WFH – Working From the Heart

Posted on January 5th, 2024

“As far as we can discern, the sole purpose of human existence is to kindle a light in the darkness of mere being.” (Carl Jung)

 

SYUKUR TAK TERHINGGA, sekaligus bangga sebagai seorang putra daerah dari desa nelayan Lamalera, pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur. Syukur karena malam ini saya berkesempatan hadir di Studio SmartFM untuk bercerita untuk menginspirasi pendengar di jaringan radionya yang hadir di 30 kota di Indonesia, atau yang bisa disimak langsung melalui YouTube, atau sarana lain yang tersedia. Putra daerah ini telah melalui perjuangan panjang, merangkak dari bawah naik ke puncak kariernya, hadir di pentas Nasional maupun Internasional. Peran pentingnya adalah berkontribusi demi pengembangan Sumber Daya Manusia.

Ruang Untuk Berpendapat

Dialog malam itu juga mengangkat fenomena dimana banyak karyawan yang curhat di sosmed karena diperlakukan oleh atasan atau Perusahaan yang merendahkan martabatnya. Bagaimana menurut Bapak, demikian pertanyaan host?

Ada dua hal penting dari pertanyaan ini:

  1. Curhat di sosmed: Karyawan sangat berkeinginan untuk menyampaikan ide2, pemikiran, usulan atau sekedar pertanyaan. Bila lingkungan dinilai tidak safe untuk speak-up, mereka mencari sarana lain, termasuk sosmed.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan seorang leader adalah turun ke bawah, ajak timnya dialog sesering mungkin. Dari interaksi tersebut, leader sudah membangun suasana nyaman untuk teamnya berani berbicara.

  1. Perlakuan terhadap karyawan: Semua karyawan sama pentingnya di mata organisasi. Mereka semua direcruit karena dibutuhkan untuk fungsi dan tugas masing2. Jadi tidak ada alasan untuk seseorang atau satu unit kerja merasa lebih penting dibandingkan dengan yang lain. Dan samasekali tidak beralasan untuk memandang rendah karyawan lain.

Perusahaan hendaknya membangun lingkungan kerja berdasarkan tata nilai, Corporate Values. Dimana semua akan saling menghargai dan mempercayai satu sama lain, sesuai peran masing-masing dan sesuai harkatnya sebagai manusia. Para leader hendaknya menjadi ROLE MODEL untuk itu. Bila semua orang bekerja dengan sepenuh hati dalam lingkungan seperti itu, maka motivasi terus dibangun dan kinerjanyapun akan maksimal.

 

Lingkungan Toksik

Seorang pendengar mengajukan pertanyaan penting, bagaimana menghadapi lingkungan toksik, sementara karyawan merasa sebagai korban dalam situasi seperti itu.

Pertama-tama, kalau kita menempatkan diri sebagai korban, kita akan menjadi korban, walau kita punya kesempatan untuk memberikan response sebaliknya. Dalam lingkup pengaruh kita, apakah saya bisa melakukan sesuatu untuk melakukan koreksi atas situasi itu?

Lingkup toksik ibarat kita masuk kedalam situasi gelap. Kita bisa melihatnya sebagai situasi gelap menakutkan dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Atau karena gelap, diputuskan untuk keluar dari situasi itu. Tapi masih ada satu kemungkinan lagi: jadikan dirimu sinar, seberapapun kecilnya untuk menerangi sekitarnya yang gelap. Dalam kapasitas atau kemampuanmu (within your circle of influence) apa yang bisa dilakukan? Adakah orang lain yang bisa diajak untuk bersama melakukan sesuatu?

Seorang sahabat yang sedang galau menghadapi situasi di unit kerjanya, diremekan oleh atasannya padahal sudah banyak berusaha dengan menampilkan kinerja prima. Cara atasan menekan dia adalah dengan membanding-bandingkan dia dengan orang lain, yang notabene dalam pandangannya, tidak lebih baik dari dirinya. Akhirnya kawan ini memutuskan untuk mencari seorang COACH  yang bisa membantu. Saya dihubungi, dan melalui proses coaching dia bisa membuat atasan menyadari perbuatannya yang kurang terpuji dan bahkan meminta maaf.

Kalau Saya Bisa Andapun Bisa

Kembali ke cerita tentang perjalanan menuju puncak karier, saya bercerita bukan untuk menyombongkan diri. Di berbagai forum saya bahkan tidak malu bercerita tentang dari mana saya berasal, keluarga saya seperti apa dan bagaimana saya berjuang untuk menempah diri menjadi pribadi yang tangguh. Perjalanan itu dipandu moto hidup sederhana: Be Yourself but Better Everyday. Setiap orang diciptakan unik, lengkap dengan talenta untuk sukses. Karena tiap orang itu unik, maka saya perlu membuka diri untuk belajar dari yang lain, agar hari ini saya bisa menjadi lebih baik dari hari kemarin. Dan saya terus belajar agar besok saya bisa menjadi lebih baik dibandingkan dengan hari ini. Semua cerita ini dimaksudkan untuk menginspirasi yang lain, bahwa kalau saya bisa merekapun bisa.

Penutup

Saat diberikan kesempatan untuk closing statement, sayapun menggunakan itu untuk mengajak semua pendengar termasuk para leader untuk melakukan ini:

Jadilah pribadi atau leader yang menjadi CONTOH perilaku penuh TRUST dan RESPECT dalam berinteraksi dengan karyawan lain. Perlakukan mereka seperti anda sendiri ingin diperlakukan: Menjunjung Harkat Karyawan sebagai Manusia.

“Learn to light a candle in the darkest moments of someone’s life. Be the light that helps others see; it is what gives life its deepest significance.” (Roy T. Bennett)

Catatan: Yang berminat mendapatkan buku Memanusiakan Manusia dengan tanda tangan penulis, dapat dipesan di link berikut:

Atau melalui wa Meisia 0818111620

Bookmark and Share

2 Responses to WFH – Working From the Heart

  1. Ratih says:

    Saya tertarik pada pembahasan mengenai Lingkungan Toksik yaitu dengan cara yang tepat , seorang karyawan bisa menjadi membuka perspektif atasannya dan bisa menjadi contoh yang baik untuk lingkungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...

Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...

josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....

Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...

josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...


Recent Post

  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi