Pemberdayaan Perempuan

Posted on March 19th, 2019

“Limitations live only in our minds. But if we use our imaginations, our possibilities become limitless.” (Jamie Paolinetti)

PERSAHABATAN dijaga tetap solid sejak SMA. Kemudian mereka berpisah karena kuliah di luar negeri di negara yang berbeda. Tapi setiap liburan, mereka selalu sempatkan untuk bertemu, sekedar saling update, tapi juga menjajagi ide-ide tentang masa depan mereka usai kuliah. Dengan mengandalkan background kuliah atau pengalaman salah satu anggotanya yang bekerja di NGO, mereka bertiga mulai merancang sebuah langkah penting untuk mengangkat taraf hidup ibu-ibu di pedesaan, dibawah bendera yang mereka namai Du’Anyam. Di profil perusahaannya disebutkan: Du’Anyam is the brainchild of three friends with a shared passion towards socially conscious businesses: Chief Executive Officer Azalea Ayuningtyas, Chief Community Officer Yohanna Keraf, and Chief Marketing Officer Melia Winata.

Berikut foto bersama Ayu, Melia dan Hanna  di kantor Du’Anyam.

Pengembangan Komunitas

Sekedar mengingatkan kita, di tahun 2000 ada 147 kepala negara dan kepala pemerintahaan menanda-tangani deklarasi Millenium Development Goal (MDG), yang diadopsi 189 negara anggota PBB dengan target pencapaian di tahun 2015 yang berisi 8 butir:

  1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
  2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua
  3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
  4. Menurunkan angka kematian anak
  5. Meningkatkan kesehatan ibu
  6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya
  7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup
  8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Langkah Du’Anyam diimulai di Flores karena Hanna bekerja di NGO di Flores, dimana dia masih melihat masalah yang ada saat itu adalah: gizi kurang, kesehatan ibu dan anak. Ini memang tidak semata ada Flores saja, tapi juga di banyak daerah di Indonesia.

Awalnya, Du’Anyam berusaha memberdayakan para perempuan, membantu meningkatkan sumber dayanya yang sudah ada dan menghubungkan hasil ketrampilan mereka (menganyam) dengan pasar. Langkah ini sekaligus akan membantu ibu2 mengangkat diri mereka keluar dari masalah yang mereka hadapi. Kalau ibu2 tdk punya uang tunai, tidak bisa beli makanan bergizi, tidak bisa bayar ongkos transport ke puskesmas untuk layanan kesehatan gratis.

Potensi menganyam sudah turun temurun, tapi karena tidak ada pasar, anak2 muda tidak mau menganyam.

Wirausaha Sosial mulai Berbuah

Dari Flores, Du’Anyam mengepakkan sayap ke Lembata dan Papua. Kegiatan menganyam dilakukan dengan bahan bervariasi, lontar dan kulit kayu, sesuai yang tersedia. Issu yang diangkat tetap sama, pemberdayaan perempuan, peningktan gizi dan kesehatan ibu dan anak,

Pada tahun 2018, Du’Anyam telah menjadi satu-satunya wirausaha sosial dan satu-satunya perusahaan berbasis kerajinan yang terpilih menjadi official merchandiser ASIAN GAMES 2018, dan berhasil menjual lebih dari 15,000 produk.

Sejak 2018 produk mereka sudah masuk ke berbagai negara. Lebih 1000 pengrajin di 50 desa, merasakan peningkatan ekonomi; pendapatan mereka meningkat lebih 40%; dan perlu digaris-bawahi: 1200 ibu dan anak sudah mengkonsumsi makanan bergizi. Dan dengan uang tunai yang dipunyai, ibu-ibu dapat menyekolahkan anak dan juga berobat ke Puskesmas.

Du’Anyam juga memberikan 67 beasiswa kepada anak2 di daerah pemberdayaan. Dan yang menggembirakan juga adalah, Suara perempuan di daerah sudah mulai didengar

Tahun ini, Du’Anyampun terpilih menjadi Finalis KickAndy Hero Award 2019. Berikut foto mereka saat hadir di MetroTV untuk sharing sebagai finalis.

Kesempatan Berbagi

Dalam pengalaman yang terbilang baru, namun kiprah mereka telah menelorkan buah gemilang. Mereka dan tim terus berusaha untuk belajar. Dari masukan karyawannya, mereka ingin belajar dari praktisi.

Untuk itu, saya hadir untuk bercerita tentang pengalaman pribadi, merambah dari desa kecil di Lembata, menuju pentas Nasional dan Internasional.

Waktu sejam sharing Bersama BOD dan dua jam Bersama karyawan yang semuanya milenial, semoga bisa menginspirasi mereka bahwa semua kita punya potensi, punya harapan untuk sukses. Karena itu, buka diri untuk terus belajar menjadi lebih baik dari hari ke hari, karena anda sendirilah yang menjadi penentu sukses masa depanmu.

Dengan terus meningkatkan kualitas karyawannya, kita semua berharap sekaligus mendoakan semoga cita-cita Du’Anyam akan tercapai, yaitu: Bisa mengembangkan kegiatannya ke daerah lain di Indonesia, sambil tetap memegang teguh ketiga pilar dampak sosialnya, yakni: Memberdayakan Perempuan, Mempromosikan Budaya, dan Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan.

“Don’t judge each day by the harvest you reap but by the seeds that you plant.” (Robert Louis Stevenson)

Bookmark and Share

4 Responses to Pemberdayaan Perempuan

  1. mudji says:

    Masyaa Allah, terima kasih atas sharingnya Pak

    Utk Hanna, Ayu & Melia, semoga Allah melimpahkan banyak rahmat-NYA. Aamiin

  2. Ratih says:

    Wah keren banget perusahaannya … Anak-anak muda yang berpikir dan bertindak untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat yang membutuhkan. Hebat..

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih, banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperlihatkan kepedulian pada masyarakat dan lingkungan. Mereka memilih cara itu, masing-masing kita mungkin punya cara berbeda sesuai dengan situasi sekitar kita. Intinya adalah tulus peduli pada yang lain. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Ratih. Semua kita punya kontribusi untuk menciptakan lingkungan untuk tumbuh kembangnya mindset...

Ratih:
Penutupnya keren Pak, “fokus pada solusi”. Hal ini akan mudah diterapkan jika kita punya mindset...

josef:
Terima kasih Ratih, sungguh cantik, hanya terbatasnya ruang untuk penyajian saya di blog. Salam

Ratih:
Cantik sekali ya Pak pemandangannya..

josef:
Terima kasih Tromol untuk waktunya menyimak kisah ini. Banyak momen hadir dihadapan kita, untuk mengingatkan...


Recent Post

  • Kick-off Coaching Program
  • Suasana Penuh Kedamaian
  • Jadikan Pelajaran Berharga
  • Swedia Negara Ribuan Pulau
  • World’s Happy Countries
  • Indahnya Ciptaan Tuhan
  • Meaning dibalik Aktivitas
  • Optimisme Pekerja Mandiri
  • Positive Organization
  • Benih Positif di Taman Kehidupan