Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan

Posted on September 3rd, 2019

“One of the most sincere forms of respect is actually listening to what another has to say.” (Bryant H. McGill)

TEORI tentang Leadership bisa ditemukan di banyak sumber. Bahkan dengan mengetik kata kunci “Leadership” di google search, dalam sekejap tampil 18.8 juta judul artikel, buku atau lainnya. Artinya belajar tentang Leadership sesungguhnya ada dalam genggaman tanganmu. Tapi Leadership tidak saja teori. Banyak sekali cerita dari pengalaman nyata yang bisa dihadirkan sebagai contoh. Dan bicara tentang leadership, tidak akan lengkap kalau tidak menyimak tentang kemampuan seseorang memimpin diri sendiri. Banyak role model di tengah masyarakat yang kisah hidupnya bisa kita jadikan pelajaran.

Atas pemikiran seperti itu, saya hadir malam itu di Program Certified Human Resource Professional (CHRP) Atma Jaya untuk sharing pengalaman nyata berkaitan dengan konsep yang kami terapkan bersama BOD, line managers, team HR atau karyawan yang mudah-mudahan bisa menginspirasi peserta untuk menjadi pribadi yang tangguh ataupun pemimpin yang handal. Berikut foto Bersama peserta.

Apresiasiku untuk Peserta

Paparan kami di forum CHRP memang tujuannya agar peserta mulai mencoba untuk melihat dalam diri mereka sosok Pemimpin yang sedang mereka cari. Kita sering menasehati anak kita, untuk tidak memegang handphone dan mengakses pesan-pesan saat kita berkumpul seputar meja makan. Pesan itu akan menjadi lebih powerful, kalau sang anak menyaksikan bahwa kita juga konsisten menjalankan pesan itu secara disiplin. Contoh perbuatan memperkuat pesan yang diberikan.

Menanggapi posting saya usai sesi CHRP, komen Nda Richa Katri di FB:

“Leadership harus dimulai dari diri sendiri dan kemudian ke team karena makna sebenarnya adalah memahami diri sendiri untuk memimpin dengan baik dan terarah. Thank you pak Josef Bataona, ilmu ini akan terus ditanam dalam diri untuk perkembangan di kemudian hari.

Anggota di foto adalah orang2 luarbiasa, mereka adalah HR di perusahaan besar mempunyai ribuan karyawan dengan jabatan tak tanggung2 mulai dari Manager HR sampai Vice Presiden HR, salut sama mereka masih mau belajar walau posisi sudah tinggi.”

Dan saya setuju, bahwa di tengah kesibukan teman-teman HR tersebut, mereka masih mau luangkan waktu untuk belajar. Bahkan yang saya tahu, ada yang sore itu datang dari tempat kerjanya di Ciracas dan juga dari Cisarua. Ini yang menggugah saya untuk mengacungkan jempol sambil memberikan apresiasi tinggi.

Warna Berbeda

Seperti yang saya sampaikan di awal tulisan ini, materi yang saya bawakan adalah mencoba menginspirasi peserta dengan mengangkat pengalaman nyata. Dan ini ditangkap oleh seorang peserta, Marvin, yang mengirimkan email seperti ini:

Dear Pak Josef Bataona

Saya bersyukur sekali bapak hadir di salah satu sesi CHRP49 ini. Mengapa ?

  • Bapak hadir memberikan warna berbeda: di saat yang lain mengasah “thinking” kita, bapak memberikan “heart” and role model, bukan bicara teori leadership tapi bagaimana mempraktekkan dengan hati.
  • Yang bapak ceritakan hari ini seperti jawaban Tuhan atas apa yang sedang saya cari.
  • Dalam dunia yang katanya “profesional” kita terbiasa dengan menuntut hasil, tapi hari ini sharing bapak menunjukkan bahwa kita masih bisa memberikan ruang untuk menghargai orang.
  • Cerita bapak tentang coaching ‘sesungguhnya’ dan Sekolah Selamat Pagi Indonesia, membuat saya teringat akan motivasi mula-mula kenapa saya memilih bertahan di dunia HR.

 

Saya pribadi tertarik untuk berada di komunitas yang bisa sehati ketika bicara tentang “peduli pada people growth.”

Regards – Marvin Hadi – CHRP49

Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan

Dalam paparannya di buku The Leader in You (versi terjemahan oleh MIC Publishing), Dale Carnegie, mengungkapkan:

“Tunjukan ketertarikan yang tulus kepada orang lain. Tidak ada cara yang lebih baik untuk membuat orang tertarik kepada anda. Orang akan meresponse orang yang tertarik secara tulus kepada mereka. Mereka tidak punya pilihan lain selain meresponse. Ini salah satu fakta paling dasar dari psikologi manusia. Kita tersanjung dengan perhatian orang lain. Itu membuat kita merasa istimewa, merasa penting.”

Pemimpin yang handal senantiasa meluangkan waktu untuk mendengarkan, turun dan hadir secara fisik di tengah karyawan, bahkan di daerah yang jauh sekalipun. Dalam contoh yang saya sajikan selama sesi, karyawan merasa bahwa saat saya mengunjungi mereka, saya hadir dengan kedua telinga terbuka lebar serta hati yang siap untuk mendengarkan. Banyak hal yang sesungguhnya ingin karyawan sampaikan kepada pimpinan bilamana mereka mendapat ruang dan kesempatan di tempat kerja mereka. Banyak pimpinan dan juga karyawan yang suka berasumsi. Seperti komen Fanny Evrita melalui IG (foto kanan):

“It was indeed a fruitful sharing and learning about leadership development session with bapak @josefbataona .

Kuliah yang berasa lagi belajar ama orang tua sendiri, diingatkan kembali akan menikmati proses dalam membangun karir dan mengasah skill leadership dalam setiap tugas dan tanggung jawab.

Yang paling diingat di kelas kemarin :

  1. Jaga kepercayaan yang telah diberikan kepadamu, karena apabila kepercayaan itu hilang akan more effort untuk mendapatkannya kembali
  2. Begitu ada kesempatan pertama, langsung ambil dan jalani dengan tekun. Karena bisa jadi itu adalah kunci pembuka menuju kesuksesan
  3. Jangan bermain dengan asumsi! Konfirmasi, tanyakan secara langsung lebih baik.

Mendengarkan untuk Belajar

Beberapa lagi kutipan di social media berikut ini, (dan mungkin masih ada lagi yang tidak tertangkap olehku), yang merupakan sebuah bentuk apresiasi pada apa yang mereka dapatkan di sesi malam itu. Peserta mendengarkan dengan hati dengan tujuan untuk belajar, karena itu mereka bisa banyak menyerap ilmu, pengetahuan dan pengalaman. Simak komen berikut ini:

Maria Olivia C. Simangunsong (foto di atas sebelah kiri): What a blessed day. Sharing session malam ini dengan bapak Josef Bataona ex HR Director Unilever dan Indofood. Sekitar setahun yang lalu beli bukunya dan kagum dengan pemikirannya, kali ini diisi pembelajaran langsung dengan beliau. “Be Yourself, but better everyday” (Josef Bataona). You always be my fav author and coach. Thank you sir.

Yanis Mariani: Semalam moment sangat berharga buat saya pak Josef Bataona, diingatkan bagaimana bekerja dengan hati, memanusiakan manusia, dimulai dari memimpin diri sendiri. Semoga banyak kesempatan ke depannya untuk join sesi2 bapak yang lain..

Ericho D. Sidabalok:  Makasih sesi nya kemarin sore pak Josef Bataona. Sangat inspiratif, ringan tapi powerful. Dulu cuma ikutin Twitter nya sama beli buku #CurhatStaff, eh kemarin bisa dengar langsung cerita nya.

Tiga peserta yang beruntung mendapatkan buku:

Kali ini saya sengaja mengutip berbagai komen yang bisa saya rekam, karena saya ingin mengapresiasi mereka yang mewakili teman-teman peserta. Selain itu, saya ingin agar komen yang sangat berharga ini bisa tetap hadir bilamana pembaca mengakses blog ini, kapanpun itu di kemudian hari. Sekali lagi, terima kasih untuk semua peserta yang bersungguh-sungguh menyimak berbagai kisah yang saya sampaikan, dan terima kasih pada sahabat dumay (dunia maya) untuk komen spontannya di social media masing-masing. Tuhan memberkati.

“Most of the successful people I’ve known are the ones who do more listening than talking.” (Bernard Baruch)

Catatan: Karena kesibukan di luar kota, tidak akan ada posting baru di tanggal 06, 10, dan 13 September. Posrting baru akan hadir lagi tanggal 18 September 2019.

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih juga karena Santi senantiasa meluangkan waktu untuk menyimak tulisan2 ini, dan membagi manfaatnya...

Santi Sumiyati:
Terima kasih Pak Josef untuk sewindu memberikan kami lentera melalui tulisan tulisan Bapak..sehingga...

josef:
Terima kasih sama2, sayapun berbahagia karena inspirasi yang Helda dapatkan dibagi lagi kepada yang lain....

helda Manuhutu:
An honour buat sy pribadi bisa mempunyai kesempatan melihat dan mengalami journey sewindu...

josef:
Terima kasih mba Meisia, kontribusi mba Meisia dan teman2 yang telah mempersiapkan kelahiran blog ini dan...


Recent Post

  • Sewindu Membagi Cerita
  • Sentuhan Tangan Yang Diberkati
  • Tempat Kerja Idaman
  • Momen Mendengarkan Milenial
  • Memacu Gairah Belajar
  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat