakat banyak.”

Dengan demikian targetnya tidak saja dalam lingkup pekerjaan tetapi juga ke lingkup yang lebih luas, mereka yang sedang mencari inspirasi dari berbagai pengalaman di tengah masyarakat.

Mulai dari Diri Sendiri

Kembali ke sahabat di atas yang berniat membangun kebahagiaannya dengan membuat orang lain bahagia. Bahagia karena bisa melayani, hadir sepenuh hati pada saat menjalankan tugas pelayanan. Apa yang dilakukan sahabat ini adalah mulai dengan membangun hasrat membara, seperti kata-kata bijak berikut:

“All happiness comes from the desire for others to be happy.” (Shantideva)

Hasrat seperti itu akan optimum dalam pola hidup melayani karena peduli kepada sesama.

“Give yourself entirely to those around you. Be generous with your blessings. A kind gesture can reach a wound that only compassion can heal.” (Steve Maraboli)

Yang genuine adalah membuat orang lain bahagia. Kebahagiaan yang kita peroleh untuk diri sendiri bukan tujuan, tapi dampak dari perbuatan positif tersebut. Dan semakin banyak perbuatan positif tersebut dilakukan, atau semakin banyak berbagi kebaikan kepada orang lain, maka kebahagiaan yang diperoleh ibarat gema kebaikan, pantulan balik dari kebahagiaan yang dirasakan oleh orang lain. Satu senyum saja yang kita berikan dengan tulus, bisa memberikan dampak yang dasyat pada orang lain.

“It only takes a split second to smile and forget, yet to someone that needed it, it can last a lifetime.” (Steve Maraboli)

Karena itu, tidak perlu harus memikirkan upaya yang besar dan rumit. Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan. Dan semuanya itu berawal dari diri kita sendiri, seperti kata mutiara penutup berikut ini.

“It only takes one person to make you happy and change your life:  YOU”. (Angel Chernoff)

Bookmark and Share

2 Responses to Bahagia Membuat Yang Lain Bahagia

  1. Merza Gamal says:

    Kebahagiaan itu ketika kita bisa menerima segala karunia-Nya dan bisa berbagi manfaat kepada sesama & semesta alam…

    • josef josef says:

      Terima kasih sharingnya Merza Gamal, akan terus mempertebal kebahagiaan atas karuniaNYA, dan lebih lagi kalau kita terus berbagi ! Selamat berbagi kebahagiaan, berbagi kebaikan !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET