Damai Dalam Keheningan

Posted on January 10th, 2017

“Peace does not mean to be in a place where there is no noise, trouble, or hard work. Peace means to be in the midst of all those things and still be calm in your heart.” (Angel Chernoff)

MOMEN AKHIR DAN AWAL TAHUN merupakan momen penting untuk menyimak kembali perjalanan setahun berlalu. Momen ini perlu diciptakan secara sungguh-sungguh. Dalam suasana hening, saya ingin menghadirkan secara utuh diri saya, badan, jiwa, pikiran, emosi, semuanya diaktifkan penuh sadar untuk membantu mengumpulkan pengalaman perjalanan sejauh ini.

Ini sangat penting untuk menciptakan dalam pikiranku, masa depan seperti apa (setidaknya untuk setahun mendatang). Orang bijak bilang, paint my future. Dan saya ingin meminta izin Pak Adjie Silarus untuk menemaniku melalui bukunya ‘Sadar Penuh Hadir Utuh.

Bermula dari Kebiasaan Sederhana

Kawan yang sedang bercerita penuh semangat, tentu mengharapkan kita juga akan mendengarkan dengan sepenuh hati. Bayangkan kalau kita sewaktu-waktu melihat HP karena sedang menunggu pesan tertentu. Atau sesekali melirik arloji melihat waktu, karena ada janji lain.

Padahal ini waktu luang sambil ngopi sore, dan cerita teman itu karena kita yang bertanya ingin tahu. Kalau saja kita mulai melatih diri untuk mendengarkan dengan hadir utuh, maka kontak batin akan terjalin untuk komunikasi dua arah yang maksimal.

Bagaimana kalau hari ini saya berjanji akan luangkan waktu untuk mendengarkan dengan sepenuh hati pada siapapun yang sedang berbicara padaku. Bagaimana kalau besok kuulangi lagi?

Bila kebiasaan ini sudah dibangun, maka saat anak buah ingin berdialog dengan atasan, maka diharapkan atasan tersebut akan mendengarkan dengan sepenuh hati untuk bisa menangkap bukan saja kata-kata yang terucap tapi juga hal yang tidak terucap. Dengan demikian pesan yang mau disampaikan bisa dicerna, bisa diklarifikasi hingga jelas.

Meninggalkan rumah sambil mencium istri, merupakan kebiasaan baik yang saya lakukan. Dan istripun tidak lupa menyampaikan pesan, hati-hati di jalan, yang sebenarnya merupakan doa tulus yang datang dari hatinya. Bahkan ketika putriku masih terlelap tidurpun, saya terbiasa pamitan sambil menciumnya dan membisikan: “Bapa Sayang Eka”, karena saya percaya bahwa pesan itu akan didengar bukan dengan telinganya, tapi dengan telinga hatinya, dan akan terekam dalam sanubarinya.

Meditasi Bermanfaat

Saya memang merasa sangat antusias ketika diminta Adjie Silarus untuk memberikan testimoni dalam bukunya. Seketika saya merasa seakan buku ini memberikan konfirmasi akan manfaat besar meditasi yang telah saya jalankan lebih dari 20 tahun.

Meditasi ini saya lakukan setiap hari di keheningan malam jam 01:30. Di sana saya terus berlatih untuk fokus, mengatur pikiran saya untuk tidak berpindah-pindah ke hal yang berbeda-beda, tapi fokus hanya pada tarikan dan hembusan napas yang teratur.

Kedengarannya sederhana, namun pada prakteknya dibutuhkan latihan berkali-kali untuk benar-benar fokus. Sekarang saya bisa memperlihatkan foto secara digital foto aura sebelum dan sesudah meditasi.

Melalui latihan seperti ini, saya merasakan hasilnya: tidak terjebak dalam gejolak emosi yang berlebihan dalam menghadapi masalah; bisa lebih fokus pada apa yang dianggap lebih penting, dengan mengesampingkan hal yang bisa dinomor-duakan.

Sadar Penuh dan Hadir Bersatu dengan Alam

Kunjungan bersama tim ke kaki Gunung Merapi beberapa waktu lalu, memberikan kami kesempatan untuk menyimak betapa besar kekuasaan Tuhan di Alam Semesta ini. Alam ciptaanNya dipercayakan kepada kita agar kita menjaganya, merawatnya dan mewariskan kepada anak cucu kita dengan nilai tambah yang kita perbuat. Namun berapa banyak perbuatan kita yang justru merusak ciptaanNya?

damai-dalam-keheningan1

Manusia dilahirkan ke muka bumi ini dengan talenta yang berbeda-beda, untuk saling melengkapi agar bisa menciptakan karya positif demi kesejahteraan banyak orang. Tanpa disadari, kita sendiri terkadang enggan melakukan kebaikan itu, bahkan ambil bagian dalam merusak alam dan segala isinya yang merupakan sumber kehidupan kita semua.

Walau kita diingatkan bahwa:

“Earth provides enough to satisfy every man’s needs, but not every man’s greed.” (Mahatma Gandhi)

Kita terus berbuat memenuhi kepuasan diri yang berlebihan (kalau tidak mau disebut keserakahan), sampai alam murka dalam bentuk bencana yang memberikan dampak yang tidak kalah dasyatnya. Momen refleksi untuk siapkan perjalanan ke depan yang lebih baik, atas landasan mindset yang lebih positif.

Kebahagiaan Tidak Ditunggu

Bahagia itu sederhana. Dimulai dengan membangun kesadaran di pikiran kita, pada suatu momen tertentu. Petikan sederhana dari Tre Sita Cita sebagai judul foto postingannya di FB 24 Desember lalu: “Kebahagiaan kami adalah menghabiskan waktu bersama kesayangan kami Alkhalifi Kaysan Ramdhani.”

damai-dalam-keheningan2

Mestinya semua wisata keluarga seperti itu. Tunggu dulu!

Apakah saat di tempat wisata, kita masih mikirin pekerjaan di kantor? Masih mikirin gadget dengan segala pesan yang ada? Masih mikirin besok hari raya mau nyiapin apa?

Bila semua pertanyaan itu dihilangkan di pikiran saat berada bersama kesayangan di tempat wisata, maka kita akan hadir utuh untuk bisa menikmati kebahagiaan maksimal. Dengan demikian momen kegembiraan yang terekam dalam  foto sungguh memperlihatkan kita sungguh sedang tertawa gembira di saat itu.

Dan kebahagiaan itu akan utuh, kalau kitapun berlatih dalam keheningan untuk mensyukuri apa saja yang membuat kita bahagia, mensyukuri kebersamaan di tengah keluarga, mensyukuri berkat dari karya di tempat kerja, mensyukuri mendapat panggilan untuk hadir memberikan manfaat bagi banyak orang, dan tentu saja mensyukuri bisa hadir utuh sadar penuh hari ini dan saat ini.

“If I have made any valuable discoveries, it has been owing more to patient attention than to any other talent.” (Sir Isaac Newton)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life