Seremoti Merajut Kebersamaan

Posted on August 28th, 2015

“Perhaps we could enjoy ordinary, everyday life more if we learned to celebrate the ordinary.”  (Joyce Meyer)

LAIN PADANG LAIN BELALANG, lain lubuk lain ikannya. Lain daerah beda pula kebiasaan di sana. Termasuk di dalamnya kebiasaan untuk menenun kebersamaan, merekat setiap anggota masyarakat dan bagaimana melestarikannya.

Tentu saja peran tua-tua adat dan juga para pemimpin formal/informal sangat menentukan hal ini. Dalam perkembangan zaman dewasa ini, seleksi alami akan menentukan mana yang perlu dilestarikan, mana yang perlu disesuaikan dan mana yang perlu ditiadakan karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan dewasa ini.

Penerimaan Secara Adat

Dua putra-putri Lamalera ini sudah malang melintang di bidang Pelayanan di luar kampung: Pater Piter D. Bataona svd dan Sr. Sintha Bataona CB. Keduanya sudah 25 tahun melayani masyarakat sesuai dengan perutusan masing-masing.

Hari itu masyarakat Suku Bataona dan masyarakat Lamalera lainnya, secara adat menerima mereka masuk desa, masuk ke dalam rumah suku. Mereka sudah lama berkiprah di luar, karena itu ada alasan yang kuat untuk menghadirkan mereka di tengah masyarakat desa untuk sebuah Perayaan Syukur.

Foto1

Beberapa banner sudah terpasang, dan hiasan sederhana telah dirangkai di pinggir jalan. Di ambang masuk desa, kedua Yubilaris disambut Tiga Rumah Besar Suku: Suku Lakawolo, Lengobele, Asimu. Di tengah kampung, menjelang Rumah Besar Bataona, mereka sudah dihadang penyambut yang membawa tuak, rokok dan sirih pinang. Ini merupakan sajian dalam acara penerimaan.

foto2

Mereka dikalungi kain sarung, disuguhkan tuak, rokok dan siri pinang. Selanjutnya diarak ke rumah Besar Bataona diiringi lagu daerah (lie knatap).

Beberapa rekaman berikut, situasi di Rumah Besar Bataona.

foto3

Sambutan di Gereja Paroki

Perjalanan mengarak kedua Yubilaris ini berujung di Gereja, setelah menempuh jarak 3 km berjalan kaki, disambut oleh pastor paroki dan umat yang berkumpul, dengan lagu:

“Semua bunga ikut bernyanyi, gembira hatiku…. Segala rumput pun riang ria…Tuhan Sumber gembiraku”…

Dalam gereja, luar gereja, alam semesta turut bergembira di hari yang memang menggembirakan.

Seremoti, Pesta rakyat

Ada moment tertentu di desa ini, Lamalera Lembata, di mana masyarakat akan berkumpul dan makan bersama di pantai. Acara ini disebut Seremoti.

Dalam moment penting seperti tersebut di atas, keluarga kami menganggap layak untuk mengangkat kebiasaan itu. Semua yang diundang akan duduk sama rata di atas pasir tanpa alas. Di sini menggambarkan kesamaan tanpa pandang pangkat, jabatan, titel, derajad, dan lain-lain.

Selanjutnya ada yang akan membagikan keleka (besek) kosong. Kemudian diikuti dengan petugas yang akan membagi nasi, dan yang terakhir adalah membagi daging. Setelah semua kebagian, maka akan dimulai makan bersama.

Seremoti, Lamalera Lembata by Josef Bataona

Semua ini dilakukan masih dalam tema mensyukuri 25 tahun Pelayanan kedua Yubilaris. Lamalera sedang bersyukur mempunyai kedua putra/putri yang sudah memenuhi komitmen mereka untuk tugas perutusan. Tapi momen ini juga digunakan untuk terus merajut kebersamaan, bersatu dalam keseharian, hidup rukun dan damai.

“Develop an attitude of gratitude, and give thanks for everything that happens to you, knowing that every step forward is a step toward achieving something bigger and better than your current situation.” (Brian Tracy)

Bookmark and Share

6 Responses to Seremoti Merajut Kebersamaan

  1. Pieter Bataona says:

    Terimaa kasih dear tata jos utk sharing pikiran dari rangkaian pesta syukur di Lamalera. Saya mau garis bawahi bahw syukur dan cinta kasih /gratitude and love adalah sikap positip yg ada asali pada tiap orang..perjalanan waktu ratio menjadi dominan dalam logika dan argumen yang pada gilirannya menjadi selaput yang membayangi perasaan syukur dan kasih..
    Thanks. Pieter

    • josef josef says:

      Terima kasih pater untuk highlightnya. Perjalanan waktu turut menentukan apakah perilaku positif, seperti “mensyukuri” akan semakin tebal karena terus dipupuk, atau swbaliknya. Ikuti postingan lebih lanjut tentang perayaan syukur di Lamalera

  2. Vina says:

    Jika boleh ikut berbagi pengalaman tentang Lamalera…sungguh suatu daerah dengan pesona alam, budaya dan keyakinan yang luar biasa mengagumkan. Mendadak menjadi ‘kampungan’ kala menikmati keindahannya…Membuat jiwa & raga ini tak ingin beranjak pulang dan sungguh tepat sekali kalimat yang satu ini…Aku pasti kembali lagi. Lets visit Lamalera…:)
    Thank you Bp Josef atas kesempatan yang diberikan. Salam.

    • josef josef says:

      Senang bahwa Vina sungguh menikmati pesona alam dan budaya Lamalera. Semoga tiba waktunya bisa berkunjung lagi dan bisa mengajak lebih banyak teman2nya kesana. Terima kaaih sudah menyimak kisah ini

  3. Agnes Keraf says:

    Ungkapan paling nyata dari rasa syukur adalah ‘berbagi’. Seremoti menjadi contoh. Semoga ‘nilai-nilai’ seremoti semakin menjadi bagian hidup kita. Lamalera…memang kaya dengan nilai-nilai kehidupan, termasuk pesona alamnya. Terima kasih Tata…

    • josef josef says:

      Terima kasih Ina Agnes, banyak nilai kehidupan yang hanya bisa bermakna kalau kita sadari dan sengaja mengangkatnya menjadi pembelajaran kehidupan, sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ikuti posting berikutnya tentang Perayaan syukur bersama masyarakat, postingan kemarin, dan masih ada dua lagi. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan