Posted on March 2nd, 2018
“You can teach a student a lesson for a day; but if you can teach him to learn by creating curiosity, he will continue the learning process as long as he lives.” (Clay P. Bedford)
KEPEDULIAN BERSAMA. Bila dua kejadian ini hadir hampir bersamaan, itu menunjukkan betapa kepedulian pada Pengembangan Sumber Daya Manusia ada di hati banyak anggota masyarakat.
“Di Kemenaker, di Kemenperin, di Kemendikbud, di Kemenristek Dikti, Menteri BUMN dan kementerian yang lain, saya kira harus mulai merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan SDM,” ujar Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2/2018).
Demikian sepenggal berita yang dikutip dari kompas.com tanggal yang sama. Hanya berselang 10 hari kemudian, gayung pun bersambut. Di Jakarta Selatan, ada perhelatan yang tidak kalah pentingnya, dirancang oleh SINTESA (SINergi TErapan neuroSAins Indonesia) Divisi Neurosains Pendidikan. Di sana dilakukan dialog dengan mempertemukan para pakar Pendidikan dan juga pelaku industri yang juga berpengalaman dalam pengembangan Sumber Daya Manusia di industri masing-masing. Ketua SINTESA, Ibu Lyra Puspa, memberikan paparan mengawali diskusi.

Pertanyaan Menggugah
Hal yang pertama dan paling utama untuk disadari adalah bahwa “Pendidikan itu tanggung jawab semua orang.” Mengapa semua? Karena kita hendaknya belajar sepanjang hayat, mulai dari rumah, sekolah di semua tingkat, masyarakat. Bahkan seluruh alam semesta menghadirkan di depan kita setiap saat butir-butir pembelajaran yang bisa kita cerna. Dan masing-masing kita juga punya peran sebagai pendidik, entah sebagai orang tua, pimpinan, atau sekedar sharing pengetahuan dan pengalaman kepada yang lain.
Namun demikian ada pertanyaan sederhana yang menggelitik banyak orang:
“Output Pendidikan: Siap plug-in–kah di Industri?”
Dialog hari itu dibuat dalam bentuk diskusi dengan menghadirkan pakar dari SINTESA, Rektor Perguruan Tinggi dan Kepala Sekolah SMA, dan juga undangan umum: dosen, guru, peminat pendidikan. Dari Industri dihadirkan tiga narasumber: Bapak Sufri Hannan (Direktur Sucofindo), Ibu Srie Wulandari (Direktur HR SC Johnson dan saya sendiri)

Diskusi tersebut merupakan rangkaian beberapa diskusi yang akan melibatkan berbagai pihak di masyarakat seperti pelaku industri, entrepreneur, industri kreatif, dll.
Harapan output rangkaian diskusi tersebut adalah:
Foto peserta yang hadir.

Proaktif Tidak Menunggu
Industri mempunyai kepentingan besar untuk mendapatkan sumber tenaga kerja yang tangguh untuk mengisi semua tingkat dalam organisasi. Industri berubah begitu cepat mengikuti berbagai perubahan karena tuntutan konsumen dan pelanggan yang juga sangat cepat. Tentu juga mengharapkan ketersediaan SDM yang mempunyai daya belajar dan adaptasi tinggi terhadap perubahan tersebut. Pertanyaan lama yang bisa diajukan adalah:
“Siapkah Dunia Pendidikan menghadirkan SDM yang dibutuhkan?”
Kalangan Industri biasanya lebih proaktif dengan bertanya:
“Apa yang bisa kita (industri) lakukan untuk mengakselerasi pengembangan SDM di lingkungan masing-masing, dengan mempertimbangkan ketersediaan kualitas seperti ini?”
Maka, dibuatlah program pengembangan, mulai dari Management Trainee, Design berbagai internal program di Learning Center, ciptakan berbagai proyek untuk pembelajaran on the job, bahkan hadir juga apa yang disebut Corporate University. Yang terakhir ini didasarkan pada pemahaman Knowledge Management Concept, di mana organisasi mempunyai sumber ilmu, pengetahuan, pengalaman dari semua pelaku di perusahaan itu, yang kalau dimobilisasi secara sistematis akan menghasilkan sumber pembelajaran, center of excellence yang unik untuk perusahaan itu atau industri yang dibidanginya.
Team yang tampil ceria ini, seakan menggaris-bawahi bahwa “learning is fun.”

Kontribusi Nyata
Sebagai contoh yang ada di perusahaan kami, selain hal yang disebutkan di atas, para penerima beasiswa perusahaan kami dari sekitar 25 Perguruan Tinggi seindonesia juga dibekali melalui 4 Leadership Camp untuk Character Building, pengetahuan tentang basic leadership, communication skill, etika, pengenalan industri dan pelayanan masyarakat. Mereka adalah mahasiswa-mahasiwi minimum semester 5. Mereka juga berkewajiban untuk membagi ilmu yang mereka dapat kepada teman-temannya di kampus, atau ke siswa sekolah pilihan mereka sendiri.
Diskusi ini masih berlanjut dengan kelompok masyarakat lainnya, dan diharapkan akan merumuskan butir-butir pemikiran yang akan disampaikan kepada Pemerintah, sebagai bagian kontribusi masyarakat untuk langkah Pemerintah guna mengakselerasi Pengembangan SDM di tanah air ini.
“The only thing worse than training your employees and having them leave is not training them and having them stay.” (Henry Ford)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
Kereen Pak Josef, terima kasih atas supportnya.
Terima kasih mba Amie, untuk yang satu ini kita akan terus saling mendukung. Salam