Integritas dan Kebanggaan Keluarga

Posted on September 24th, 2021

“To give real service you must add something which cannot be bought or measured with money, and that is sincerity and integrity.” (Douglas Adams)

HITAM atau PUTIH atau ABU-ABU? Demikian cara kami bersama team berusaha untuk memberikan label pada perbuatan tertentu. Sebelum melakukan sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri, apakah ini dibenarkan oleh norma yang berlaku (putih), bertentangan dengan norma yang berlaku sehingga tidak boleh dilakukan (hitam) atau berada di area abu2, yang berarti perlu pertimbangan sungguh-sungguh karena bisa dianggap putih ataupun hitam.

Janji Yang Harus Dipenuhi

Saat saya diminta untuk berbagi di perusahaan, saya selalu minta untuk diijinkan mengintip Corporate Values mereka. Dan banyak diantaranya memang mencantumkan INTEGRITAS sebagai salah satu valuenya.

Saya kemudian mengambil values lainnya tentang Excellence, yang merupakan janji dari seluruh pimpinan dan karyawan untuk bisa memberikan produk atau pelayanan terbaik kepada konsumen atau pelanggannya. Abai melakukan ini, maka integritas semua elemen di perusahaan itu dipertanyakan. Ini baru berkaitan dengan satu janji. Bagaimana dengan janji lainnya untuk memperlakukan karyawannya sebagaimana mestinya: Memanusiakan Manusia yang namanya karyawan.

Kebanggaan Anak Cucu

Menyimak tulisan JESSICA STILLMAN di Inc.com 4 Juni, 2021 berjudul: “The Inspiring Question Richard Branson Always Asks Himself Before Any Big Decision”. Branson memberikan tips yang sangat sederhana. Sebelum membuat keputusan penting, bayangkan anak-anak anda hadir di depanmu, kemudian tanyakan kepada diri sendiri:

“’Is this something my children and my grandchildren will be proud of?’ and ‘Will it make the future a little bit brighter for the next generation?'”

Pertanyaan tersebut semoga bisa menjadi pedoman, kapan saja dan dimana saja kita berkarya, saat kita mengambil keputusan penting.

Sulitkah Hidup sesuai nilai2 COBP?

Saat kita merumuskan dengan jelas praktek mana yang masuk kategori hitam, mana yang putih dalam Code of Business Principles (COBP) maka sebagian panduan sudah dirumuskan. Bahkan secara terus menerus tim di perusahaan mencermati praktek-praktek baru, termasuk yang masih abu-abu, dan menyepakati posisinya entah di hitam atau putih, maka banyak karyawan yang akan luput dari terjebak praktek yang tidak terpuji.

Dalam rangka sosialisasi dan meningkatkan awareness soal COBP, kami pernah menggandeng Tetas Theater untuk membantu kami menerjemahkan materi COBP perusahaan kedalam sebuah drama, yang dimainkan oleh semua senior leaders, termasuk Direksi dan presiden direktur. Kami semua pemain dan kami semua penonton. Jadi setelah kami memainkan lakon kami, kami akan turun duduk di bangku untuk menontoh pentas berikutnya. Pentasnya tidak tanggung-tanggung, di Gedung Kesenian Jakarta. Dan itu menjadi momen yang tak terlupakan. Dan tentu saja isi COBP akan terus diingat dan di jalankan di perusahaan. Berikut foto sebuah adegan dimana pa Nihal Kaviratne selaku Presiden Direktur sedang beraksi.

Ujian Akhir Kehidupan

Di Maret 2016 lalu, Adam Bryant dari New York Times melakukan interview dengan Walt Bettinger, CEO of the Charles Schwab Corporation, yang mengungkapkan sebuah cerita saat Betinger masih di bangku kuliah.

Nilai beliau selalu tinggi, dan dia mempersiapkan diri sungguh-sungguh untuk bisa lulus. Saat ujian akhir, dia harus menyerahkan lembaran jawabannya masih putih bersih, karena tidak diisi apa2, tidak bisa menjawab pertanyaan. Usai ujian, sang professor berkata:

“I’ve taught you everything I can about business in the last 10 weeks, but the most important message, the most important question, is this: What’s the name of the lady who cleans this building?”

Sang murid tidak bisa jawab. Walau sering bertemu dengan Lady Cleaner, namun karena tidak pernah bertanya maka dia tidak tahu kalau namanya Dottie. Dan murid yang bernama Bettinger gagal ujian tersebut. Namun dia mengangkatnya menjadi pelajaran berharga, bahwa semua karyawan penting sesuai dengan fungsi masing-masing. Dia belajar untuk memperlakukan semua karyawan dengan respek, memanusiakan manusia, karena itu adalah bagian dari janji pimpinan dan karyawan. Abai melakukan ini, maka integritas pimpinan dan perusahaan itu perlu dipertanyakan.

”Our lives improve only when we take chances – and the first and most difficult risk we can take is to be honest with ourselves.” (Walter Anderson)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...

Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...

josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....

Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...

josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...


Recent Post

  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi