Posted on November 28th, 2014
“If employees truly are a company’s best asset, then leaders and managers should make caring for them a priority.” (Robyn Reilly, Senior Consultant at Gallup)
BERAGAM PROGRAM employee engagement dirancang. Beda perusahaan beda praktek, karena memang situasi lingkungannya berbeda. Dalam perusahaan yang sama pun terkadang ada beda suasana yang menyebabkan kebutuhan untuk engagement-nya juga berbeda.
Ada yang menunggu program resmi yang diluncurkan oleh perusahaan, ada yang melihat pentingnya itu dilaksanakan di divisi masing-masing, tapi ada juga manager yang melihat adanya kebutuhan untuk menjamin engagement antara dia dan timnya, dan juga engagement diantara anggota timnya.
Memaknai Employee Engagement
Scarlet Survey International mendefinisikan employee engagement sebagai:
“An individual’s degree of positive or negative emotional attachment to their organization, their job and their colleagues”
Dari sini kita bisa memaklumi, bahwa muara semuanya ini adalah dari hubungan antar manusia dalam sebuah tim paling kecil dalam organisasi. Dan di dalamnya ada seorang yang berperan sangat penting: seorang pemimpin.
Dia yang mulai memberikan contoh hubungan positif dengan anggota timnya dan memfasilitasi anggota timnya untuk melakukan yang sama. Ini akan membuat setiap karyawan merasakan keterkaitan emosional yang positif dengan rekan kerja, atasan dan bahkan dengan perusahaannya. Bila ini sudah terbentuk maka mereka akan sepenuh hati bekerja untuk suksesnya perusahaan.
Moment Kecil Setiap Hari
Sering kita memikirkan program yang besar, dengan biaya tinggi untuk implementasi employee engagement. Sementara itu, kita lewatkan begitu saja setiap moment penting setiap hari, moment penting di mata karyawan itu sendiri.
Hari itu seorang kawan, Susanti merayakan ulang tahun. Teman-temannya sedang mempersiapkan sesuatu untuknya. Namun mereka baru menyadari bahwa pada jam yang sama akan terjadi latihan evakuasi kebakaran, yang biasanya memakan waktu cukup lama.
Tim tidak kehilangan akal. Mereka justru memanfaatkan kesempatan ini untuk menciptakan kejutan buat Susanti.
Tanpa diketahui, kue ulang tahun dibawa ketika evakuasi dilakukan. Dan setelah semua proses evakuasi dilaksanakan, selagi karyawan satu perusahaan segedung masih berkumpul, tiba-tiba mereka melantunkan lagu Selamat Ulang Tahun, dan meminta Susanti yang sedari tadi tidak menyadari kalau ada temannya yang menenteng kue ulang tahun, untuk meniup lilin. Susanti kaget, semua karyawan di tempat evakuasi juga terperanga.
Kejutan ini membuat Susanti berkomentar di postingan Instagram-ku:
“Terima kasih pak, terima kasih buat team CHR… saya kaget dikerjain pas lagi evakuasi tapi benar-benar berkesan. Terima kasih ya semuanya buat best wishes-nya.”
Testimoni yang Menyejukkan
Hari itu adalah saatnya menutup FishFUN episode 2 dan melangkah menuju episode 3. Kali ini kami mengundang kawan dari divisi lain yang sudah menerapkan FishFUN untuk berbagi pengalaman. Di antara pengalaman yang dibagi, ada kisah tentang testimoni dari seorang karyawan yang baru bergabung tiga bulan dan sebelumnya bekerja cukup lama di sebuah perusahaan multinasional, katanya:
“Di perusahaan sebelumnya kami melakukan outing 3x setahun, belum lagi beberapa dinner dengan atasan atau pimpinan lainnya. Tapi tidak tercipta kebersamaan, kehangatan, dan kedekatan sesama tim dan atasan. Saya baru tiga bulan disini tapi kedekatan hubungan dengan seluruh tim seakan kami sudah lama kenal.”
Engagement program bukan berkaitan dengan frekuensi. Bukan juga sekedar design program itu sendiri. Yang paling penting adalah ketulusan atasan yang mengawal program itu, dan semangat positif anggota tim yang menjadi roh dari program itu. Dan semua anggota terlibat, ikut ambil bagian sejak perencanaan dan implementasinya.
“The way your employees feel is the way your customers will feel. And if your employees don’t feel valued, neither will your customers.” (Sybil F. Stershic)
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...