Apakah Saya Mencintai Pekerjaanku?

Posted on February 15th, 2013

“Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life” (Confucius)

SUDAH seberapa sering kita membaca quote terkenal di atas. Tantangan pertama yang dihadapi, adalah apakah saya punya pilihan seperti itu?? Demikian pertanyaan yang diajukan para mahasiswa ketika melamar pekerjaan.

Sering terjadi, kesempatan yang tersedia yang menjadi acuan untuk memilih pekerjaan, dan bukan karena pilihan pekerjaan yang saya sungguh sukai. Tetapi apa pun yang diputuskan: itu merupakan pilihan. Dan betul dia punya pilihan, tetapi apakah yang dia pilih itu yang dia sukai??

Ukuran Menyenangi Pekerjaan

Kali ini pembahasan saya lebih pada mereka yang sudah bekerja. Saking sibuknya, sering tidak punya waktu untuk melakukan refleksi, apakah saya mencintai pekerjaan saya??

Refleksi ini penting dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja. Karena Confucius juga menasehati: “If you make a mistake and do not correct it, this is called a mistake.

Tulisan di blog Alexander Kjeruff yang dikutip Derek Irvine di HR Insight 24 Oktober 2012, membahas 10 Tanda-tanda apakah seseorang bahagia dalam pekerjaannya:

  1. Mempunyai teman di tempat kerja: bersama mereka kita senang bekerja dan saling menghargai.
  2. Suka menolong teman setulus hati, demi sukses mereka dan suksesmu sendiri.
  3. Terkejut sudah jam 16:00, waktu berlalu begitu cepat, karena sibuk dan menikmati pekerjaan.
  4. Merasa tidak nyaman kalau cuti sakit, karena tahu teman-temanmu juga sangat tulus menggantikanmu ketika engkau sedang cuti sakit.
  5. Akhir pekan sungguh menjadi momen untuk recharging, siap memasuki minggu berikutnya. Hari Senin dihadapi dengan antusias
  6. Tulus berbagi sukses, tidak ingin menerima kredit (pujian/penghargaan) sendiri karena ini adalah hasil tim.
  7. Go extra mile” adalah gaya hidupmu di tempat kerja, tidak ada beban, dan melampaui harapan merupakan hal biasa.
  8. Riak kecil di tempat kerja tidak akan mengganggu, karena menyadari bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Dan fokusmu memang untuk hal-hal yang lebih besar.
  9. Mencari solusi, bukan menyalahkan orang lain. Daripada terus mengeluh tentang AC yang tidak begitu dingin, lebih baik mengajak teman mendiskusikan perbaikan-perbaikan cara kerja yang lebih efektif.
  10. Sadar kalau yang dikerjakan itu bermakna dan membuat perbedaan. Dan Anda tahu bagaimana menjadikan pekerjaan setiap hari menjadi sesuatu yang memberikan nilai tambah.

Love it or change it

Jawaban atas 10 tanda di atas tidak sekedar YA atau TIDAK. Tetapi juga ada gradasi tertentu, yang akan berkontribusi kepada tingkat kebahagiaan dalam menjalankan pekerjaan sekarang. Di sini kita juga dihadapkan pada situasi: menyenangi pekerjaan sekarang atau melakukan perubahan: mulai dari perubahan diri sendiri (pola pikir, pola tindak dan kemampuan diri), atau mengubah lingkungan di mana kita bekerja.

Belajar dari Chuck Palahniuk, yang mengatakan:

“Find joy in everything you choose to do. Every job, relationship, home…it’s your responsibility to love it, or change it!”

Dan dalam konteks “Change it”, saya bersama tim menyadari, bahwa ada banyak hal yang bisa kami ciptakan bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Apa pun skore dari ke-10 tanda di atas, kami ingin membuatnya lebih baik lagi.

Bukan karena disuruh oleh pimpinan, tetapi karena kami mau berubah, berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu: Be Better Every Day! Demikian penggalan mottoku yang terus saya sajikan setiap saat diperlukan.

Dan ketika suatu pagi, saya memasuki pintu menuju kompartemen HR di tempat saya bekerja, melihat ornament terpampang di sana, saya pun senyum melihat tanda-tanda perubahan yang sedang terjadi…. Bukan karena disuruh… tetapi karena mereka percaya bahwa itu baik dan diperlukan.

“The biggest mistake that you can make is to believe that you are working for somebody else. Job security is gone. The driving force of a career must come from the individual. Remember: Jobs are owned by the company, you own your career !” (Earl Nightingale)

Bookmark and Share

14 Responses to Apakah Saya Mencintai Pekerjaanku?

  1. Hari Subagya says:

    Artikel yang sangat sangat menarik dan mengarahkan para karyawan dan pribadi pribadi jauh lebih bahagia dalam bekerja dan produktif.

    Pak Josef, Apa khabar Pak?

    “Tantangan pertama yang dihadapi, adalah apakah saya punya pilihan seperti itu??”

    Wah ini benar sekali.. apalagi fresh graduate
    pasti tidak akan banyak pilihan.

    Dalam perjalanan kehidupan saya khususnya mencari kerja dan memilih pekerjaan. Awalnya saya sangat “teracuni/terbingungkan” oleh

    “Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life” (Confucius)

    Namanya juga Om Confucius… make me confuse.. Hahaha.

    Kita berusaha terus menemukan passion kita, kesenangan kita, hobby kita hal yang kita senangi, kita cintai kita mau melakukan dengan senang hati.

    Dan dalam kenyataanya. Kita menemukan yang kita senangi, namun kita tetap akan menemukan hal hal yang kurang kita senangi. Jadi memang harus belajar menyenangi apa yang kita lakukan.

    Sebagai seorang pembicara, saya senang mengajar dg antusias tinggi tanpa lelah dan beban sedikitpun, nah berikutnya akan muncul tugas tugas lain yg mungkin kurang kita senangi namun WAJIB. Misalnya : Harus membuat proposal, administratif, travelling berhari hari, kadang harus masuk pelosok hutan dan menginap di dalam “container”

    Jadi setelah menemukan yang kita senangi, maka kita harus belajar menyenangi tugas dan pekerjaan lainya, atau bila kita sudah menemukan pekerjaan dan belum begitu menyenangi, maka mulai belajar menemukan sudut sudut SEXYnya agar hari demi hari kita di kantor bisa bahagia dan produktif.

    Pak Josef,

    Terima kasih inspirasinya pagi ini.Sukses unt Pak Josef dan semakin sehat 🙂

    Salam Perubahan:)

    What time is it? It’s TIME TO CHANGE!

    • josef josef says:

      Senang sekali mendapatkan komentar sekaligus affirmasi dari seorang tokoh seperti pak Hary Subagya. Memang betul, tidak ada yang sempurna di dunia ini, namun apa yang belum sempurna yang kita dapatkan bisa kita poles menjadi lebih menyenangkan. Pelajaran masa lalu dalam memilih dan menjalani karya, menjadi modal tak ternilai membangun wisdom kita. Pada akhirnya, walaupun ada riak2 diseputar tugas, semangat positif yang tinggi akan membuatnya teredam dan yang muncul hanya antusiasme untuk menjalankan tugas. Dan seperti yang dialami oleh pembicara manapun juga, begitu berhadapan dengan pendengar, mereka seakan mendapat energy extra. Ini terjadi karena mereka mencintai pekerjaan mereka. Sekali lagi terima kasih sudah menyempatkan mampir di blog ini. Sukses selalu !

  2. Sangat sepakat Pak Jos. Setiap orang harus berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan energi minimalnya. Menemukan pekerjaan yang dicintai sehingga tidak pernah merasa bekerja.
    Meskipun saya mencintai pekerjaan yang saya jalani hari ini, namun saya pun menyadari memiliki kecintaan besar pada bidang lainnya. Dengan demikian, proses belajar tidak penah berhenti.

  3. erlina says:

    Ketika melakukan pekerjaan yang kita sukai, pasti kita melakukannya dengan Semangat dan gembira 🙂

  4. muhammad iqbal says:

    Salam Pak Josef
    Setuju dengan tulisan Bapak. Mencintai pekerjaan akan membuat kita menikmati pekerjaan kita. Naming sesekali muncul virus yang mengganggu. Saat ada seseorang yang Di luar kompetensinya mengakui hasil pekerjaan kita sebagai karyanya. Ini dilakukan untuk menutupi kekurangan nya dalam pekerjaan nya. Dan lebih mengganggu lagi yang melakukan itu adalah atasan kita, tentu saja untuk menarik perhatian boss besar.
    Mohon sharing pak josef .. bagaimana sebaiknya menghadapi Hal seperti ini..
    Terima kasih sebelumnya.

    Iqbal

    • josef josef says:

      Terima kasih Iqbal. Anda beruntung berada dalam posisi dimana bossmu sangat menghargai hasil kerjamu. Walaupun dia akan terus mengaku ke boss besar bahwa itu adalah kerjaan dia,tapi dia telah menempatkan dirinya sangat tergantung padamu. Itu artinya, kalau
      Ada ide2 yang mau di goalkan, anda sudah yakin bahwa bossmu akan support, karena dia akan mengambil kreditnya sendiri. Pertanyaannya: Sampai berapa lama?? Organisasi akan segera tahu, kalau itu pekerjaanmu. Dan kalau saya dalam posisimu, saya akan terus enjoy dengan pekerjaan saya, bukan enjoy dengan pujian orang. Masalah yang lebih besar muncul, justru kalau pada waktu melakukan performance appraisal, dia tidak memberikan nilai bagus untukmu. Melalui penilaian yang bagus2 setiap kali, system akan pick up siapa yang sebetulnya berada dibalik hasil kerja yang bagus itu. Mudah2an sedikit menjawab pertanyaanmu

  5. Jade Lam says:

    Jobs are owned by the company, you own your career !
    Though I cannot fully understand the Indonesia language, but i like your Chinese decoration very much.

  6. dian says:

    kata “Change It” menginspirasi saya dan akan saya tularkan ke team untuk tidak lekas puas dan berusaha agar lebih baik lagi pak.. Terima kasih dan salam kenal..

  7. Ignacius Hugur Luon says:

    Merenungkan sharing bapak di atas tergelitik dan terpaku dengan kata “CHANGE IT” atau “Berubah”. Makna yang bisa saya petik kalau saya tidak salah tangkap adalah perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dan bila hari ini kita membuat kesalahan, besok kita perbaiki. Setelah kita perbaiki, kita harus buat lebih baik lagi. Sharing kali ini mengetuk Hati dan Pikiran saya bahwa, ” Satu-satunya yang tidak akan pernah “berubah” di dunia ini adalah “perubahan”, karena setiap hari, “perubahan” terjadi terus-menerus… Terimakasih atas pelajaran kali ini bapa, ditunggu “perubahan dashyat’ berikutnya ya bapa..heheh

    • josef josef says:

      Betul sekali Ignacius, dan kontrol hidup ada di tangan anda, mau terus melangkah atau mengubah arah. Kalau kita terus belajar setiap hari, kita akan menjadi pekah akan berbagai kejadian sekitar kita, menanggapinya dengan tepat, dan just follow your heart. Terima kasih Ignacius

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan