Generosity of Spirit

Posted on February 16th, 2024

“A man can fail many times, but he isn’t a failure until he begins to blame somebody else.” (John Burroughs)

DINAMIKA di sebuah organisasi juga memungkinkan untuk melihat kembali apakah VALUES yang hidup dan dianut oleh seluruh unsur organisasi perlu diubah, didefinisikan ulang sesuai dengan perkembangan, atau perlu disosialisasikan  kembali dengan memperhatikan berbagai sudut pandang. Tujuannya hanya satu: agar apapun values yang dianut, perlu dipahami secara tepat, dan bisa menginspirasi kita untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi mencapai tujuan organisasi.

Sharing of Joy

Saat kami mereview dan meluncurkan kembali Corporate Values, saat itu fokus banyak orang adalah pada pertandingan piala dunia. Ini juga yang menginspirasi tim untuk menyelipkan Inspirasi penting seputar sepak bola:

  1. Kerjasama tim, bukan individu
  2. Dilakukan dengan penuh FUN seperti halnya suasana hati penonton
  3. Rayakan sambil bersyukur, setiap pencapaian, seberapapun kecilnya.
  4. Penuh semangat dan saling menyemangati
  5. Belajar dari seluruh pertandingan, termasuk dari lawan
  6. Membuka diri untuk menerima kesalahan dan menerima kritik/koreksi
  7. Oper bola secara tepat agar teman bisa menggetarkan gol lawan, dengan mengatasi ego yang ingin membuat gol sendiri.

 

Dan butir terakhir itu yang menginspirasi kami untuk memasukkan Values terakhir: Sharing of Joy yang dimaknai sesuai ilustrasi berikut.

 

Sisi lain dari Sharing the Credit

Dalam Value Sharing of Joy, ada unsur winning together, ada generosity of spirit yang diterjemahkan sebagai sharing the credit for our hard work. Dan unsur FUN dalam menggelorakan semangat untuk mencapai sukses.

Dari sana kamipun mempertajam dalam komunikasi, dengan menambahkan unsur lain yang tidak kalah pentingnya: keep the blame. Jadi Generosity of Spirit kami maknai sebagai PASS THE CREDIT AND KEEP THE BLAME. Ini yang sungguh-sungguh harus dihidupi oleh para leader, sekaligus menjadi contoh dalam keseharian.

 

Tulus dalam Implementasi

Kata generous juga menyiratkan sikap ketulusan, tak ada keterpaksaan. Juga bukan karena tugasnya menghendaki demikian.

Saat saya sebagai leader mendapatkan penghargaan karena hasil kerja tim, saya akan meneruskannya kepada tim, dan mengajak mereka untuk merayakannya. Kamipun mendorong semua tim sampai ke ujung tombak untuk melakukan yang sama. Saat kerja mereka berhasil, mereka hendaknya merayakan itu, walau hanya sekedar ngopi dan makanan kecil yang disajikan. Jangan menunggu sampai akhir tahun untuk merayakan hasil kerja.

Generosity of spirit juga mendorong masing-masing kita untuk mengaku salah kalau memang salah. Bahkan sebagai leader, kesalahan tim akan diserap sendiri, kemudian dijadikan bahan pembelajaran. Kurang elok untuk berperilaku melempar  kesalahan pada orang lain, apalagi kepada anggota tim sendiri.

Catatan singkat ini kiranya membantu kita semua untuk senantiasa berperilaku positif sebagai seorang leader yang memiliki Generosity of Spirit.

“There is no exercise better for the heart than reaching down and lifting people up.” (John Holmes)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...

Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...

josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....

Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...

josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...


Recent Post

  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi