Ciptakan Pengalaman Bermakna

Posted on February 9th, 2024

“My daily routine is to make every day the best day.” (David Wolfe)

BANYAK PERISTIWA KECIL yang hadir di depan kita. Ada yang membuat kita terkejut karena unik, ada pula yang lewat begitu saja karena nampak seperti rutin yang juga terjadi di kesempatan lain. Saya selalu percaya bahwa setiap hari universe senantiasa menghadirkan suatu peristiwa di hadapan kita, bukan sekedar untuk dialami, tapi untuk pembelajaran penting hari itu. Untuk apa? Agar kita belajar supaya bisa tumbuh berkembang, hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin, dan besok menjadi pribadi yang sudah tumbuh lebih baik dibanding hari ini, betapapun kecil kontribusi pembelajaran yang dialami hari ini.

Sarana Yang Mendukung

Melalui aplikasi Ferizy, kami memesan tiket untuk jam 08:00, dan berangkat dari rumah di Pamulang jam 05:15. Akses tol yang baru dibuka akhir tahun lalu di Pamulang/Ciputat langsung mengantar kami ke ujung akhir tol di Pelabuhan Merak, yang memungkinkan kami mengambil Fery yang lebih awal, jam 07:15. Dengan tambahan Rp 60.000/orang kami memilih ruang VIP, dimana tersedia snack dan kopi/teh, walau kami sekeluarga juga sudah menyiapkan bekal untuk perjalanan ini.

Sejam perjalanan bisa untuk ngobrol, nikmati pemandangan laut atau seperti yang saya lakukan adalah diskusi dengan Ardiansyah, salah seorang manager bank di Surabaya. Secara random halaman buku Memanusiakan Manusia ini menuntun kami ke artikel tentang Memberdayakan Artinya Mengakui dan Mengapresiasi. Artikel itu diawali dengan sepenggal quote dari Jasen Aten: Leadership is all about influence, not about a title or position. 

Jam 08:30 kami sudah turun di darat, langsung akses tol dari Bakauheni ke Bandar Lampung. Infrastruktur yang sangat membantu sekaligus mengagumkan, baik untuk lintas darat maupun laut. Kami tiba di rumah di Bandar Lampung jam 09:30. Membayangkan fasilitas lebih dari 10 tahun lalu, dengan fery reguler dan akses jalan biasa, diperlukan waktu sekitar 2x lebih lama. Sesuatu yang patut disyukuri.

Damai Bagi Yang Bersitegang

Tujuan kami ke Lampung adalah untuk ziarah sekaligus untuk arisan dan silaturahmi. Secara bergantian keluarga2 di Jakarta, Lampung dan Surabaya menyediakan tempat untuk berkumpul.

Dalam keluarga, ada saja riak kehidupan, entah karena salah paham atau karena perbedaan pandang yang tidak muda dipertemukan.

Namun riak-riak tersebut, seberapapun kecilnya cukup mengganggu. Karena itu, kami semua sangat berterima kasih, bahwa momen ini juga membawa kejutan akan cairnya situasi tegang satu dua anggota. Canda dan tawa yang melibatkan semua anggota sudah cukup membuat suasana menjadi lebih cerah ceria.

Gotong Royong Meringankan

Ada pengaturan untuk konsumsi agar meringankan, dimana tuan rumah bisa memilih untuk mengambil semua uang konsumsi bulan itu dan mengurus sendiri konsumsi.  Pilihan kedua, adalah pot luck, dimana empat kelompok akan mengatur dan menyepakati makanan/minuman apa yang akan dibawa. Berikut foto bersama di rumah Rubi dan Nuri di Sukadanaham Lampung.

Tuan rumah yang memilih opsi mengelola sendiri konsumsi, telah memperlihatkan kepada kami semua tentang ringan tangannya mereka kakak-beradik, bergotong-royong menyiapkan semuanya untuk kami semua yang hadir. Hal ini nampak sepeleh dan kata gotong-royong juga sudah sering kita dengar. Namun menurut saya hari itu mereka terus menyadarkan kami semua akan makna pentingnya gotong-royong dan bagaimana membuatnya tetap hidup,

Kuliner sambil berbagi cerita

Momen kumpul keluarga ini dimanfaatkan juga untuk saling berbagi cerita di lokasi yang berbeda-beda. Hari pertama, kami memilih untuk saling berbagi cerita sambil makan siang di Wahaha, restoran yang menyediakan makanan seafood segar.

Sore hari kedua digunakan untuk meneruskan ngobrol sambil menikmati kopi Lampung. Saya memilih Arabica Sumatra Lintong dengan sajian Syphon. Tentu yang lainnya dengan pilihan sendiri. Ngopi memang disukai, namun lebih jauh lagi ngopi dijadikan alasan untuk ciptakan kesempatan saling berceritera dalam suasana yang lebih santai.

Pelajaran Kecil Bedampak Besar

Seperti yang disampaikan diawal tulisan ini, kami berusaha untuk terus belajar dari hal2 kecil keseharian, antara lain:

  1. Hidup berimbang: Ciptakan momen sukacita bervariasi bersama keluarga.
  2. Suasana ceria mengundang energy positif yang bisa mencairkan yang lagi bersitegang atau galau.
  3. Gotong Royong perlu dipupuk mulai dari lingkungan keluarga
  4. Senantiasa Bersyukur.

Waktu terus berjalan, masing-masing punya agenda sendiri yang harus dilanjutkan, karena itu di hari ketiga kami sudah kembali lagi ke Jakarta, dengan membawa berbagai kenangan berharga.

“The big things that come our way are the fruit of seeds planted in the daily routine of our work.” (William Feather)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...

Devamethia G:
terima kasih untuk tulisan-tulisan pak josef, saya sebagai salah satu pembaca merasa sering mendapatkan...

josef:
Betul sekali Puji, terima kasih untuk kontribusinya dalam perjalanan kehadiran blog ini. Sehat selalu

Puji:
Kekuatan kata, memberi makna. 1000 cerita, mendorong aksi nyata.

josef:
Terima kasih mba Yana, upaya kecil dilakukan secara disiplin, bisa menjadi kebiasaan dalam aspek kehidupan...


Recent Post

  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER