Posted on September 1st, 2023
“We can’t change people, but we can plant seeds that may one day bloom in them.” (Mary Davis)
HARI MINGGU SORE yang cerah, membuat suasana hati kita juga ceria. Apalagi saat menyaksikan senyum tawa anak2 di Panti Asuhan Mekar Lestari BSD. Kami memang hadir dengan membawa senyum dan mengajak mereka untuk saling berbagi senyum gembira. Berikut foto pentas tari anak2 panti.

Dimulai dari Berbagi Pengalaman
Ada 12 orang dengan beragam latar belakang di bidang Human Resources, baik sebagai praktisi, konsultan atau Akademisi, sepakat untuk membagi pengetahuan dan pengalaman mereka melalui tulisan di buku. Hadirlah buku Career Hacks, Kiat-kiat Akselerasi Karier para Profesional Sukses. Menurut penerbit Mizan, buku ini disambut baik oleh pembaca sehingga sudah masuk 3x best seller, bahkan sempat menjadi top 3 selama beberapa bulan bersanding dengan dua buku lain yang berkategori novel. Memang tidak mudah buku kategori manajemen bisa mendapat posisi setinggi itu, demikian komentar Mizan. Berikut foto Persembahan Kasih mewakili 12 penulis.

Buku ini juga ingin menanggapi keinginan generasi muda untuk bisa lebih cepat meraih posisi puncak. Penulis buku ini mencoba memberikan beberapa tips, tentang apa yang perlu dipersiapkan untuk coba menjawabi pertanyaan, berapa lama bisa sampai ke puncak. Jawaban itu pada akhirnya berada di tangan masing-masing orang.
Membagi Kebahagiaan
Sukses sering dijadikan alasan untuk sebuah perayaan. Kami mencoba untuk merangkai perayaan itu dengan cara yang berbeda.
Kami berempat: Josef, bu Sandra, bu Susan, pa Pambudi mewakili 12 penulis buku Career Hacks berkesempatan berbagi senyum bahagia dengan anak-anak panti, sambil menyerahkan persembahan kasih berupa Royalti penjualan buku kepada anak2 di Panti Asuhan Mekar Lestari, BSD.

Diawali dengan pembukaan oleh bu Sandra sambil menyerahkan donasi. Kemudian saya mencoba memotivasi anak2 melalui kisah Rp 10.000 yang mengubah hidupku, kalau saya anak desa bisa meraih puncak karier sampai level direktur di perusahaan multi nasional, maka anak2 ini juga pasti bisa. Banyak kesempatan terbuka untuk kita semua.
Acara dilanjutkan dengan permainan sulap yang memukau oleh pa Pambudi, dengan tema, nothing is impossible. Kemudian bu Susan menutup acara dengan mengajak semuanya berdiri untuk bersama mengungkapkan peneguhan dengan penuh konfiden: I Can, I will, I must.
Acara ditutup dengan foto bersama.

Beni sebuah Perhatian
Selain kami berempat, hadir juga menemani, Jazzlyn, putri bu Sandra dan putriku Eka Yuniarti.

Menarik juga untuk menyimak dialog antara bu Sandra dan putrinya Jazzlyn, yang saat ini kuliah psikologi semester 7 dan baru pertama kalinya mengunjungi anak2 dengan latar belakang seperti itu. Jazzlyn melontarkan pertanyaan provokatif:
Mungkinkah dengan uang sejumlah itu dan motivasi yang hanya sebentar, dapat mengubah hidup mereka?
Pertanyaan ini sangat bagus untuk refleksi kita semua, dan tanggapan spontan bu Sandra sungguh bijak:
Kita hanya bisa menanamkan benih harapan kepada mereka. Benih itu yang akan tumbuh besar dalam diri mereka & membuat anak2 itu bisa semangat untuk maju mencapai cita2 mereka.
Saat akan foto bersama, salah satu anak Panti Asuhan mendekati bu Sandra sambil memegang buku Career Hacks. Dia bilang bahwa di dalam buku ada dirinya. Mungkin maksudnya adalah di antara chapter di buku yang dia simak sepintas, ada yang mengena pada kisah hidupnya.
Sungguh tidak disangka, dalam waktu sebentar, salah satu benih sudah tertanam di hati anak Panti Asuhan. Bu Sandra yakin dan kami semua yang hadir juga sangat yakin, bahwa ada lebih dari 1 anak di tempat itu yang mendapat benih2 harapan bagi masa depan mereka.
Dan saat memberikan jawaban pada putrinya, bu Sandra belum sadar bahwa sesungguhnya Tuhan sudah menghadirkan jawabannya itu di dinding ruang tamu, seperti nampak di foto diatas.
Kalau Kami Bisa Merekapun Bisa
Kami berempat memang sudah berada di puncak Karier kami melalui liku-liku perjuangan. Dan pesan utama yang disampaikan: kalau kami bisa, anak-anak inipun pasti bisa.
Sementara itu melalui pentas Sulap yang memukau, pa Pambudi terus menerus menyampaikan pernyataan: Nothing is Impossible. Pesan itu kemudian diangkat bu Susan yang mengajak semua yang hadir untuk membuat peneguhan dengan suara lantang: I Can, I will, I Must. Ungkapan ini bermakna, bahwa tanggung jawab selanjutnya ada di tangan mereka, secara proaktif.
Seperti ungkapan bu Sandra diatas, kami hadir untuk menanam beni harapan pada mereka, yang ditanam di lahan yang subur di tangan pengelola yang andal. Semoga anak-anak ini bisa melaju dan sukses dalam meraih mimpi mereka.
“To plant a seed is to believe in tomorrow.” (Anonymous)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...