Kabar Baik

Posted on January 26th, 2016

“It isn’t what you have in your pocket that makes you thankful, but what you have in your heart.” (Author Unknown)

TIDURKU MALAM ITU terasa lebih pulas dan damai. Usai makan malam, di ruang keluarga ada obrolan santai sambil melihat video perjalanan hidup penuh kenangan, dari orang tercinta di rumahku yang berulang-tahun.

Menjelang tidur, akun Facebook Pesona Lembata menyajikan beberapa foto menarik tentang Lembata, yang langsung saya minta izin untuk share kepada komunitasku agar mereka juga mengenal sisi lain dari Nusantara yang belum dilirik. Karena itu tidak heran kalau ada muncul pertanyaan di linimasa: “Where is Lembata?

Saya sungguh tulus memaafkan teman dekatku yang belum tahu di mana Lembata. Tentu itu juga salahku, kurang memperkenalkannya. Ada dua hal menarik yang ingin saya angkat dari postingan ini.

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Sudah banyak obyek wisata yang digarap promosinya dengan sangat professional karena ditunjang dengan berbagai foto dan cerita menarik. Namun begitu, masih banyak tempat-tempat di seantero Nusantara ini yang layak dikunjungi, tapi dilirik saja belum. Padahal, tempat-tempat tersebut mempunyai keunikan dengan nilai jual tinggi. Tapi kita juga harus mengakui bahwa keterbatasan prasarana, menyebabkan biaya untuk menjangkau tempat-tempat terpencil terbilang mahal dan memakan waktu.

Dari Jakarta ada penerbangan setiap hari ke Kupang, ibu kota propinsi, kemudian melanjutkan lagi dengan penerbangan perintis ke Lewoleba, ibu kota Lembata. Kita harus menginap semalam di Kupang, kecuali mengambil penerbangan jam 01:30 dini hari, maka bisa langsung tersambung dengan penerbangan ke Lembata. Kemudian menempuh jalan darat atau laut.

Ada juga wisata laut dengan Kapal Phinisi menjelajahi NTT, dan menginap di dalam kapal. Untuk itu harus rajin berselancar di internet mencari info program ini, atau dari blog travelers. Foto berikut adalah pemandangan di kala fajar, dari jendela rumahku di Kampung Lamalera Lembata.

1

Berita Baik

Aspek lain yang tidak kalah pentingnya, di tengah gemuruh media sosial, dengan bermacam warna berita, baik yang hitam maupun yang putih, yang kelabu, merah kuning hijau dan sebagainya, maka postingan foto di Facebook tersebut telah menciptakan peluang, walau hanya beberapa jam jelang tidur, untuk hadir berbagai kata-kata positif, kata-kata memukau sebagai komentar kawan-kawan atas postingan foto-foto tersebut.

Saya kutip kata-kata tersebut:

“Luar biasa cantiknya, ridiculously beautiful, super bagus, wouw, amazing place, surga kecil, beautiful, luar biasa indahnya, cakeeeep tak terkira, worth for further study for our next fun destination, beautiful/speechless, menakjubkan, keren banget, bagus bener, amazingly beautiful, breathtakingly beautiful, heaven on earth.”

Belum lagi senyum gembira mereka yang sedang menyimak foto-foto tersebut berulang-kali. Dan akhirnya muncul perasaan mensyukuri karunia Indahnya Tanah Air kita. Ini sekaligus menjadi KABAR BAIK di akhir hari.

2

Bukan pula kebetulan, saat saya posting foto tersebut di atas, dengan teks: Warna-warni tradisi Kuningan Jawa Barat, seorang sahabat berkomentar: “Very encouraging information…. Hidup Indonesia!”. Apa yang dilihat sahabat ini adalah sebuah KABAR BAIK yang saya sajikan dalam bentuk foto tradisi seputar pernikahan, ada tarian penyambutan yang masih terus dilestarikan.

Tak hentinya kami terus berdoa, Semoga Allah Maha Pengasih memberkati para pimpinan di tanah air ini, untuk terus berjuang mensejahterakan rakyat di tengah tanah airnya yang makmur, serta kaya ragam budaya dan pesona alam.

“If you concentrate on finding whatever is good in every situation, you will discover that your life will suddenly be filled with gratitude, a feeling that nurtures the soul.”  (Harold Kushner)

Bookmark and Share

2 Responses to Kabar Baik

  1. Vina says:

    Bangga memiliki darah dan tinggal di Indonesia, dengan kultur budaya yang beraneka ragam, walaupun masih menjadi PR besar untuk pemerintah dan kita untuk lebih mencintai budaya & alam Indonesia.

    Khusus untuk kampung Lamalera, pulau Lembata…”aku pasti kembali” (tempat yang wajib dikunjungi & dinikmati).
    Terima kasih Bapa Josef dan keluarga besar Bataona.

    • josef josef says:

      Terima kasih Vina untuk perhatiannya pada Lamalera dan Lembata. Sangat mengapresiasi niat Vina untuk balik lagi ke sana. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan