Jangan Hanya Menekan Tombol Lantai

Posted on October 9th, 2026

Jangan Hanya Menekan Tombol Lantai
 

“Rencana hanya tetap menjadi rencana. Langkah memulai yang akan membuahkan hasil.”  (Josef Bataona) Saat memasuki lift di lobi, beberapa karyawan membawa barang dengan kedua tangan. Mereka bercanda ceria, wajah mereka terlihat gembira sebelum mulai bekerja. Tombol lantai sudah ditekan: lantai 15 dan 17. Beberapa saat berlalu, lift masih terbuka dan tidak bergerak. Sampai akhirnya seseorang menyadari: tombol tutup belum ditekan. Seketika mereka semua tertawa, menertawakan diri mereka. Saya kemudian menggunakan kejadian sederhana itu sebagai pembuka ketika berbagi tentang Persiapan Masa Purna Bakti. Bukankah kehidupan kita menjelang pensiun juga kadang seperti itu? Kita sudah menentukan “lantai” yang ingin dituju. Sudah membuat rencana. Sudah membayangkan kehidupan setelah pensiun. Tetapi, kalau tidak ada tindakan yang dilakukan, kita bisa saja tetap berada di tempat yang sama. Rencana saja tidak cukup. Kita perlu menekan tombol “start”.   Pensiun Bukan Hanya Soal Finansial Saat istirahat di sesi sebelumnya, seorang peserta mengatakan sesuatu yang menarik. Ia dan … Continue reading →

Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?

Posted on August 28th, 2026

Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?
 

“The future depends on what you do today.” (Mahatma Gandhi) Beberapa waktu lalu saya kembali mendapat kesempatan berbagi pengalaman dengan karyawan sebuah perusahaan tentang bagaimana merencanakan dan menjalankan masa purna bakti bersama keluarga. Saya datang dengan niat berbagi pengalaman. Tetapi setelah membaca kembali AHA yang dituliskan peserta, saya justru merasa mendapatkan pelajaran baru. Ada satu kalimat yang sengaja saya kedepankan: “Banyak orang siap finansial, tapi tidak siap mental dan tujuan. Tantangan terbesar pensiun: kehilangan arah dan peran.” Mungkin inilah salah satu hal yang sering luput ketika kita berbicara tentang pensiun. Kita sibuk menghitung berapa tabungan yang diperlukan, berapa penghasilan setelah pensiun, apakah investasi cukup, dan bagaimana menyesuaikan pengeluaran. Semua itu penting. Tetapi ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: Setelah tidak lagi bekerja, saya akan menjadi siapa? Dan untuk apa saya bangun setiap pagi? Ketika Kalender Tiba-Tiba Kosong Selama puluhan tahun bekerja, kehidupan kita sebenarnya sudah memiliki struktur yang sangat … Continue reading →

Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut

Posted on March 6th, 2026

Ketika Jabatan Berakhir -  MAKNA Berlanjut
 

“I alone cannot change the world, but I can cast a stone across the waters to create many ripples.” (Mother Teresa) Setiap fase kehidupan memiliki kesempatan sendiri. Ada kesempatan membangun karier, kesempatan memimpin, kesempatan membesarkan keluarga. Dan pada waktunya, tiba masa yang sering disalah-pahami: masa purna bakti. Bagi banyak orang, purna bakti terasa seperti titik akhir. Padahal sesungguhnya, ia adalah garis transisi. Bersama istri dan anakku kami secara sungguh-sungguh merencanakan dan menjalani fase ini. Ia tidak datang tiba-tiba, melainkan dipersiapkan melalui percakapan, penyesuaian, dan refleksi yang tidak singkat. Purna bakti bukan berhenti bekerja; ia adalah proses menata ulang cara kita memaknai diri dan hidup. Berikut foto sharing Persiapan Pensiun: Tantangan yang Nyata Ada beberapa tantangan yang nyata dalam memasuki masa ini. Pertama, menata ulang identitas tanpa jabatan. Selama bertahun-tahun, identitas kita melekat pada peran: direktur, manajer, pemimpin, profesional. Ketika jabatan itu dilepaskan, muncul pertanyaan sunyi: Siapa saya sekarang? Di titik … Continue reading →

Niatkan Untuk Menjadi Coach

Posted on March 14th, 2025

Niatkan Untuk Menjadi Coach
 

“Personal growth and change starts with personal awareness that is found in personal reflection and pausing.” (John C. Maxwell) BELAJAR BERSAMA teman2 HR. Tentu saja menggairahkan. Yang hadir mereka dari rentang usia 45 tahun hingga usia Lolita (lolos lima puluh tahun). Saya sengaja mengajak mereka untuk secara bersama memvisualisasikan momen di saat mereka mencapai usia limapuluh lima tahun nanti. Siapakah mereka saat itu? Saat ini mereka masih berstatus sebagai karyawan yang secara rutin menerima gaji, dan kebetulan juga baru menerima bonus. Akankah senyum ceria seperti ini masih mereka perlihatkan, walau dalam lingkungan yang berbeda? Apa yang harus dirancang dari sekarang? Berikut foto Bersama.   Tumbuh Berkembang Harus Diniatkan Semangat belajar peserta masih tinggi, dan tentu mereka masih akan terus tumbuh berkembang kalau mereka mau terus belajar. Tapi apa yang mau dipelajari? Saya tidak perlu mengajari mereka, mereka tentu tahu lebih tentang kondisi sekarang dan apa yang mau dicapai di masa … Continue reading →

Komitmen itu Pilihan

Posted on February 28th, 2025

Komitmen itu Pilihan
 

“Leadership is not about titles, positions or flowcharts. It is about one life influencing another.” (John C. Maxwell) Dalam postingan IG hari Rabu lalu, pak David Tjokroraharjo menampilkan foto2  tentang obrolan kami pagi itu. Penasaran, ada teman yang bertanya, apa yang diobrolin? Seakan sudah mengantisipasi pertanyaan ini, pa David memberikan saya foto kebersamaan itu dengan caption sederhaana: “Dunia tidak bisa berubah dalam sehari, tapi kita bisa berubah setiap hari. Getting you there.” Betul, kita hanya bisa berubah kalau kita membuka diri untuk terus belajar dan siap menanggapi setiap perubahaan yang dihadapi.   Belajar untuk Transformasi Belajar memang menambah ilmu dan pengetahuan. Tapi lebih penting lagi kalau kita bisa melangkah lebih jauh lagi untuk tumbuh dan berkembang karena mempunyai ilmu pengetahuan tersebut. Dan tidak berhenti disitu. Ilmu pengetahuan yang kita dapatkan itu akan lebih bermakna, bilamana kita bisa memberdayakannya untuk menolong orang lain, memberikan dampak positif pada kehidupan orang lain. Belajar … Continue reading →

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...

lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...

josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....

Rani Wijaya:
Pak Josef, saya salah satu peserta di purna bakti ini dan senang sekali sudah mengulik AHA saya :...

josef:
Terima kasih Rina. Bisa juga refleksinya dibuat bertahap. Sepuluh tahun dari sekarang Rina mau jadi apa? Untuk...


Recent Post

  • Jangan Hanya Menekan Tombol Lantai
  • Menerima Kebaikan dan Membaginya Kembali
  • Mengembangkan Manusia Ketika AI Semakin Pintar
  • Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang
  • Beyond the Moment
  • Creating Moments
  • Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?
  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice