Tebar Cahaya Kebaikan

Posted on December 23rd, 2016

“Why not dare yourself to become a shinning positive light where darkness is the only thing known?” (Edmond Mbiaka)

ADA CAHAYA ADA SUKACITA. Pancaran cahaya sukacita nampak dari wajah seseorang yang sedang bergembira. Berita tentang sinar listrik yang baru menyala di rumah kami lebih dari 30 tahun lalu, menambah sukacita kami setelah menghuni rumah baru selama sebulan tanpa listrik. Semua bertepuk tangan meriah menyambut terang dari kelap-kelip lampu yang barusan dinyalakan.

Dari ketiga ungkapan tersebut di atas, kata cahaya, sinar atau terang, nampaknya tidak bisa dipisahkan dari suasana sukacita bagi kita umat manusia. Dan dari ungkapan terakhir, terang tersebut bisa menciptakan sukacita bagi ribuan, bahkan jutaan orang.

Dinantikan

Kami tahu kalau acara ini terjadi setiap tahun, sebulan menjelang Natal, Penyalaan Lampu Hias di jalanan utama kota ini. Perjalanan kami kali ini, tak ada kaitan dengan acara ini. Namun kami beruntung bahwa kali ini kami berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung acara ini selagi kami berada di sana.

Bahkan siang itu, supir taksi bercerita dengan penuh semangat bahwa pagi tadi dia baru mengantar satu keluarga tamu dari Indonesia yang menginap di hotel sekitar Marina, pindah ke hotel tempat kami menginap di Orchard Road, karena ingin menyaksikan acara itu. Jam 15:00 jalan-jalan utama tersebut sudah ditutup. Semakin sore/malam, semakin banyak orang yang memadati titik-titik utama acara penyalaan lampu hias.

Joy Menyebar dari Dalam

Apa yang ditunggu orang-orang di jalan tersebut? Tidak lain adalah Cahaya, Sinar, Terang dari lampu-lampu hias itu. Belum lagi tema tahun ini adalah “Spread the Joy”. Selain membagi sukacita bagi penduduk setempat dan pengunjung yang hadir malam itu, momen tersebut diharapkan bisa memenuhi hati semua orang dengan sukacita, dan pada gilirannya bisa menyebar sukacita itu ke manapun dia pergi. Karena kita tidak bisa membagi sukacita, kalau kita sendiri tidak mempunyai sukacita itu.

tebar-cahaya-kebaikan1

Secara fisik, kita memang membutuhkan terang, terutama di malam hari. Namun terang yang dihasilkan oleh sinar cahaya bisa dicerna bukan dengan mata tapi dengan perasaan, dengan hati. Pancaran sinar dari sebuah wajah yang sedang tersenyum, sudah bisa menumbuhkan sukacita di hati yang sedang galau. Semangat penuh kegembiraan yang dipancarkan dari dalam diri seorang inspirator melalui suara dan kata-katanya, dapat membangkitkan semangat yang dasyat dari pendengarnya. Bahkan senyum di wajah seorang yang menerima kebaikan yang disalurkan melalui tangan kita sudah memberikan dampak berlipat ganda.

Jadilah Terang

Kalaupun dalam kehidupan ini kita berhadapan dengan kegelapan, kita tidak bisa hanya berdiam diri mengharapkan kegelapan itu akan dihalau oleh kegelapan, seperti kata bijak ini:

“Darkness cannot drive out darkness: only light can do that. Hate cannot drive out hate: only love can do that.” (Martin Luther King Jr.)

Kita sendiri juga diharapkan secara proaktif membagi terang kepada lingkungan sekitar kita. Dengan demikian kegelapan akan pudar dan hilang dengan sendirinya.

“Don’t fight darkness – bring the light, and darkness will disappear.” (Maharishi Mahesh Yogi)

Sinar itu mulai kita ciptakan dari rumah, di dalam keluarga. Orang tua dan anak-anak turut berperan aktif dalam menciptakannya. Pohon natal yang hadir di halaman rumah kami ini, kiranya bisa terus mengingatkan kami sekeluarga akan tugas panggilan hidup ini, untuk senantiasa menjadi terang bagi yang lain, berbagi kasih dengan sesama yang membutuhkan.

tebar-cahaya-kebaikan2

Pikiran positif, perilaku positif, perbuatan baik, semuanya itu akan menciptakan sinar terang, karena tampilan yang bersangkutan bisa menjadi role model yang memancarkan inspirasi positif, menerangi yang lainnya, sekaligus menunjuk jalan agar yang lainnya pun terpanggil untuk berbuat baik.

Berapa banyak kali kita harus berbuat kebaikan itu? Pesan orang bijak: “Jangan pernah mengenal lelah untuk berbuat kebaikan, karena akan tiba waktunya kita menuai hasilnya, buah dari perbuatan baik itu.”

“We cannot hold a torch to light another’s path without brightening our own.” (Ben Sweetland)

Catatan: Karena kesibukan akhir tahun, tidak akan ada postingan di blog untuk Selasa (27/12), Jumat (30/12) dan Selasa (03/01/2017). Postingan baru akan hadir kembali Jumat (06/01/2017).

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses

roy:
Senang sekali bila malam itu saya bisa ikut bergabung, berbagi cerita, dan bersilaturahmi dengan pak Jos dan...

josef:
Terima kasih Denitri, pa Pungki sudah mulai membangun dialog untuk menemukan jalan agar CHRP bisa mendapat...

josef:
Selalu sehat dan jangan lupa olahraga rutin, serta ajak teman2 lainnya untuk ikut bersama2. Terima kasih Ratih

josef:
Terima kasih Ratih, kontribusi nyata bisa diberikan ditempat kerja, membuat diri kompeten karena terus...


Recent Post

  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love
  • Paduan Gotong Royong dan Growth Mindset
  • Train the Brain for Growth Mindset
  • Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan
  • Paguyuban dan Gotong Royong