Nilai Tambah di Waktu Luang

Posted on November 19th, 2013

“Promise me you’ll always remember: you’re braver than you believe, and stronger than you seem, and smarter than you think.” ( A.A. Milne)

MEMULAI HARI dengan mindset positif, akan membuat kita termotivasi untuk menjalani hari-hari kita, dan tidak sedikit pun memberikan tempat untuk rasa “bosan” atau “membosankan” mampir dalam pikiran kita.

Biarkan Pikiran Kita Leluasa Berkelana

Pagi itu, dari kaca jendela tempat saya berolah raga, saya mengamati seorang pekerja proyek. Dia masuk di pintu gerbang sambil membawa bungkusan, kemudian mencari tempat di bawah pohon,  sejenak terdiam memandangi bungkusan dan mulai membukanya, ternyata makanan. Dan kelihatan dia menyantap dengan nikmatnya.

Saya membayangkan dia terdiam tadi untuk berdo’a mensyukuri nikmat itu, sambil berpikir bahwa ini akan memberikan ekstra energi untuk bekerja seharian demi menafkahi keluarganya. Di tengah latihan beban di gym, sambil minum dan istirahat sejenak, saya melirik keluar jendela yang sama, kini pekerja tersebut sedang menelpon. Kembali saya membayangkan dia menelpon istrinya untuk menanyakan keadaannya, apakah anak-anak sudah sarapan dan berangkat sekolah, atau apakah di rumah baik-baik saja, dan seterusnya.

Saya mencoba mengisi beberapa menit kekosongan ini dengan membuat kisah imajinatif positif tentang apa yang sedang terjadi. Dan saya tidak membuat imajinasi negatif, walaupun saya bisa melakukannya. Lengkapnya, ini adalah rekaman fotonya.

Berapa Banyak Waktu Luang yang Dimiliki??

Ada penanya, lewat Twitter:

“Good morning. Have you ever feel bored with your daily activities, sir ? What will you do to solve it ? Thank You.”

Saya pun serta merta memberikan tanggapan:

“Feel bored? 1) I have erased that word from my mind. 2) Fill in spare time with positive things. 3) Try to do new things.”

Selagi banyak orang mengeluh tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan atau untuk mengerjakan urusan keluarga atau lainnya, kita mungkin tidak menyadari bahwa kita telah memberikan ruang untuk pemikiran negatif dan tidak produktif mampir dalam pikiran kita dan mengisi waktu luang yang ada.

Mari kita buat daftar waktu-waktu luang kita sehari-hari:

Berapa menit atau jam selama akir pekan, Anda tidak tahu membuat apa?

Berapa lama dalam perjalanan pergi dan pulang kantor di mobil atau bis, apalagi kalau macet, Anda mulai gelisah, merasa bosan dan mulai mengeluh??

Berapa hari dalam sebulan, hari kerjamu terasa panjang dan lama sekali karena yang dikerjakan kurang, atau tidak tahu apa yang mau dikerjakan??

Berapa sering berada di bandara, waktu menunggu cukup banyak karena datang kecepatan atau karena pesawat delay?

Bahkan untuk mengambil cuti saja, berapa sering bingung mau kemana atau mau ngapaian kalau mengambil cuti??

Waktu-waktu luang tersebut potensial disia-siakan begitu saja, tapi yang lebih menyedihkan adalah kalau kita mulai mengeluh bahkan menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya. Kisah imajinatif di atas, hanya sekedar contoh bagaimana mengisi beberapa menit waktu luang secara positif.

Pagi yang Mentukan Perilaku Sepanjang Hari

Melalui program FISHFun di tempat kerja, kami memperkenalkan dan mengajak tim untuk memulai hari-harinya dengan do’a dan berjanji pada diri sendiri untuk berperilaku positif sepanjang hari, di manapun dia berada, terutama di tempat kerjanya. Choose Your Attitude, adalah salah satu falsafah FISH yang menjadi landasan.

Kalau Anda memilih untuk senyum ketika ketemu teman, maka itu akan dilakukan. Kalau pilihan adalah iklas membantu teman yang nampak membutuhkanmu, diminta atau tidak, maka itu akan terjadi. Pikiran dan perilaku positifmu itu akan menarik mereka yang juga punya pikiran dan perilaku positif yang sama.

Bila itu sungguh terjadi, maka di unit tempat kerja kita akan berkumpul energi positif, yang akan memberikan semangat extra pada semua yang ada di sekitarnya. Dan hasil sampingannya adalah dalam jangka panjang  tidak ada tempat lagi untuk hadirnya pikiran negatif. Universe akan siap membantu kita tanpa kita sadari.

Cara Sederhana Mengisi Waktu

Kembali ke berbagai daftar waktu luang tersebut di atas, cara kita menjawabnya akan menentukan apakah kita sendiri masih akan memberikan kesempatan untuk yang namanya “bosan” atau “membosankan” hadir dalam perbendaharaan di pikiran kita.

Kita ambil saja contoh dua jam di mobil dalam kemacetan di jalan. Berapa banyak pesan Twitter yang isinya mengeluh?? Saya biasanya mengisi waktu tersebut dengan membaca komen di blogku  dan memberikan respon, termasuk kalau ada email pribadi yang perlu ditanggapi. Menelusuri media sosial untuk melihat trend news hari ini, membaca penggal headline berita Koran yang menarik di Twitter atau blog, menelusuri artikel menarik di internet atau blog-blog favorit, atau bahkan menyiapkan ide-ide untuk penulisan artikel di blog atau bahkan membuat beberapa paragraph draft artikel, yang akan saya sempurnakan pada kesempatan berikutnya.

Di kesempatan lain,  sambil menunggu beberapa menit pesanan makanan kami disajikan di restoran, saya mengajak putri saya untuk mengamati semua pelayan yang sedang bekerja. Lalu masing-masing kami akan memberikan komentar, seandainya saya adalah pemilik restoran, saya akan memilih atau tidak memilih pelayan tertentu, dan apa alasannya. Tidak ada yang ilmiah dari hasil pengamatan tersebut. Saya hanya mengajak putri saya untuk membiasakan diri mencermati apa saja yang ada di sekitarnya, barangkali ada pembelajaran yang bisa diambil, seberapa pun kecilnya itu.

Di pagi hari yang hening menuju tempat olahraga, sekitar jam 05:30 pagi, saya selalu gunakan untuk mengisi pikiranku dengan membaca quotes inspiratif dan juga membagi tiga quotes kepada teman-teman via Twitter, Facebook dan LinkedIn. Ini sekaligus menawarkan cara mengisi pagi hari secara positif, di samping cara-cara lain yang sudah dipunyai oleh teman-teman.

Penggalan waktu manapun bisa memberi nilai tambah positif dalam kehidupan ini atau sebaliknya membosankan dan mengecewakan. Seperti kata Dylan Thomas: “Orang yang membosankan saya adalah saya sendiri.” Atau lebih dipertegas lagi (agar tidak menyalahkan orang lain atau lingkungan) oleh Buscaglia: “Jika Anda bosan, itu karena Anda membosankan.” (*)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET