Apakah Anda Bisa Diandalkan?

Posted on April 29th, 2014

“When you hire people that are smarter than you are, you prove you are smarter than they are.” (R.H. Grant)

SEORANG KAWAN memasuki lift, membawa sepuluh orang lainnya ke lantai 8. Pintu lift tertutup setelah dia menekan tombol untuk menutup pintu. Mereka terus asyik ngobrol karena tidak ingin kehilangan momentum kebersamaan. Sesekali terdengar ledakan tertawa serentak, digelitik oleh guyonan salah satu dari mereka.

Tanpa disadari, mereka sudah hampir semenit di dalam lift itu, dan pintu lift pun terbuka karena ada yang menekan tombol dari luar. Wajah kaget menyeruak, setelah tahu mereka masih berada di lantai lobby. Ternyata, mereka lupa menekan tombol 8, tempat lantai tujuan berada.

Apa jadinya, kalau tidak ada yang menekan tombol dari luar?? Mereka akan berada di tempat. Atau ada panggilan dari lantai 15 atau 20?? Bisa juga, mereka akan terbawa (tanpa mereka inginkan) ke lantai lain.

Keputusan Memilih Team

Contoh sederhana dari cerita di atas, memberikan kita dua pelajaran:

  • Pertama: Kalau pimpinan tidak punya visi, tidak jelas mau kemana, anggota timnya juga akan jalan di tempat atau akan tiba di tempat yang tidak diinginkan. Dan pimpinan itu bertanggung jawab atas apa yang dialami oleh anggotanya.
  • Kedua: anggota team yang ada tentu merupakan pilihan. Talenta mereka akan saling mendukung, saling mengisi. Dan mereka bersedia mengikuti pimpinannya, karena yakin akan memperoleh nilai tambah dalam kehidupan mereka selanjutnya.

Memang pimpinan yang memilih anggota tim, tapi dalam perjalanan selanjutnya, anggota tim juga akan bertanya: “Apakah pimpinan kita dapat diandalkan??” Pimpinan ini yang dibekali dengan Senior Management Development Program agar mereka terus belajar menghadapi berbagai perubahan.

photo

Can I Count on You??

Salah satu pertanyaan kunci dalam melakukan Coaching adalah: “Can I Count on You?” Pertanyaan ini diajukan setelah ada kejelasan akan follow-up action yang disusun oleh coachee, hasil dari fasilitasi selama proses coaching berlangsung.

Apakah saya dapat mengandalkanmu? Dengan kata lain: Apakah saya bisa mempercayaimu untuk melakukan tindak lanjut, karena rencana yang dibuat sang coachee pada dasarnya adalah sebuah janji. Pertanyaan ini perlu untuk menegaskan bahwa rencana itu adalah rencanamu, sebuah komitmen, sebuah janji. Jangan sampai tingkat kepercayaan akan berkurang, hanya karena dia ingkar janji.

Walaupun anggota team yang mendapat coaching itu sudah dapat diandalkan, namun berbagai pertanyaan afirmasi masih diperlukan dalam menutup sesi itu: “Apakah ada sesuatu yang diperlukan lagi dari saya? Apakah Anda bisa diandalkan, tanpa pengecekan dari saya?” Pertanyaan tersebut untuk meyakinkan bahwa bawahan tersebut dapat diandalkan.

Namun perlu dicatat bahwa “accountability” itu selalu dua arah. Ketika Anda sebagai atasan menerima janji bawahan untuk follow-up, tanpa disadari, Anda pun terikat janji untuk mendukung anak-buah tersebut untuk berhasil.

”When you focus on developing your team, everyone wins: you, your team, your organization.” (@DanVForbes)

Mempercayai Anggota Team

Salah seorang teman yang baru selesai belajar Leadership dari CCL (Center for Creative Leadership) berkenan membagi kepada group kami di HRDF (HR Directors Forum) tentang “12 Lessons of Leadership Experience in Asia”. Dan Lesson 4 berbunyi:

“Grow Yourself by Growing Others”

Yang utama membedakan antara “good leader” dan “great leader” adalah kebiasaan mereka mencari berbagai upaya untuk mengembangkan tim sekitar mereka. Para pimpinan ini pun sadar sepenuhnya bahwa mereka seharusnya terus belajar. Salah satu sumber belajar, adalah dengan terus mengembangkan anak buahnya.

Kenapa pimpinan ini harus terus belajar?? Jawaban sederhana adalah tuntutan zaman sekarang atau di masa mendatang tentu berbeda dengan masa lalu. Karena itu, pimpinan harus terus belajar untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, jangan sampai ketinggalan.

Semakin pandai anggota tim, semakin mereka dapat diandalkan untuk mandiri, dan semakin siap untuk mengambil tanggung-jawab yang lebih besar lagi.

“Surround yourself with people who make you better, and cherish every moment of your time together.” (@LollyDaskal)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET