Posted on February 16th, 2024
“A man can fail many times, but he isn’t a failure until he begins to blame somebody else.” (John Burroughs)
DINAMIKA di sebuah organisasi juga memungkinkan untuk melihat kembali apakah VALUES yang hidup dan dianut oleh seluruh unsur organisasi perlu diubah, didefinisikan ulang sesuai dengan perkembangan, atau perlu disosialisasikan kembali dengan memperhatikan berbagai sudut pandang. Tujuannya hanya satu: agar apapun values yang dianut, perlu dipahami secara tepat, dan bisa menginspirasi kita untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi mencapai tujuan organisasi.
Sharing of Joy
Saat kami mereview dan meluncurkan kembali Corporate Values, saat itu fokus banyak orang adalah pada pertandingan piala dunia. Ini juga yang menginspirasi tim untuk menyelipkan Inspirasi penting seputar sepak bola:
Dan butir terakhir itu yang menginspirasi kami untuk memasukkan Values terakhir: Sharing of Joy yang dimaknai sesuai ilustrasi berikut.

Sisi lain dari Sharing the Credit
Dalam Value Sharing of Joy, ada unsur winning together, ada generosity of spirit yang diterjemahkan sebagai sharing the credit for our hard work. Dan unsur FUN dalam menggelorakan semangat untuk mencapai sukses.
Dari sana kamipun mempertajam dalam komunikasi, dengan menambahkan unsur lain yang tidak kalah pentingnya: keep the blame. Jadi Generosity of Spirit kami maknai sebagai PASS THE CREDIT AND KEEP THE BLAME. Ini yang sungguh-sungguh harus dihidupi oleh para leader, sekaligus menjadi contoh dalam keseharian.
Tulus dalam Implementasi
Kata generous juga menyiratkan sikap ketulusan, tak ada keterpaksaan. Juga bukan karena tugasnya menghendaki demikian.
Saat saya sebagai leader mendapatkan penghargaan karena hasil kerja tim, saya akan meneruskannya kepada tim, dan mengajak mereka untuk merayakannya. Kamipun mendorong semua tim sampai ke ujung tombak untuk melakukan yang sama. Saat kerja mereka berhasil, mereka hendaknya merayakan itu, walau hanya sekedar ngopi dan makanan kecil yang disajikan. Jangan menunggu sampai akhir tahun untuk merayakan hasil kerja.
Generosity of spirit juga mendorong masing-masing kita untuk mengaku salah kalau memang salah. Bahkan sebagai leader, kesalahan tim akan diserap sendiri, kemudian dijadikan bahan pembelajaran. Kurang elok untuk berperilaku melempar kesalahan pada orang lain, apalagi kepada anggota tim sendiri.
Catatan singkat ini kiranya membantu kita semua untuk senantiasa berperilaku positif sebagai seorang leader yang memiliki Generosity of Spirit.
“There is no exercise better for the heart than reaching down and lifting people up.” (John Holmes)
josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...
Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....