Mengawali Hari Menyemangati Diri

Posted on September 24th, 2013

“God is ready to direct if you are ready to act!” (Timothy J. DeVries)

BERBAGAI KEBIASAAN dijalankan orang untuk mengawali hari. Tidak ada yang dianggap lebih baik dari lainnya, karena kebiasaan tersebut terbentuk dari lingkungan yang berbeda-beda, dan mungkin saja sudah dianggap pas untuk diteruskan. Saya coba menelusuri kembali apa saja yang saya lakukan sejak jam bergeser dari titik 00:00.

Koneksi dengan Alam, Mengakses Energi

Hidup ini akan terasa damai, kalau kita hidup rukun dan damai dengan sekitar kita, termasuk dengan alam semesta. Berbagai energi positif tersedia seputar kita, siap dimanfaatkan kalau kita bisa mengakses untuk memanfaatkannya. Begitu jam menunjukan 01:30, saya bangun.

Di ruang kerja saya ada sebuah kursi bundar tanpa lengan. Di sana saya duduk dalam posisi tegak, mulai mengatur pernapasan, dan memulai meditasi dengan olah napas, cara sederhana untuk merasakan betapa kecilnya saya di alam semesta ini, betapa tidak berartinya saya di hadapan Sang Pencipta, namun saya berada di bumi ini karena ada misi yang harus diemban. Tapi misi itu tidak akan bisa dijalankan tanpa bantuan ‘hidden hand.

Tangan Ilahi akan memberikan bantuan kalau kita membuka diri untuk menerimanya, seperti kata quote di atas:

“God is ready to direct if you are ready to act!” (Timothy J. DeVries)

Inilah proses penyerahan diri, sambil berdoa semoga misi yang diemban bisa dijalankan sebaik-baiknya dalam bimbinganNYA, sehingga kehadiranku di mana saja bisa memberi MAKNA bagi yang ada di sekitar saya.

Namun, dunia ini tidak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan yang akan dihadapi. Mungkin relevan kalau saya angkat doa Native American Prayer yang di sajikan oleh George Wachirah dari Kenya:

“Bless those who challenge us to grow, to stretch, to move beyond the knowable, to come back home to our essential nature. Bless those who challenge us for they remind us of the doors we have closed and doors we have yet to open.”

Meditasi ini akan ditutup dengan mengucapkan afirmasi pada diri sendiri, misalnya:

“Hidupku hari ini harus bisa menginspirasi orang lain untuk hidup lebih bermakna”, atau

“Hari ini saya akan membawa energi positif untuk tim-ku!”

Pernyataan seperti itu akan berubah setiap hari sesuai kebutuhan.

Semua proses di atas hanya 30 menit, saya kembali tidur dan bangun kembali jam  04:10. Total jam tidur saya jangan ditiru, karena hanya 5 jam sehari.

Asupan untuk Ketahanan Fisik

Kalau ada program pengaturan pola makan, ada satu yang wajib buat saya adalah sarapan. Nasi putih dan lauk ditambah segelas jus campuran tujuh buah segar yang baru dijus jelang sarapan. Ini cukup memberikan saya energi fisik untuk siap berkarya.

Jam 05:00, saya akan ke kamar putri saya yang masih tidur, menciumnya sambil membisikkan: “Bapa sayang Eka.” Bila dia sedang menghadapi ujian atau kesulitan lain, saya akan menambah bisikan dengan, “Eka pasti BISA.

Ini kebiasan yang saya jalankan sejak dia masih kecil. Dia mungkin tidak mendengarnya, tapi gelombang pesan itu akan bekerja dengan cara yang tidak kita mengerti untuk menambah percaya dirinya, dan dia akan terus merasakan ada yang menyayanginya dan siap membantu.

Dan saya pun melangkah keluar rumah setelah mencium istri yang mengantar ke depan pintu sambil mengucapkan doa agar selamat di jalan dan kembali berkumpul dengan keluarga di malam hari nanti.

Keheningan dalam Mobil

Meninggalkan rumah sepagi itu, suasana sekitar masih sepi walau kendaraan sudah banyak melintas. iPad saya akan mulai fungsikan, pertama dengan melihat email pribadi, update di Twitter atau media sosial lain. Input dari media sosial sering juga menjadi sumber inspirasi untuk tulisanku.

Bila ada yang muncul, akan saya buat catatan, untuk bisa diolah kemudian. Juga melihat kalau ada komentar yang dibuat pembaca di blogku, dan akan saya jawabi. Kemudian mempersiapkan Inspirational Quotes yang akan saya sajikan via Twitter dan Facebook, terkadang juga di LinkedIn. Tiap pagi akan saya posting 3 inspirational quotes. Dan mobil pun sudah tiba di tempat olahraga jelang jam 06:00.

Olah Fisik

Komitmen sudah saya buat sejak lama, untuk olah raga pagi 4 kali seminggu. Porsi olah fisik termasuk cardio di treadmil atau cross trainer, latihan beban dan fleksibilitas, dan tidak lupa juga untuk latihan abdominal untuk menjaga agar perut tidak tumbuh tak terkendali, dengan situp 200 kali tiap latihan (4 x 50).

Di banyak kesempatan sengaja saya ceritakan kebiasaan ini, disamping untuk mengajak lebih banyak lagi untuk menjaga ketahanan fisik secara rutin, tetapi juga sekaligus membangun social control, karena setiap saat ada saja yang menanyakan tentang olahraga hari ini.

Untuk melengkapi aktivitas ini, di kantong celana saya juga selalu ada pedometer, yang akan menghitung berapa banyak langkah dalam sehari sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Target sehari adalah 10.000 steps.

Dengan persiapan mental spiritual dan fisik seperti itu, maka saya melangkah dengan penuh keyakinan memasuki kantor sebelum jam 08:00, sambil menyapa anggota tim yang sudah lebih awal tiba, dan mereka pun menjawabinya dengan senyum penuh semangat. Semua kami sepakat untuk setiap pagi membawa mindset positif, melalui program yang kami rancang bersama…

“We do not stop exercising because we grow old – we grow old because we stop exercising.” (Dr. Kenneth Cooper)

Bookmark and Share

14 Responses to Mengawali Hari Menyemangati Diri

  1. Merza says:

    Luar biasa Pak Josef, sesuatu yang patut ditiru. Pantas saja Bapak terlihat senantiasa muda dan damai…

    • josef josef says:

      Terima kasih Merza, mulai dengan komitmen dan janji pada diri sendiri. Kemudian laksanakan secara konsisten, disiplin diri, ngga peduli orang lihat atau tidak. Dan kalau saya bisa, pasti Merza juga bisa

  2. Doris Maruli Purba says:

    semua bermula dari diri kita ya Bapak..pancarkan hal-hal positif dan akan berdampak lebih baik buat diri kita & sekitar.
    Terima kasih Bapak Josef. Salam

    • josef josef says:

      Terima kasih Doris. betul sekali, mulai dari diri kita sendiri, tapi disertai dengan disiplin. Kita harus memulai, banyak tantangan, tapi kita juga belajar dari tantangan tersebut. Semoga kisah ini menginspirasi Doris untuk mengambil langkah !

  3. Andina says:

    Saya terharu paak 😀

    • josef josef says:

      Terima kasih Andina, sekaligus penasaran ingin tahu apa yang membuat Andina terharu. Tapi nanti off line saja. Terima kasih mengunjungi blog dan menyimak kisah ini

  4. Banis says:

    Thank you pak, for the reminder to always make time to realize how blessed we are… 🙂

  5. Meisia says:

    Terinspirasi utk membeli pedometer jg nih…

  6. josef josef says:

    Terima kasih Mei, jangan kaget kalau dimana2 sulit cari Pedometer, karena minat orang utk olahraga semakin tinggi

  7. ratih says:

    Tulisan Bapak di atas mengingatkan saya akan banyak hal seperti pentingnya disiplin pribadi utk melaksanakan komitmen yg kita buat sendiri… Hal menarik lainnya adalah Pak Josef menggunakan format “bold” untuk kalimat jangan ditiru kebiasaan tidur selama 5 jam sehari (ada juga kebiasaan Pak Josef yg disarankan utk tidak ditiru ^_^). Terima kasih Pak utk selalu mengingatkan kita mengenai pentingnya mindset positif, menjaga kesehatan tubuh, pentingnya keluarga dan hal-hal positif lainnya…

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih, terutama untuk rutin mengunjungi dan menyimak kisah di blog ini. Berbagai hal positif yang dipaparkan disini sekaligus untuk mengajak lebih banyak teman lagi untuk melakukan refleksi dan memutuskan apa yang akan dipilih dalam perjalanan selanjutnya

  8. chris says:

    Pertama melihat tulisan ini, saya terpacu untuk menerapkan nya dalam kehidupan saya sehari2, luar biasa, so inspired

    • josef josef says:

      Terima kasih Chris, kebiasaan kecil yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Silahkan memulai, yang penting disiplin. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan