Sepenuh Hati

Posted on January 22nd, 2016

“In the same measure in which you wish to receive, you must give. If you wish for a whole heart, give a whole life.” (Vikrant Parsai)

MEMBERIKAN MAKNA untuk dipahami, tidak semudah membaca rentetan kata-kata dalam kamus. SEPENUH HATI, nampak sangat mudah dipahami siapa saja. Dan kita sering merasa kalau sudah mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati. Namun agar terus saling mengingatkan, tim menganggap perlu untuk mengangkat tema ini untuk perayaan Natal Perusahaan tahun ini. Rujukan dari Kolese 3:23:

“Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan bukan untuk Manusia.”

Perayaan keagamaan seperti ini (dan juga untuk agama lainnya) ditujukan juga untuk membangun sekaligus mempertebal “Spiritual Capital” di kalangan karyawan. Nilai-nilai yang sudah hadir di perusahaan akan saling mendukung dan sekaligus memudahkan pemahaman dan pelaksanaan. Lalu bagaimana kita memahami tema di atas?

1

Tanpa Pamrih

Contoh paling mudah yang bisa kita temui di depan kita setiap hari guna memahami makna “Sepenuh Hati” adalah Kasih Ibu yang hanya memberi tak harap kembali. Kasih yang dituangkan sepenuh hati oleh seorang ibu, dalam situasi apapun, dia akan melakukan yang terbaik untuk anaknya. “Bagai sang Surya menyinari dunia.” Demikian sepenggal lirik lagu. Contoh ini juga yang disodorkan oleh Romo yang memimpin perayaan natal hari itu.

Sebagai karyawan, kita tidak akan mengharapkan hasil unggul (excellence) kalau setiap unsur tidak bekerja sepenuh hati. Bagi yang rajin berdoa, mencari dan berusaha menemukan Tuhan, carilah Tuhan dalam kebaikan di setiap langkah karya kita, di manapun kita berada, dalam peran apa saja. Hendaknya setiap kita bisa menjadi terang, sepenuh hati menuntun banyak orang melalui peran kita masing-masing.

2

Tanpa Agenda Ganda

Tulus, tidak merasa terbebani, ikhas mengerjakan, tulus membantu kawan, tidak menunggu disuruh, menyelesaikan pada waktunya, tidak menunda, bekerja ketika ada pimpinan hadir atau tidak, bukan untuk pujian, kalau harus lebih dari yang seharusnya, akan dilakukan untuk mengukur kemampuan, mau menolong kawan dll. Demikianlah beberapa istilah untuk mengungkapkan sekaligus menjelaskan makna: “Sepenuh Hati”

Dalam keseharian kita, bekerja sepenuh hati harus dikaitkan dengan tata nilai yang berlaku di perusahaan:

“Dengan Disiplin sebagai falsafah hidup, kami menjalankan usaha kami dengan menunjang tinggi integritas; kami menghargai seluruh pemangku kepentingan dan secara bersama-sama membangun kesatuan untuk mencapai keunggulan dan inovasi yang berkelanjutan.”

Penulis Lolly Daskal memberikan penekanan, bahwa dalam lingkungan yang bekerja dengan sepenuh hati dan penuh syukur, tidak ada tersisa ruang untuk mengeluh:

“Gratitude opens our hearts. Give thanks for all that is good, for all that you have, and for every good thing that is on its way to you. Simply put, count your blessings. There’s not much room for complaining in a whole-hearted life.”

Lingkungan seperti itu, tentu saja tercipta bila para pemimpin dalam organisasi memberikan contoh, dan sekaligus mendorong semua timnya untuk bekerja sepenuh hati. Dengan berbagai momen seperti ini, kita selalu diingatkan untuk refleksi, melihat diri sendiri. Dengan komitmen untuk terus bekerja sepenuh hati, mudah-mudahan setiap individu bisa berperan sebagai lilin yang menerangi sekitarnya.

“The best way to inspire people to superior performance is to convince them by everything you do and by your everyday attitude that you are wholeheartedly supporting them. – Harold S” (Geneen)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih mba Malla, setiap kita punya keunikan yang bisa dibagi kepada orang lain. Terkadang kita gunakan...

Malla Latif:
Setiap baca refleksi dari Bapak selalu bikin berhenti sejenak dan re-align arah hidup. Terima kasih ya...

josef:
Terima kasih mba Yana, kita semua sedang belajar asalkan kita membuka mata dan hati kita untuk menyimak semua...

Sriroosyana:
Saya belajar, Saya sedang menjalaninya satu per satu Doakan saya ya, Tata..

josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam


Recent Post

  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice
  • Menjadi Manusia yang Layak Diikuti
  • Tiga Cermin di Momen Bahagia
  • Coaching Conversation dan Human Transformation
  • Memberi Ruang Menumbuhkan Masa Depan
  • Winning at Home: Sumber Energi yang Sering Kita Lupakan
  • Legacy Yang Melampaui Waktu
  • Legacy Yang Melampaui Waktu