Posted on June 20th, 2025
“Growth is the only guarantee that tomorrow will be better.” Pertumbuhan adalah satu-satunya jaminan bahwa hari esok akan lebih baik. (John C. Maxwell)
COACHING DINILAI SEMAKIN PENTING. Setelah Program ICF Week, lanjut lagi dengan Coaching Summit. Saya mendapat kesempatan untuk berbicara tentang Coaching for C-Level, berbagi panggung dengan mba Maya Arviani, Director Microsoft. Kita semua menyadari bahwa training saja bukan Solusi untuk mempersiapkan key talent untuk menapak ke puncak kariernya. Coaching akan memainkan peran penting, bila dilakukan secara benar. Berikut foto bersama Pembicara coach BBY, mba Maya Arviani, dan penyelenggara.

Kesiapan Ecosystem
Asumsi positif awal, lingkungan kerja para peserta sudah cukup kondusif untuk implementasi coaching. Namun saya merasa perlu untuk menggaris-bawahi ini, sekaligus mengingatkan untuk menyiapkannya, bilamana mereka belum sepenuhnya siap.
Terkadang leader yang sudah lama di Perusahaan merasa sudah cukup mapan sebagai leader. Dan mereka tidak membutuhkan training, apalagi coaching. Disini ada peluang untuk membuka mata para leader untuk memahami bahwa leader membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk tujuan yang berbeda pula.

Disamping itu transparansi diperlukan agar tidak ada praduga akan agenda tersembunyi dari pimpinan dalam menerapkan coaching.
Mengingat coaching bukan event, tapi sebuah komitmen, maka pendekatan coaching hendaknya digunakan dalam keseharian. Pada kesempatan paparanku, saya sengaja mengajak peserta untuk memberikan fokus pada tiga ICF Competencies, yang bisa menjadi senjata ampuh para leader: Maintain Presence, Facilitate Employer’s Growth dan Listen Actively. Peserta diajak diskusi dengan pertanyaan, apakah mereka bisa mengenali kalau dalam keseharian, para pemimpin di perusahannya mendemonstrasikan kompetensi tersebut.

Apakah Benar Pimpinan Puncak Sering Kesepian?
Untuk mempersiapkan bagian tulisan ini, saya sengaja mencari di Google, berapa banyak buku yang sudah ditulis tentang Lonely at the Top. Hasilnya sekitar 26,400,000. Apakah separah itu sehingga para pakar perlu membahas topik ini, Lonely at the Top?
Saya mencoba memotretnya dari beberapa aspek sederhana:
Dengan tanggung jawab seperti itu, dia akan senantiasa sibuk menjalankan perannya untuk membuat lebih banyak lagi orang tumbuh berkembang. Salah satu pendekatan yang ampuh adalah menjadi Role Model. Berikut foto Bersama mba Maya Arviani, Director Microsoft dan buku kenangan: Memanusiakan Manusia, Seni Mengangkat Harkat Karyawan Sebagai Manusia.

Dan bersamaan dengan itu, COACHING bisa diandalkan, bukan hanya untuk mendevelop timnya, tapi justru untuk dirinya sendiri. Mengapa?
Kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita menemukan blind spots kita sendiri. Dan kalau pimpinan itu melihat dampak positif dari coaching untuk dirinya sendiri, maka diapun akan mendorong para pemimpin di organisasi itu, di semua tingkatan dan lini, untuk juga melakukan coaching demi pertumbuhan timnya. Karena mereka semua menyadari bahwa: Pertumbuhan adalah satu-satunya jaminan bahwa hari esok akan lebih baik.
Masih adakah peluang untuk kesepian? Jawaban ada di tangan masing-masing leader.
Coaching Session as Learning Laboratory
Bayangkan, dalam sesi coaching kita explore berbagai possibilities. Ada yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh klien. Dari sana kita belajar beberapa hal:
Disamping itu, akan juga muncul berbagai tantangan atau peluang untuk memperkaya pengalaman.
Nah, bukankah semua rangkaian proses itu bisa dipandang sebagai Learning Laboratory, yang berpeluang memberikan kita Pelajaran dari berbagai sudut pandang, demi pertumbuhan kedua belah pihak, coachee dan coach sendiri.
Dengan rangkaian pemahaman seperti diatas, masih adakah peluang untuk seorang pemimpin merasa kesepian? Kutipan dari Harvey Mackay di akhir tulisan ini boleh jadi adalah jawabannya.
“It’s only lonely at the top if you forget all the people you met along the way and fail to acknowledge their contributions to your success.” (Harvey Mackay)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...