Kick-off Coaching Program

Posted on July 19th, 2019

“Leadership, like coaching, is fighting for the hearts and souls of men and getting them to believe in you.” (Eddie Robinson)

SENIOR HR sangat sibuk? Tak perlu dipertanyakan. Tapi apresiasi saya sangat tinggi kepada mereka, anggota FTHR (Future HR). Mereka mau menanggapi undangan kami, meluangkan waktu untuk development anggota lainnya yang membutuhkan. Mereka yang Certified Coach, mau secara pro bono melakukan coaching untuk anggota yang membutuhkan. Ini tentu saja dilakukan di selah-selah kesibukan mereka yang luar biasa. Berikut foto Bersama usai sesi kick-off coaching.

Awal Mula Cerita

Adalah sebuah posting di blog yang saya share ke Twitter, FB dan LinkedIn, yang bercerita tentang presentasi di Coaching World Game Antalya Turkey. (Insert link) Ini merupakan event 3 tahunan yang dihadiri oleh alumni Erickson Coaching manca negara, untuk saling belajar. Tahun 2019, Turkey yang menjadi tuan rumah, dan acara dilakukan di Antalya, dan dihadiri peserta dari 50 negara. Indonesia berkesempatan untuk presentasi project yang dijalankan oleh Coachnesia, alumni Erickson Coaching di Indonesia. Selain paparan dari Coach Lyra, saya membagi cerita seputar Coaching4Students dengan code nama: Butterfly Effect.

Proyek Coaching4Students ini melibatkan 29 Erickson Coach lintas batch di Indonesia untuk memberikan coaching pada 29 Pimpinan mahasiswa dari 29 Universitas yang tersebar di nusantara. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan diri mereka untuk menjadi Future Leader penuh integritas.

Keseluruhan Project Coachnesia yang dipaparkan oleh Team Indonesia di Antalya, akhirnya memenangkan Award sebagai no 1 Winner.

Berdasarkan kisah diatas, team kecil FTHR: Josef Bataona, Audi Lumbantoruan, Irma Erinda, Juliana Tompodung dan Novianta Kuswandi merancang sebuah program coaching dari anggota untuk anggota.

Program Pro Bono

Team bergerak cepat. Kami menyadari bahwa banyak anggota group FTHR yang memiliki sertifikasi sebagai Coach. Sementara itu sebagian lagi mungkin membutuhkan coaching untuk membuatnya maju menjadi lebih baik lagi. Karena itu, pertama-tama kami mengundang Certified Coaches di group ini dan menawarkan mereka untuk berpartisipasi sebagai Coach. Tanggapan mereka positif. Karena itu Team mengumumkan kepada anggota lainnya bila mereka membutuhkan coaching, agar mendaftar. Cara mendaftar adalah dengan mengirimkan Video Selfie sepanjang satu menit tentang alasan mengapa dia mau dicoach. Dan dalam waktu singkat, kami harus menutup pendaftaran saat peserta sudah mencapai 25 orang. Secara garis besar ada 7 butir penting dari video tersebut, yang saya sendiri simak satu per satu:

  1. Antusiasnya luar biasa untuk belajar, usaha meningkatkan dan optimalkan potensi/kapasitas diri
  2. Program ini untuk memperkenalkan coaching melalui experiential learning
  3. Ada yang ingin menemukan Safe Place (kunci dari coaching environment)
  4. Mendapatkan Role Model, dan ingin menjadi role model bagi yang lain
  5. Ingin menjadi solusi bagi perusahaan
  6. Setelah belajar, ingin juga berbagi kepada yang lain
  7. Tujuan akhir adalah menjadikan Indonesia lebih baik, karena Indonesia needs us

Mereka yang setuju menjadi coach, berasal dari ragam sekolah coaching.

Antusias Menghadiri Kick-off Program

Selain peserta yang hadir dalam jumlah yang tidak terduga, acara hari itu menggugah gairah belajar. Paparan disampaikan oleh pa Kurnia Siregar, mantan Ketua ICF Indonesia, yang sudah malang melintang di dunia Coaching di Indonesia, Saya sendiri dan ibu Lusia nany Lucida.

Ketua ICF, Coach Chairunisa juga sempatkan hadir, langsung dari bandara dalam perjalanan kembali dari Bangkok. Antusiasme semua yang hadir dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan dan juga perhatiannya sampai akhir sesi, yang ditutup dengan foto bersama diatas.

Pairing sudah dilakukan. Mereka berkesempatan untuk minimum menjalankan dua sesi coaching sampai dengan akhir September. Akan diadakan evaluasi di akhir periode tersebut, untuk menilai apakah kita akan meneruskan ke batch kedua atau tidak.

Program ini bukan untuk mengajarkan tentang coaching. Para coachee akan mengalami momen penting saat dicoach, dan dari sana mereka akan menilai apakah dia akan secara serius belajar untuk menjadi certified coach di sekolah yang punya credential untuk mengajar dan memberikan sertifikasi coach. Mereka ini juga diharapkan bisa menjadi pelopor manakala perusahannya mau memperkenalkan coaching kepada para pimpinan dan karyawannya. Sebuah langkah kecil, tapi seperti kata salah seorang coachee melalui videonya: Tujuan akhir adalah menjadikan Indonesia lebih baik, karena Indonesia needs us.

“Leadership is the lifting of a man’s vision to higher sights, the raising of a man’s performance to a higher standard, the building of a man’s personality beyond its normal limitations.” (Peter F. Drucker)

 

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Dewi, setuju sekali di rumahpun kita bisa rancang liburan yang menyenangkan. Butir yang tidak...

dewi:
Tidak semua liburan seharusnya keluar dan mengunjungi salah satu tempat wisata… terkadang dengan d rumah...

josef:
Terima kasih Mudji atas pertanyaannya: 1) Pembelajaran yang dimaksud tidak harus yang besar. Mis. Dalam...

Mudji:
Saat pertama Bpk baru buka blog ini di Nop 2011, terus terang saya suprise banget dgn moto Bpk yg berat ini +...

josef:
Terima kasih mba Meisia, batuknya sudah hilang berkat resep tradisional


Recent Post

  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain
  • Komitmen Belajar dan Berbagi
  • Start-up Mentality
  • Transformer Center: School of Life
  • Melayani dengan Coaching
  • Terus Belajar dan Berkembang
  • Agar Sehat dan FIT