Posted on September 20th, 2019
“The enterprise that does not innovate ages and declines. And in a period of rapid change such as the present, the decline will be fast.” (Peter Drucker)
Perusahaan ini, dalam operasinya di Indonesia masih baru. Namanya Upfield. Dengan team yang terdiri dari generasi berbeda dan beragam latar belakang, mereka harus bergerak cepat untuk membangun ecosystem yang positif yang bisa membuat perusahaan bertumbuh cepat. Sementara itu berbagai disruption bermunculan, yang juga harus mendapatkan porsi perhatian serius. Sebut saja digitalisasi. Mereka ingin menciptakan situasi start-up company, dengan target continuous high growth, seperti umumnya start-up company.
Gotong Royong
Leadership team di Upfield sungguh jeli. Mereka tidak mencari nilai (corporate value) untuk dijadikan panduan dari manca negara seperti yang umumnya kita lakukan. Mereka malah fokus menggali apa yang diwariskan oleh leluhur kita di Indonesia. Tulisan besar saat saya memasuki meeting room ini berbicara sangat lantang.

#Gotong Royong dijadikan panduan, gaya hidup di ecosystem yang baru ini. Tapi mereka juga kesulitan untuk menjelaskan pada orang manca negara, apa maknanya, karena Gotong Royong itu lebih dari sekedar teamwork. Karena ini merupakan warisan leluhur, mestinya ada ungkapan bijak dari berbagai daerah yang bisa menjelaskan. Saya pilihkan tiga daerah:
Dari Makasar: ‘Reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata’. (Kita harus kerja keras bersama, ikhlas, dan berdoa agar tujuan kita tercapai.)
Dari Gora NTB: ‘Bareng bejukung, bareng bebose’. (Kita kerja bersama, kita nikmati bersama-sama jerih payah kita.)
Lamalera, Lembata, NTT: ‘Te Tou, One Tou, Mata Tou, Toro Kake Toro Ari.’ (Bersatu, satu hati, satu pandang, bersama sebagai saudara)
Ada beberapa unsur penting di dalamnya: Kerja keras bersama dan kita nikmati hasilnya bersama-sama. Iklas dan berdoa; Bersatu dari dalam hati, melangkah sebagai tim yang Bersatu, karena kita bersaudara.
Pengejawantahan Gotong Royong
Tidak hanya berhenti di langkah untuk hidup dengan gaya Gotong Royong. Team di Upfield mengangkat tiga hal berikut ini yang sangat jelas terpampang di dinding ruang Kerja karyawan: #WorkHard, #PlayHard, #PrayHarder.

Aktivitas berikut ini diselah-selah meeting di Belitong, boleh jadi bagian dari implementasi ini. Dimulai dari tanggung jawab menjaga bumi pertiwi, dengan kegiatan membersihkan pantai Tanjung Tinggi dari sampah Plastik.

Sementara Pray Harder mengatakan bahwa seluruh karya kita di perusahaan ini adalah bagian dari ibadah. Bekerja sungguh-sungguh, memberikan yang terbaik untuk konsumen, peduli pada pengembangan anak buah, memanusiakan semua karyawan, semua ini adalah bagian dalam membangun Spiritual Capital dalam menjawabi pertanyaan mengapa saya hadir di dunia ini, mengapa saya ada di Upfield, mengapa saya diberi tanggung jawab untuk memajukan anak buah dan perusahaan, dan lain-lain.
Belajar Tak Hentinya
Hari itu saya hadir bersama Sales Team Upfield, untuk sama-sama belajar cara sederhana untuk membuat pikiran dan tindakan yang masih dalam koridor Fixed Mindset, bisa diubah dan dibiasakan untuk mengadopsi Growth Mindset.
Selanjutnya dalam perjalanan melaut di pulau-pulau sekitar Belitong, kami juga belajar beberapa hal penting dari alam:




Melalui program singkat ini, kami semua belajar tentang #WorkHard, #PlayHard dan #PrayHarder dalam kesatuan team yang solid yang bekerja secara #GotongRoyong dalam koridor Growth Mindset.
“You never change things by fighting the existing reality. To change something, build a new model that makes the existing model obsolete.” (Buckminster Fuller)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
very inspiring article ..
Terima kasih pa Supriyono. Semoga sehat selalu. Salam