Catatkan Sepenggal Do’a Untukku

Posted on June 16th, 2015

“When we engage in what we are naturally suited to do, our work takes on the quality of play and it is play that stimulates creativity.” (Linda Naiman)

DI BALIK TIRAI ruang pertemuan, Matahari bulat kuning sedang mengintip, sambil  mengirim seberkas sinar masuk ke ruangan, seakan ingin ambil bagian memberikan energi positif menyemangati kami semua di ruangan itu, di akhir hari kerja di akhir minggu. Dan yang saya cermati, senyum, tawa, serius menyimak, silih berganti menciptakan suasana sangat positif untuk berbagi dan belajar.

Kali ini yang kebagian kesempatan adalah teman-teman di Bank Syariah Mandiri, yang percaya bahwa pengembangan manusia adalah kunci demi sukses di masa depan. Dan kepercayaan ini adalah milik semua leader yang ada di perusahaan. Namun demikian mindset tentang pentingnya pengembangan itu hanya bisa nampak ditampilkan dalam keseharian sang pemimpin.

Foto Ilustrasi 1

Program Keterlekatan Merangkul Semua

Istilah resmi yang digunakan dalam kamus kompetensi untuk engagement adalah keterlekatan. Dan memulai inisiatif untuk itu tidak mudah, terutama kalau suasana dalam satu unit tingkat engagement berbeda-beda dalam range yang cukup lebar. Seorang peserta sempat merekam situasi di bawah kepemimpinannya, dan mengedepankan hal yang sama.

Dalam kenyataannya, kita diperkenalkan dengan konsep engagement yang canggih, dari perusahaan internasional, dan kita lupa bahwa dalam keseharian banyak sekali kesempatan yang bisa dilakukan dalam konteks engagement.

Sayapun bertanya:

“Dalam seminggu yang lalu, berapa orang anak buahmu yang mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih darimu sebagai atasan, untuk apa yang mereka kerjakan?”

Dan pertanyaan tersebut, mungkin juga relevan untuk masing-masing kita tanyakan pada diri sendiri. Kalau jawabannya, tidak ada atau tidak banyak, pertanyaan berikutnya adalah:

“Seberapa dekat saya dengan tim, untuk bisa merekam buah karya positif mereka, seberapa pun kecilnya itu, untuk bisa saya berikan apresiasi?”

Keterlibatan anggota tim dalam menggali berbagai ide untuk membangun tim dalam bekerjasama sangat penting dalam upaya untuk membangun keterlekatan itu. Semakin mereka terlibat, semakin dekat dan menyatu masing-masing anggota dalam tim, semakin banyak ide kreatif yang bisa digali. Kalau sudah begini, apakah masih belum menemukan alasan untuk mengapresiasi?

Tentu jawabannya: banyak!

Sekarang saatnya kita bisa melebar ke program engagement yang lebih besar lagi. Tapi apapun itu bentuknya, itu berkaitan dengan kedekatan atasan bawahan dan semua anggota tim.

Bagaimana Memperoleh Persetujuan?

“Ada beberapa inisiatif besar di masa lalu yang bapak lakukan dan sangat menginspirasi, sebut saja program Promotive Health dengan menghadirkan Gym di tempat kerja, atau nursery room untuk ibu-ibu menyusui,” kata seorang peserta sebelum bertanya, “Bagaimana mendapatkan persetujuan management untuk itu?”

Yang nampak memang hasil akhir, namun perjuangan untuk itu menempuh jalan panjang.

Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah berbagai kejadian yang hadir di depan mata kita, tapi sering kita abaikan, karena hadir sebagai kejadian sehari-hari saja.

Saat banyak manager perusahaan kami terdahulu dikirim untuk mengikuti Outbound Program di Mulu Serawak Malaysia, ternyata sebagian dari mereka harus dievakuasi ke base camp, karena tidak kuat untuk berjalan naik turun bukit. Padahal mereka itu adalah calon pimpinan masa depan.

Kejadian ini bisa lolos dari penyimakan lebih mendalam, kalau saja saya tidak menggunakan momen itu untuk mendiskusikan dengan Presiden Direktur, tentang masa depan calon pemimpin yang harus siap secara fisik dan mental. Diskusi cukup panjang, karena saat itu sudah ada program membership untuk manager di fitness center publik, tapi tidak banyak digunakan, dengan berbagai alasan yang bisa diterima. Namun demikian, akhirnya bisa disetujui untuk menghadirkan Gym di tempat kerja, dan di tempat yang premium, lantai paling atas. Itulah asal muasal hadirnya Gym di sana.

Tidak hanya itu, bekerja sama dengan dokter perusahaan, kami membuat berbagai analysa tingkat kesehatan dan kebugaran karyawan untuk menelorkan berbagai promotive health program. Kami mengubah mindset orang, yang melihat gym sebagai ruangan berisi peralatan olahraga, menjadi ruangan di mana masing-masing kami mendemonstrasikan komitmen untuk hidup lebih sehat dan fit.

Di sana ada kebersamaan untuk saling menunjang, saling mengingatkan, saling memotivasi, karena hasil tim lebih berarti dari pencapaian target individu. Dan tidak kalah pentingnya, saya dan Presiden Direktur hadir di sana, rajin berolahraga, di bawah bimbingan personal trainer, sekaligus memberikan contoh, role model. Kami tidak saja bicara tentang hidup sehat, tapi berbuat.nyata.

FOTO2

Sepenggal Do’a untuk Suksesku

Sudah sekian banyak Buku “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku” yang saya tanda tangani bersama dengan pesan pendek tulisan tanganku. Agak kaget juga ketika seorang peserta meminta:

“Di samping tanda-tangan bapak, tolong sertakan juga sepenggal do’a untukku agar bisa sukses.”

Karena itu, pesan yang sudah ada, saya tambahkan lagi sepotong tulisan, sekaligus do’a, semoga dia sukses meraih apa yang dia cita-citakan.

Dan tentu saja doa yang sama juga bagi semua pembaca buku itu, semoga berbagai mutiara kehidupan yang ditemukan dalam buku itu, menginspirasi mereka untuk mengambil langkah yang diperlukan demi sukses.

Matahari yang mengintip di awal sesi sudah memasuki peraduannya, dengan janji akan terbit lagi besok pagi. Kami semua juga tergerak untuk membuat hari esok yang lebih baik penuh syukur, dimulai dari diri sendiri.

“Be Yourself, but Better Everyday” (Josef Bataona)

Bookmark and Share

2 Responses to Catatkan Sepenggal Do’a Untukku

  1. Erlina says:

    Dan proses keterlekatan itu berawal dari pandangan yang positif terhadap orang disekitar kita, sehingga kita menjadi peka akan kebutuhan mereka…karena”Jika matamu baik, maka teranglah seluruh tubuhmu..”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life