Masa Depan di Tanganmu

Posted on October 7th, 2016

“Destiny is not a matter of chance, it is a matter of choice; it is not a thing to be waited for, it is a thing to be achieved.” (William J Bryan)

SAAT KULIAH BERAKHIR, itu bukan akhir dari perjalanan hidup ini. Karena muncul kembali pilihan ke depan, apakah mau masuk dunia kerja atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Bila pilihannya adalah dunia kerja, bidang apa kiranya yang akan dipilih. Tidak kalah pentingnya adalah, apa yang sudah dilakukan untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Ini penting karena modal dasar pengetahuan perguruan tinggi saja tidak cukup.

Beginilah Generasi Kini Bekerja

Melalui pemikiran mendalam, Eka memutuskan untuk meneruskan studi S2. Tapi di mana?

Mengandalkan internet, Eka mulai mencari Universitas. Fokusnya jelas: mendalami Marketing. Ada tiga pilihan yang diambil untuk bahan diskusi dengan kami, yang akhirnya dia memutuskan untuk melayangkan lamaran ke ketiga Universitas itu. Ternyata yang meresponse duluan secara positif adalah dari University of Southampton, UK.  Setelah memenuhi semua persyaratan, termasuk level kemampuan berbahasa Inggeris menurut standar IELTS, datanglah surat yang juga menggembirakan, bahwa berkat nilai akademis dan nilai Bahasa Inggerisnya, Eka mendapat potongan uang kuliah sebesar 25%, nilai yang memang tidak kecil.

1-masa-depan-di-tanganmu

Generasi MADING versus Digital

Internet terus memukau saya. Eka mulai selancar mencari apartemen di dunia maya. Eka kemudian memberikan kami berbagai opsi pilihannya, baik dalam konteks jarak ke kampus, lingkungan dan tentu saja tarif biaya. Bahkan Eka juga menampilkan kepada kami berbagai sisi apartemen dengan fasilitas google earth. Melihat kenyataannya begitu tiba di sana, kami merasa bersyukur sekali bahwa teknologi sudah membantu pengambilan keputusan yang tepat.

Apartemen Unilife, berada di samping Southampton’s Central Parks, taman seluas 21 ha yang terdiri dari lima open green spacesAndrews (East) Park, Hoglands Park, Houndwell Park, Palmerston Park and Watts (West) Park.

Taman ini masih mempertahankan design aslinya yang dibuat di tahun 1840-1850. Beberapa foto ilustrasi berikut ini.

2-masa-depan-di-tanganmu

Kebersamaan selama dua minggu bersama Eka di Southampton terus membuka mata saya tentang jarak generasi digital dan generasiku yang saya sebut Generasi Mading. Maksudnya, saya berasal dari generasi yang terbiasa dengan melihat pengumuman di Mading atau papan pengumuman atau surat/email pemberitahuan tentang sesuatu yang baru. Berikut contoh yang saya saksikan sendiri, dan saya tidak malu untuk berbagi:

  • Segala informasi tentang perkuliahan: registrasi, apa yang harus disiapkan, lokasi acara, program induksi dan lain-lain akan diketahui kalau mahasiswanya rajin mengintip web universitas. Tidak ada pemberitahuan/email langsung kepada calon mahasiswa. Belum lagi pembelian semua kebutuhan dia, kartu bus berlangganan, beli buku untuk kuliah, dan lain-lain hanya dilakukan melalui sentuhan computer dari apartemen.
  • Kami sempat mencari printer wireless kebutuhannya di sebuah store besar sesuai petunjuk di internet. Begitu tiba di sana hanya ditemukan ruangan besar dengan beberapa buku manual setebal satu jengkal dan banyak screen computer, tidak ada barang yang di-display. Kita harus memilih membuka buku manual atau mencari dengan menggunakan computer yang tersedia. Setelah menemukan yang dicari lewat computer dan confirm, system memberitahu untuk balik lagi dalam dua hari untuk membayar dan mengambil barang. Apakah akan dicoba di store, printernya berfungsi atau tidak? Ternyata tidak. Printer tersebut harus di-install sendiri di apartemen via internet. dan semua info tentang printer dan cara installment ini harus ditemukan dan di-download (bila diperlukan) di internet.

Saya sendiri yang masih merasa Generasi Mading, merasa betapa lebar jarak dengan generasi kekinian, walau ini hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan sederhana setiap hari. Belum lagi kita bicara tentang teknologi di tempat kerja, yang dibutuhkan untuk mengatur sistem yang lebih kompleks.

Pesan Ringan

Mixed feeling, antara gembira dan juga sedih harus berpisah. Keputusan Eka sudah bulat, demi masa depannya.

3-masa-depan-di-tanganmu

Karena itu sebagai orang tua kami memberikan restu, mendukung serta berdoa demi suksesnya.

Dalam suasana santai di apartemennya, kami mengedepankan pesan buat Eka:

“Eka bisa tiba di Southampton ini karena Eka sendiri percaya bahwa Eka:

  1. Bisa Mandiri
  2. Bisa jaga diri, paham mana yang baik mana yang tidak.
  3. Bisa belajar tentang kehidupan di samping belajar tentang bidang studi yang dipilih. Ada ragam manusia dan budaya yang perlu dipahami, banyak aspek kehidupan yang memerlukan kontribusi Eka.

Keputusan demi masa depan sudah diambil, teruslah melangkah untuk meraih cita-citamu. Dan setiap kali Eka melewati lantai 1 apartemen ini, kiranya pesan di dinding apartemenmu tentang nilai positif kehidupan akan selalu mengingatkanmu.”

4-masa-depan-di-tanganmu

Untuk sejenak, saya merasa kehilangan seorang guru dan teman diskusi tentang dunia digital, atau bertukar pikiran tentang generasi muda. Dan keputusan yang dia ambil, bukan merupakan keputusan tentang apa yang akan diperbuat. Tapi keputusan ini bisa  bercerita tentang siapa jati dirinya. Kata-kata mutiara berikut ini akan menggaris-bawahi pernyataan tersebut.

“Every decision you make – every decision – is not a decision about what to do. It’s a decision about Who You Are.” (Neale Donald Walsch)

Bookmark and Share

2 Responses to Masa Depan di Tanganmu

  1. tresita says:

    smoga ini pilihan terbaik buat eka ya om..kita semua mendukung dan berdoa smoga ini langkah awal menuju kebahagian dan kesuksesan buat kehidupan eka… aminnn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life