Posted on October 16th, 2026
“You cannot teach a man anything. You can only help him discover it within himself.” (Galileo Galilei)
Siapa orang yang paling berpengaruh dalam perjalanan hidup atau karier kita? Apa yang dilakukannya sehingga membantu kita bertumbuh? Mungkin ia seseorang yang memberikan kesempatan ketika kita belum memiliki banyak pengalaman. Atasan yang mempercayai kita untuk mengambil tanggung jawab lebih besar. Atau seseorang yang bersedia mendengarkan, mengajukan pertanyaan yang membuka pikiran, dan menantang kita ketika kita cenderung memilih jalan yang aman.
Menariknya, orang yang paling berpengaruh dalam perjalanan kita belum tentu mereka yang paling banyak mengajarkan sesuatu. Bisa jadi, mereka justru orang-orang yang membantu kita menemukan potensi yang sebelumnya belum kita sadari. Di situlah saya melihat makna mentoring yang sesungguhnya.
Terima kasih pa Andy Budiman, CEO KG Media yang hadir untuk meneguhkan komitmen para Mentor untuk pengembangan Talenta di KG Media.

Bukan Sekadar Berbagi Apa yang Kita Tahu
Ketika dipercaya menjadi mentor, kita membawa bekal berharga berupa pengalaman, pengetahuan, dan berbagai pelajaran sepanjang perjalanan karier. Namun, apakah semua yang kita ketahui otomatis menjadi sesuatu yang dibutuhkan mentee?
Bayangkan seorang mentee datang membawa persoalan. Mentor kemudian bercerita panjang tentang pengalamannya menghadapi persoalan serupa, lengkap dengan berbagai nasihat. Percakapan terasa produktif. Namun, apakah mentee menjadi lebih mampu memahami persoalannya dan menentukan langkah berikutnya? Belum tentu.
Pengalaman kita bisa menjadi sumber pembelajaran yang luar biasa, tetapi tidak otomatis menjadi jawaban bagi orang lain. Setiap individu memiliki karakter, aspirasi, kekuatan, dan tantangan yang berbeda.
Karena itu, mungkin kita perlu menggeser pola pikir dari “Saya menjadi mentor karena saya lebih tahu” menjadi “Saya menjadi mentor karena pengalaman saya dapat membantu orang lain mengembangkan potensinya.”
Kita tidak harus selalu menjadi orang yang memiliki jawaban. Kita perlu belajar menjadi orang yang membantu mentee menemukan jawaban yang tepat bagi dirinya.
Memahami Sebelum Membantu Bertumbuh
Tantangan dalam mendampingi orang lain adalah kecenderungan memberikan bantuan berdasarkan apa yang kita anggap penting, bukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan mentee.
Seseorang mungkin tidak kekurangan pengetahuan, tetapi membutuhkan kepercayaan diri. Ada yang membutuhkan arahan, sementara yang lain justru perlu diberi ruang untuk mencoba dan mengambil keputusan sendiri. Ada pula yang sudah memiliki kemampuan memadai, tetapi membutuhkan tantangan baru agar berani melangkah lebih jauh.
Sebelum menentukan cara mendampingi, ada empat pertanyaan yang layak kita renungkan:
Pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu untuk masuk menuju percakapan yang lebih bermakna. Mendengarkan menjadi bagian penting dari proses tersebut. Bukan sekadar menunggu giliran berbicara, melainkan sungguh-sungguh berusaha memahami cara pandang dan kebutuhan orang yang kita dampingi.
Kita tidak dapat membantu seseorang bertumbuh secara optimal jika kita belum berusaha memahami dirinya.
Mengubah Pengalaman Menjadi Kesempatan Bertumbuh
Setelah memahami kebutuhan mentee, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana pengalaman kita dapat membantu pertumbuhannya? Ada kalanya kita perlu berbagi pengetahuan. Pada kesempatan lain, pertanyaan yang tepat justru lebih membantu. Kita juga dapat membuka kesempatan untuk mengamati pekerjaan secara langsung, terlibat dalam proyek nyata, membangun jaringan, atau menerima penugasan yang menantang.
Tidak semua persoalan membutuhkan nasihat, dan tidak semua kebutuhan pengembangan dapat dipenuhi melalui percakapan. Bayangkan seorang mentee yang ingin meningkatkan kemampuannya mengambil keputusan. Kita bisa menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman sendiri. Namun, kita juga bisa mengajaknya menganalisis persoalan nyata, mempertimbangkan berbagai pilihan, memahami risiko, dan mengambil keputusan dengan tanggung jawabnya sendiri. Dalam proses itu, mentee tidak sekadar menerima pengetahuan. Ia sedang membangun kemampuan.
Inilah pentingnya keseimbangan antara memberikan arahan dan memberdayakan. Ada saatnya mentor perlu berbicara dan berbagi pengalaman. Ada saatnya ia perlu bertanya, mendengarkan, dan memberikan ruang bagi mentee untuk menemukan jalannya sendiri. Kuncinya bukan seberapa banyak kita berbicara, melainkan apakah pendekatan kita benar-benar membantu mentee berkembang.
Legacy yang Kita Tinggalkan
Keberhasilan mentoring tidak cukup diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang telah dibagikan atau berapa kali pertemuan telah dilakukan. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang berubah dalam diri mentee? Apakah ia semakin memahami potensinya? Lebih berani mengambil tanggung jawab? Mampu melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas? Atau semakin mandiri dalam mengambil keputusan?
Perubahan itu mungkin tidak langsung terlihat. Namun, satu percakapan yang bermakna atau satu kesempatan belajar yang diberikan pada waktu yang tepat bisa menjadi awal pertumbuhan yang lebih besar. Karena itu, sesekali kita perlu bertanya kepada diri sendiri:
Apa yang perlu saya hentikan? Mungkin kebiasaan terlalu cepat memberikan jawaban atau menganggap cara kita selalu yang terbaik.
Apa yang perlu saya mulai? Mungkin lebih banyak mendengarkan, mengajukan pertanyaan yang bermakna, atau membuka kesempatan agar mentee memperoleh pengalaman baru.
Apa yang akan saya lakukan secara berbeda dalam percakapan mentoring berikutnya?
Tidak perlu menunggu perubahan besar. Kita bisa memulainya dari satu percakapan berikutnya.
Jika kita mengingat orang-orang yang pernah membantu kita bertumbuh, pengaruh mereka mungkin tidak berhenti pada pengetahuan yang diberikan. Mereka meninggalkan keberanian, kepercayaan diri, dan cara pandang yang terus kita bawa dalam perjalanan hidup.
Kini, kita memiliki kesempatan untuk meneruskan pengaruh baik tersebut. Seorang mentor tidak harus menjadikan orang lain seperti dirinya. Ia membantu mentee menemukan kekuatan dan mengembangkan potensinya sendiri. Dan ketika mentee itu kelak membantu orang lain bertumbuh, pengaruh tersebut terus berlanjut, melampaui waktu ketika mereka berjalan bersama.
Bagi saya, itulah salah satu bentuk legacy yang paling bermakna: bukan sekadar meninggalkan orang-orang yang mengetahui lebih banyak karena kita, tetapi orang-orang yang mampu bertumbuh lebih jauh karena pernah berjalan bersama kita.
”Ukuran sukses seorang mentor bukan berapa banyak pengetahuan yang telah dia bagikan, tetapi seberapa besar pertumbuhan yang dialami menteenya.” (Josef Bataona)
josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...
Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....