Journey to Excellence

Posted on May 17th, 2016

It’s an ever-changing dynamic in both our personal journey and the collective journey of our teams.” (Matt Hann)

DINAMIS, leluasa seakan tanpa hambatan, penuh semangat sekaligus menggairahkan, mengundang perhatian penuh pesona, dan tentu saja menghibur. Tarian Mojang Priangan yang disajikan di awal program, sekaligus memberikan pesan kepada peserta bahwa perjalanan untuk meraih keunggulan hendaknya dipenuhi juga dengan semangat tinggi.

Di sana ada tim yang menampilkan kekompakan, hasil kontribusi dari setiap individu yang ada dalam kelompok. Dan kinerja gemilang penari tersebut dalam kesatuan dengan musik pengiringnya dapat dilihat langsung dengan tepukan gemuruh dari semua yang hadir, adalah sebuah Excellence, hasil dari persiapan matang.

Journey to Excellence1

Masih ada Gunung di Atas Gunung

Pencapaian yang sudah diraih, baik oleh individu maupun oleh tim akan mendapatkan label yang beragam. Bisa dalam bentuk angka, misalnya dalam skala satu sampai sepuluh, atau dalam bentuk huruf, ataupun kata dengan nilai terbaik Excellent.

Tapi penilaian itu ditetapkan dalam perbandingan dengan KPI yang sudah ditentukan sebelumnya. Dan KPI itu terus bergerak/berubah dari tahun ke tahun. Di samping itu kompetisi terus mendorong untuk penyusunan KPI yang juga kompetitif secara keluar maupun secara ke dalam.

Ini berarti komitmen kita untuk meraih keunggulan harus terus dipupuk walau nilai sementara Excellence sudah diraih. Excellence bukan sebuah destinasi, tapi perilaku yang terus dibangun, karena setelah kita mencapai puncak gunung tahun lalu, ternyata masih ada lagi gunung yang lebih tinggi lagi yang harus didaki. Dan pertemuan bersama seluruh tim HR kali ini juga untuk menyelaraskan pandangan bahwa perjalanan masih panjang, dan nilai relative “Excellence” akan terus berubah sesuai dengan tuntutan bisnis di mana kita bekerja.

Rampak Bedug Memadu Komitmen

Perjalanan sepanjang 2015 tidak selalu mulus. Semangat menghadapi berbagai tantangan karena termotivasi komitmen untuk meraih yang terbaik. Benturan berbagai batu karang bukannya membuat patah semangat, tapi justru menempa semangat pantang menyerah. Kita hadir karena tuntutan bisnis di mana kita berada, karena talenta yang kita miliki untuk bisa berkontribusi aktif.

Rampak Bedug yang dipentaskan mengiringi tabuhan beduk mulainya acara di Bandung adalah sebuah symbol untuk kembali membangkitkan semangat bila sudah mulai kendor, menggelorakan semangat untuk selalu siap dalam meneruskan perjalanan yang masih panjang. Ini juga sekaligus memberikan peringatan bahwa sedikit saja kita memejamkan mata, maka kita akan tertinggal oleh pesaing yang juga terus berbenah diri.

Journey to Excellence2

Personal Excellence demi Team Excellence

Perolehan nilai unggul di akhir sebuah perjalanan bukan sebuah kebetulan. Kontribusi setiap anggota sepanjang waktu sangat diharapkan untuk bisa memberikan hasil maksimal. Namun perlu kita sadari terus menerus bahwa budaya Excellence harus  terus menerus dipupuk.

Dalam sebuah tulisan di akhir 2014, di bawah judul “What is Excellence”, Matt Hann memberikan tips sederhana tentang bagaimana menjadi lebih unggul dan pada gilirannya menjadikan tim juga lebih unggul:

“Excellence starts with the expectation we set for ourselves but a culture of excellence in a team can only be created by the expectation of our leadership. As a team leader, be clear about your expectations – your team will most likely rise to the challenge!”

Membuka Diri untuk Belajar

Sebagai perusahaan yang besar dengan jumlah karyawan mendekati 90.000 orang, sewajarnya terkandung tambang pengetahuan dan pengalaman yang siap untuk digali dan dimanfaatkan untuk pembelajaran seluruh organisasi. Secara ke dalam, fungsi HR yang tersebar di berbagai divisi, juga menyimpan berbagai praktek unggul yang bisa dibagikan untuk dimanfaatkan oleh teman-teman di divisi lainnya.

Journey to Excellence3

Karena itu pada kesempatan pertemuan di Bandung, kami menghadirkan sajian 3 pengalaman:

  1. Transformasi fungsi HR di Noodle.
  2. Akuisisi: Proses memadukan dua Budaya
  3. Menghadirkan Core Value dalam keseharian

Pengalaman nyata seperti itu akan sirna begitu saja kalau tidak dibagi. Dan pembelajaran yang berharga ini akan memperkaya seluruh tim. Apalagi sharing tentang Core Value juga menyertakan 3 buku kompilasi contoh nyata dalam tiga tahun terakhir.

“The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential…these are the keys that will unlock the door to personal excellence.” (Eddie Robinson)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan