Memaknai Kisah Kehidupan Manusia

Posted on December 2nd, 2014

“No matter how busy you may think you are, you must find time for reading, or surrender yourself to self-chosen ignorance.” (Confucius)

KELUARGA YANG BARU MEMBANGUN RUMAH sedang sibuk menyusun daftar apa yang perlu dibeli untuk mengisi rumah tersebut. Biasanya daftar yang dibuat cukup panjang, dan tentu penuh antusias. Keinginan istri akan dipadu dengan kamauan suami. Semua diskusi itu, yang biasanya tidak hanya sekali, akan penuh dengan senda gurau, penuh sukacita.

Ini merupakan kesempatan masing-masing mempunyai kebebasan memilih. Begitu daftar dibawa ke berbagai tempat untuk mengecek harga barang yang dibeli, muncul diskusi baru dengan intensitas yang lebih serius: bagaimana membuat prioritas sesuai ketersediaan dana.

Penting dan Menarik

Salah satu trend yang perlu dicermati adalah memiliki lemari berisi berbagai buku. Pada suatu periode tertentu, deretan ensiklopedia menjadi bagian penting dari isi lemari tersebut. Profesi dan minat baca anggota keluarga akan turut menentukan buku apa yang akan dibeli untuk isi lemari tersebut. Beberapa buku pilihanku hadir di salah satu pojok lemari.

Lemari Buku

Siapapun mereka dan apapun profesinya, ketika memilih dan membaca buku itu tentu yakin bahwa  membaca merupakan asupan penting untuk ‘Mind’ seperti halnya olahraga bagi ‘tubuh.’ Quotes berikut ini turut menggaris-bawahi:

“Reading is to the mind, what exercise is to the body. As by the one, health is preserved, strengthened, and invigorated: by the other, virtue (which is the health of the mind) is kept alive, cherished, and confirmed.” (Joseph Addison)

Penasaran juga mendengar panggilan Eka, putriku,  yang baru dari toko buku. Dia menyodorkan dua buku yang baru dibeli untuk dibacanya.

Buku Malala by josefbataona

Hmmm.. buku “I am Malala” saya tahu. Tapi buku satunya baru saya lihat. Apapun motivasinya memilih buku-buku itu, yang membuat saya bahagia adalah kebiasaan atau persisnya kesukaannya membaca terus terbina.

Saya jadi tambah penasaran menunggu ajakan dia nantinya untuk diskusi usai membaca kedua buku tersebut. Sementara itu salah satu buku yang teramat tebal di atas, “Kitab Masakan, Kumpulan Resep Sepanjang Masa,” berisi 1243 resep masakan, sesekali dilirik istri saya Lena bila ingin mencoba kreasi baru dengan rujukan resep tertentu.

Dia sadar sepenuhnya, bahwa isi buku itu adalah resep kreativitas membangun kebersamaan seputar meja makan, resep menciptakan keceriaan untuk momen-momen penting. Dan melalui resep-resep tersebut, ketrampilan tangannya akan menjamin seluruh keluarga bahagia dan sehat.

Kisah Kehidupan

Seorang sahabat, professional human capital, lama berkecimpung di bisnis menjala talent di pasar tenaga kerja. Di suatu waktu senggangnya, dia mencoba melirik berbagai buku di lemari. Dari nama pengarangnya saja dia menyadari bahwa, bukan saja sudah lama dia tidak membeli buku, tapi juga tidak membaca buku.

Sejenak dia termenung, seakan sudah mengabaikan sesuatu yang penting dalam kehidupan ini, yaitu belajar. Tapi seketika dia menyadari juga bahwa banyak sekali sumber pembelajaran yang hadir di depan mata setiap hari.

Sebagai bagian dari pekerjaannya, setiap hari kawan ini membaca tiga sampai empat  CV, kisah kehidupan manusia yang penuh warna warni, yang lebih dari sekedar membaca buku, kalau kita lihat dari sudut kekinian konten. Belum lagi dia berkesempatan untuk menggali lebih jauh saat meng-interview yang punya CV.

Pertanyaan yang tidak kalah menariknya: “Bagaimana mengangkat berbagai kisah kehidupan tersebut menjadi suatu pembelajaran yang berharga, bukan sekedar bagian dari pekerjaan.” Di sana kita akan mengenal kreativitas menggambarkan pribadi penulis, merasakan ketulusan atau persisnya kejujuran di balik kata-kata itu. Kita juga akan membaca daya imaginasi dalam membangun mimpi, serta daya juang untuk meraihnya.

Di balik kalimat-kalimat di CV kita juga belajar betapa kayanya khasanah tantangan hidup dan berbagai upaya untuk bisa mengatasinya dengan cerdas. Di sini juga kita dibuat sadar akan keunikan talenta yang dimiliki oleh setiap orang, cukup untuk membuatnya sukses. Dan tidak kalah penting adalah  CV tersebut menjadi sumber inspirasi, bagaimana mereka terus belajar untuk terus maju, tumbuh dalam kehidupan ini… inspirasi penting juga untuk  yang membacanya.

“The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go.” (Dr. Seuss)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan