Sharing Anak-anak melalui Musik

Posted on July 3rd, 2012

KOMUNIKASI sudah dilakukan seminggu sebelumnya. Semua sudah tahu bahwa Senin pagi ada Morning Briefing. Tapi tema apa gerangan kali ini? Di tempat-tempat strategis dipasang berbagai poster. Melalui email pun dikirimkan undangan, pemberitahuan dengan poster yang menarik.

Ada poster biola, sudah hadir  5 pemain biola, seorang pemain keyboard satu penabuh Cajone. Dan temanya “It’s All about LOVE”. Semua ini hadir di tengah-tengah kami di hari Senin pagi. Untuk apa semua ini?

Belajar dari anak-anak

Pagi itu anak-anak berusia 13-14 tahun dari Vox Caritatis, hadir untuk mengajarkan kami banyak hal dalam kehidupan ini:

  1. Mereka memperkenalkan diri sebagai murid sekolah, yang terus mencari sisi lain dari kehidupan sekolah mereka, untuk mengimbangi kejenuhan belajar. Mereka sudah mandiri, membeli berbagai perlengkapan dari uang saku sendiri, tidak perlu bayar guru, cukup membayar iuran Rp 25.000 per bulan untuk membiayai keperluan mereka.
  2. Komunitas ini tidak harus jago musik, tapi mampu belajar musik dan bisa merasakan kebersamaan dalam bermain musik.
  3. Melalui latihan musik, mereka belajar (dan mereka mengharapkan kita belajar dari mereka) berteman, disiplin, saling berbagi dan saling menginspirasi, walaupun mereka belajar di rumah masing-masing secara bergantian.
  4. Anak-anak yang sudah tingkat 4, sudah mendapat tugas tambahan sebagai pengajar peserta baru di tingkat 1. Tentu saja tidak ada honor untuk ini. Mereka mendapatkan kepuasan dari kegiatan ini.

Acara dimulai dengan permainan musik “LOVE”, Natalie Cole, dan semua diajak bernyanyi bersama. Mereka ingin membagi keyakinan mereka yang tertuang dalam Mission Statement Vox Caritatis:

“Memberikan pendidikan bagi anak-anak melalui komunitas belajar musik yang positif (menyenangkan, menantang dan fair) sehingga nilai-nilai yang ditularkan oleh musik, seperti: keindahan, kedamaian, kesederhanaan, kejujuran, kerjasama, disiplin, keinginan untuk berprestasi, dan rela berbagi, dapat diserap dan ditampilkan oleh anak dalam kehidupan sehari-hari”

FishFun Philosophy

Dalam posting terdahulu, sudah kami paparkan tentang upayah menciptakan sendiri lingkungan kerja yang nyaman dan disenangi, berdasarkan 4 falsafah:

  1. Choose your attitude: setiap hari kita diawali dengan memilih perilaku apa yang akan saya tampilkan hari ini? Positif atau negative? Senyum atau cemberut? Peduli atau cuek? dan lain-lain.
  2. Make their day: Banyak kawan-kawan kita, yang tanpa kita sadari sedang galau, dihantui berbagai problem. Hanya dengan sebuah pendekatan positif, dengan sebuah senyum, kita sudah membuat dia cerah kembali.
  3. Be there: kita hadir setiap saat untuk melayani sesuai fungsi kita masing-masing, baik di tempat kerja, keluarga ataupun masyarakat. Terkadang, secara fisik kita ada, tapi pelayanan kita tidak dirasakan oleh yang membutuhkan.
  4. Play. Kita bisa bekerja sambil mendapatkan sisi FUN dari pekerjaan itu.

Anak-anak pagi itu hadir untuk mendemonstrasikan bagaimana mereka meramu ke-empat elemen tersebut dalam belajar dan bermain musik.

Corporate Values

Secara gamblang, mereka pun mendemonstrasikan bagaimana menginterpretasi Corporate Values: Caring, Honesty, Team Work, Passion for Excellence dan Disciplined Professionalism, melalui musik. Mereka belajar bersama, saling peduli untuk kemajuan masing-masing, saling mendukung untuk membangun personal professional trustworthiness, meramba ke tingkat prestasi lebih tinggi dengan melakukan latihan secara disiplin. Dan excellence di bidang musik yang ingin diraih adalah: keindahan harmoni, yang membuat pendengarnya turut larut dalam alunan melodi dan lirik lagu.

Ini adalah bentuk kreatif dari Morning Briefing, juga bentuk yang berbeda untuk re-inforce pemahaman Corporate Culture. Terima kasih anak-anak Vox Caritatis, asuhan Arif Priharsanta. Ini sekaligus merupakan sharing session dari karyawan kami Arif Priharsanta, tentang passion-nya di bidang musik yang dia jadikan kendaraan untuk mencapai balanced life-nya. (*)

Bookmark and Share

11 Responses to Sharing Anak-anak melalui Musik

  1. farida says:

    woww… kereennn.. ^^
    suasana yang menyenangkan dan mendukung corporate value selalu ditunjukkan.

    maju teruss karyawan indonesiaaa hehhehe

  2. A very interesting idea, Pak. Company saya juga selalu ada morning briefing tapi tidak terpikirkan untuk membuat morning briefing itu menjadi lebih menarik dan juga untuk bicara ttg Corporate Values. Thx untuk sharingnya, Pak. Terutama untuk filosofi FishFun nya.
    Keep on inspiring 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Agus, itulah alasan saya membuka blog utk berbagi cerita. Kalau Agus punya cerita, silahkan bagi kepada kita. Salam

      • Actually saya butuh pendapat Bpk.
        Saat ini saya dan bos sdg mengalami dilema dgn salah satu tmn kantor yg merupakan salah satu org lama, key person dan juga seorang team leader tapi ternyata baru diketahui memiliki values yg berbeda dgn values perusahaan terlebih belum punya mindset as a true leader. Mohon sarannya Pak bagaimana Bpk menangani people yg spt itu?
        Apakah ada cara lain selain kita berpisah dan menjalani values yg kita yakini sendiri2? Karena dibiarkan terlalu lama juga takutnya attitude dan values teman tsb akan berpengaruh pada anggota timnya. Terima kasih sebelumnya atas jawabannya, Pak.

        • josef josef says:

          Dear Agus, ada beberapa catatan dari ceritamu: orang lama, key person, team leader, punya values berbeda. Ada beberapa pertanyaan:
          1. Sudah berapa lama ybs di posisi sbg leader ?
          2. Sejak kapan diketahui ttg beda Values seperti itu ? Dimana persisnya perbedaan values itu ?
          3. Bagaimana mungkin ybs berada pd posisi itu kalau punya values yg berbeda sec. Serius ?
          4. Apakah ybs sdh diajak bicara ttg ini ? Bagaimana tanggapan dia ?
          5. Apa lagi yg sdh pernah dilakukan untuk memperbaiki situasi ?
          jawaban atas pertanyaan itu akan membantu untuk menyikapi situasi ini. kalau ini sensitif, bisa dibawakan off-line saja.
          Salam – Josef

          • Dear Pak Josef, terima kasih atas jawabannya.
            Berikut jawaban dari saya:
            1.Teman kami ini di posisi leader kurang lebih 2 thn, Pak. Sebenarnya kalau dari hasil pekerjaan, tidak ada masalah Pak. Tim yg dia pimpin selalu mencapai target dengan baik tapi ternyata pondasi yang dibangun tidak kuat krn satu persatu anggota timnya mengundurkan diri. Dia seorang “manajer” yg baik tapi belum seorang “leader” yg baik.
            2.Values yang paling terlihat adalah ternyata teman kami ini tidak humble sedangkan salah satu value perusahaan adalah stay humble.
            3.Sedikit latar belakangnya, sebenarnya perusahaan kami ini baru berdiri selama 3 tahun dan memang values dari perusahaan baru-baru ini saja kami tetapkan secara tertulis dan resmi karena pimpinan dan juga teman-teman team leader yang lain baru menyadari akan pentingnya hal ini. Jadi memang kami sudah telat dalam melakukan filtering sih Pak 🙂
            4.Setahu saya pembicaraan terakhir pimpinan dengan teman kami ini tidak berlangsung dengan cukup baik, Pak. Ada kesan resistensi dari teman kami ini untuk kekeh pada values-nya dan do the job sesuai dengan caranya sendiri. Toh menurut dia, yang penting target tercapai.
            5.Saat ini pimpinan mau mencoba melakukan pendekatan lewat mentoring melalui istri pimpinan yang kebetulan disegani oleh teman kami ini. Tapi kami tidak yakin 100% bisa berhasil.
            Bagaimana ya Pak Josef? Apakah Bapak pernah ada pengalaman yang serupa? Apakah memungkinkan untuk kami bisa menuntun teman kami ini untuk mempunyai values yg sama dengan values perusahaan? Terima kasih ya pak atas bantuannya dan mohon maaf saya sudah merepotkan.
            Warm Regards – Agus

          • josef josef says:

            Dear Agus, dari ceritamu ada beberapa hal yg perlu diperhatikan:
            1. Kalian belum mendaptkan kesamaan pandang ttg apa poblemnya. Karena yg bersangkutan tdk merasa ada problem
            2. Yang bersangkutan perlu diajak bicara ttg buir 1) dan dibuatkan coaching program selama 6 bulan utk perbaikan.
            3. Bila dlm periode tsb tdk ada perubahan, siapkan dia untuk mencari pekerjaan di luar
            4. Pendektan utk point 2-3 dilakukan secara manusiawi
            Semoga berhasil –

  3. Terima kasih pak untuk usulan-usulannya. Kami akan coba menjalankannya di perusahaan. Semoga hasilnya baik bagi kedua belah pihak.
    Warm Regards,
    Agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses

roy:
Senang sekali bila malam itu saya bisa ikut bergabung, berbagi cerita, dan bersilaturahmi dengan pak Jos dan...

josef:
Terima kasih Denitri, pa Pungki sudah mulai membangun dialog untuk menemukan jalan agar CHRP bisa mendapat...

josef:
Selalu sehat dan jangan lupa olahraga rutin, serta ajak teman2 lainnya untuk ikut bersama2. Terima kasih Ratih

josef:
Terima kasih Ratih, kontribusi nyata bisa diberikan ditempat kerja, membuat diri kompeten karena terus...


Recent Post

  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love
  • Paduan Gotong Royong dan Growth Mindset
  • Train the Brain for Growth Mindset
  • Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan
  • Paguyuban dan Gotong Royong