Restu Pimpinan untuk Learning dan Sharing

Posted on October 3rd, 2014

“Learning is a willingness to let one’s ability and attitude change in response to new ideas, information and experiences.” (Peter Vaill)

KNOWLEDGE MANAGEMENT. Kami baru mengenal istilah itu setelah krisis 1997/1998. Saat itu kami dan perusahaan sedang mencari model untuk melestarikan berbagai ilmu, pengetahuan dan pengalaman dari karyawan senior untuk pembelajaran generasi muda. Bersamaan dengan itu, ternyata perusahaan turut memupuk tumbuh kembangnya budaya Learning & Sharing tanpa ada label, tanpa ada niatan untuk mendapatkan penghargaan. Tulus hanya untuk bisa saling berbagi. Tulisan ini merupakan lanjutan dari posting terdahulu.

Case 2: Perusahaan dengan Corporate University

Perusahaan, di mana saya sempat berkarya, Bank Danamon, sudah menerapkan konsep “Corporate University.” Para pimpinan sungguh menyadari, bahwa Training Center-nya di daerah Ciawi yang bisa menampung peserta training nginap sebanyak 600 orang itu, harus berfungsi sebagai Center of Excellence, di mana berbagai kekhususan ilmu pengetahuan dari berbagai divisi dihadirkan di sana sebagai pembelajaran bagi mereka yang memerlukannya.

Para Senior Manager berperan aktif sebagai tenaga fasilitator. Bahkan dalam KPI (target performance tahunan) dimasukkan juga kewajiban mengajar setahun selama 24 jam. Selain itu, setiap kali berbagi ilmu, (kecuali BOD) mereka akan mendapatkan insentif keuangan dengan formula tertentu.

Ini diperlukan untuk memacu proses pembelajaran. Maklum, dengan jumlah karyawan 74.000 saat itu, diperlukan proses belajar yang lebih cepat. Bahkan Corporate University di Ciawi dirasakan belum cukup, sampai dibangun lagi 4 buah satelit Learning Center di daerah.

Apakah itu sudah cukup?? Inisiatif di atas mungkin banyak yang di tujukan kepada Boomers dan Gen X. Sementara itu, ada pula muncul kebutuhan untuk engage Gen Y. Menyadari bahwa Gen Y sangat dekat dengan Digital Social Media, dirancang beberapa program untuk itu. Salah satu diantaranya adalah mempersiapkan video unik bernama: DVN (Danamon Value Network). Ini merupakan sarana berbagi, bermain dan menginspirasi yang asyik dan nyaman. Karyawan bisa berbagi pengalaman yang indah dan positif kepada rekan kerja mereka.

Sampai saat ini tim DCU (Danamon Corporate University) terus menggali potensi untuk lebih memberdayakan potensi berbagi dan belajar, berpacu dengan waktu untuk pengembangan karyawannya. Foto berikut ini adalah foto bersama tim DCU yang hadir di Seminar Indonesia Digital and Social Learning (IDSL).

Tim DCU yang hadir sebagai peserta IDSL

Case 3: Bila Fokus Perusahaan pada Konsolidasi

Dalam perusahaan ketiga, PT Indofood Sukses Makmur Tbk., ditemukan bahwa fokus perusahaan adalah pada transformasi dan konsolidasi perusahaan-perusahaan yang perlu mengikuti berbagai strategy, system dan prosedur yang berlaku di perusahaan induknya. Para pimpinan sadar bahwa perusahaan-perusahaan itu akan membawa keunikan pengetahuan dan pengalaman dari karyawannya yang akan bisa bersinergi demi kemajuan di masa mendatang. Tapi bergerak menuju konsep Knowledge Management secara terpadu, mungkin harus menunggu beberapa tahun lagi. Tapi apakah dengan demikian kita harus tinggal diam?

Saya sendiri melihat peluang bahwa, bila tiba waktunya, saya membutuhkan team yang solid dan excited yang akan membantu saya untuk membuat karyawan di divisi lain juga excited untuk memulai proses berbagi dan belajar berdasarkan pengalaman masing-masing. Sejak bulan pertama kehadiranku, saya meluncurkan FishFUN Program sebagai sarana membangun lingkungan kerja yang menyenangkan, mulai dari team Corporate HR yang berjumlah sekitar 40 orang.

Empat Falsafah Utama dari FishFUN yang diperkenalkan adalah:

  1. Choose Your Attitude: setiap karyawan dibiasakan untuk sejak pagi memilih berpikir dan bersikap positif.
  2. Make Their Day: falsafah yang menghendaki kita peduli pada teman atau orang sekitar kita, yang mungkin saja sedang down, untuk membuat mereka bangkit kembali untuk melangkah maju.
  3. Play: bahgaimana mencari berbagai ide kreatif untuk membuat kerja kita menyenangkan, tidak ubahnya seperti orang bermain.
  4. Be There: hadir secara fisik dan seluruh jiwa kita untuk berkarya, untuk melayani sesuai fungsi masing-masing.

Selama hampir dua tahun sejak diluncurkan, tim sudah bisa melihat sendiri hasilnya yang sangat dasyat, membuat lingkungan kerja menyenangkan, sekaligus membuat mereka untuk leluasa mengemukakan ide-ide kreatif, iklas membagi berbagai pemikiran dan pengalaman dan tanpa disadari, tim ini semakin kompak.

Di pojok kanan atas halaman blog ini, ada tulisan: Home, Peta Situs, Tentang Saya. Bila Anda klik Peta Situs, Anda akan diantar ke halaman berisi judul berbagai artikel dalam kategori yang berbeda-beda. Salah satu diantaranya adalah kategori FishFun, di mana saat ini ada sekitar 50 artikel yang tersedia.

Tapi, apa insentifnya?? Sejak dini mereka melihat manfaat besar bagi diri sendiri (untuk hidup secara positif) dan juga bagi tim. Bulan demi bulan mereka memetik buah dari kreativitas mereka sendiri. Foto berikut ini adalah mereka yang menjadi saksi perjalanan FishFun, yang juga hadir sebagai peserta seminar hari itu.

Tim FishFun yang hadir sebagai peserta IDSL

Contoh ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan seorang peserta waktu sharing session-ku:

“Apa yang perlu dilakukan kalau Pimpinan belum tertarik untuk merestui inisiatif learning and sharing??”

Jawab saya singkat:

“Mulailah dari unit kecil yang anggota dan pimpinan unitnya mau memulai inisiatif itu, karena sudah yakin akan manfaat positifnya.”

Apakah insentif financial lebih powerful dari non-financial?? 

Dari ketiga contoh yang dipaparkan di artikel ini dan artikel sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa, sukses membangun Budaya Learning dan Sharing ada pada:

  • Komitmen dan contoh nyata dari Pimpinan.
  • Lingkungan yang menunjang: harus pandai membaca situasi, termasuk lingkungan yang mengapresiasi inisiatif seperti ini.
  • Pemilihan incentive yang sesuai: financial incentive atau non-financial incentive. Bahkan dalam contoh ketiga, insentifnya berupa pengalaman positif yang didapat oleh karyawan, sebagai buah dari karya mereka.
  • Pemilihan karyawan yang punya motivasi sebagai penggerak.
  • Ada karyawan yang iklas mau berbagi dan juga karyawan yang tulus mau mendengarkan untuk belajar.

Apa komitmen pribadiku pada konsep learning dan sharing itu?? Ikuti posting berikutnya

“A little knowledge that acts is worth infinitely more than much knowledge that is idle.” (Kahlil Gibran)

Bookmark and Share

4 Responses to Restu Pimpinan untuk Learning dan Sharing

  1. sri mahayani says:

    Bagus sekali artikel nya ..terimakasih Pak Josef , semoga learning and sharing menjadi kebutuhan kita semua ….. belajar banyak untuk dapat memberi lebih banyak dengan tulus .

    • josef josef says:

      Terima kasih Sri, betul sekali: kita perlu belajar sampai akhir hidup, tapi konsekuensinya juga harus sharing sampai akhir hidup juga… Dengan tulus

  2. Hanny says:

    Meskipun saya ikut FishFUN dalam waktu yang sangat singkat, tapi 4 falsafahnya masih saya terapkan sampai sekarang Pak. Thanks for inspiring ya Pak!

    • josef josef says:

      Terima kasih Hanny, senang mengetahui bahwa Hanny masih terus menerapkan FishFUN, sangat sederhana untuk diimplementasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life