Jurnal Bersyukur

Posted on May 28th, 2021

“Those who have the ability to be grateful are the ones who have the ability to achieve greatness.” (Steve Maraboli)

KEBIASAAN BAIK perlu dibangun, kemudian dipertahankan. Demikian juga kebiasaan bersyukur. Sepanjang perjalanan hidup kita, betapa banyaknya pengalaman yang bila kita cermati benar, merupakan berkat tak ternilai yang patut disyukuri. Termasuk didalamnya adalah pengalaman yang nampak dipermukaan seakan pengalaman menyedihkan, namun akan menjadi sesuatu yang bisa kita syukuri kalau kita bisa memetik pelajaran positif dari pengalaman tidak menyenangkan tersebut.

Bersyukur Sebagai Kebiasaan

Bersyukur senantiasa, sebuah ungkapan yang terdengar sederhana, namun dalam implementasinya belum tentu mudah. Dalam Harvard Mental Health Letter, yang diupdate pada 5 Juni 2019 mengatakan bahwa bersyukur adalah salah satu cara termudah untuk bisa merasa lebih baik, lebih sehat dan lebih termotivasi. Yang disyukuri bisa sesuatu yang dialami di masa lalu, saat ini atau bahkan apa yang akan diterima. Dan caranyapun bisa beragam, seperti menulis kartu ucapan terima kasih, bersyukur melalui doa, membuat jurnal bersyukur, atau menyampaikan secara langsung. Saya sendiri sering menyampaikan terima kasih kepada anggota timku melalui kartu tulisan tangan sendiri, dan saya juga menyimpan berbagai tulisan/kartu apresiasi untukku di kotak yang diberi nama My Jewelry Box.

Kebiasaan bersyukur bahkan bisa memupuk hubungan dengan orang lain, misalnya saat anda menyatakan bahwa sangat senang dan mengapresiasi apa yang dilakukan sahabatmu, karena memberikan dampak positif dalam kehidupanmu.

Apapun cara yang dipilih, lakukan itu secara disiplin. Kita akan menemukan sendiri, pola kebiasaan yang pas untuk kita lakukan secara rutin. Kami memilih untuk Bersama beberapa teman berlatih minimum 21 hari, setiap hari menuliskan 5 hal yang patut disyukuri. Dari group ini, ada yang terus hingga 60 hari, atau bahkan 90 hari non stop. Aturannya, kalau sehari lupah, maka harus mulai lagi dari hitungan hari pertama.

Beberapa Pengamatan dari Jurnal Bersyukur

Dengan beberapa teman yang aktif saling belajar di program Shani (Sharing Alumni sebuah komunitas pembelajar), kami mencoba membangun kebiasaan bersyukur melalui “Jurnal Bersyukur”. Simak juga tulisan sebelumnya, https://www.josefbataona.com/life-wisdom/saya-belajar-bersyukur-dari-murid-sd/

Saya coba mempelajari pola “Bersyukur” yang dibagi melalui group Telegram. Semua jurnal yang kami tulis, dimulai dengan “Saya bersyukur….” Tujuannya sederhana, apa yang terpikirkan, kemudian diinternalisasi dalam pribadi masing2 individu. Saat kita membacanya kembali, kita akan merasakan sensasi positif dari apa yang dituliskan. Saya kelompokkan pola bersyukur itu dalam beberapa kategori:

  1. Take it for granted
    Ada hal-hal tertentu yang kita alami atau terima setiap hari, seakan terjadi begitu saja, tanpa harus kita pikirkan, apalagi mensyukuri. Kita hanya bisa mengangkat itu ke permukaan, kalau saja kita mau meluangkan waktu untuk itu. Misalnya

    • Saya bersyukur akan pagi indah saat sarapan bareng istri menghadap taman rumah
    • Saya bersyukur bisa menghirup udarah segar di taman rumah
    • Saya bersyukur bisa membangun kebugaran dengan Jalan Pagi 7.300 steps bersama istri
    • Saya bersyukur menikmati birunya langit cerah dan hamparan rumput taman yang hijau
    • Saya bersyukur akan kesempatan baru di hari baru untuk berbuat kebaikan
    • Saya bersyukur akan momen ngobrol dg putriku yang pulang sekali seminggu
  1. Menerima
    Kita sering sekali fokus bersyukur pada apa yang kita terima, seperti contoh berikut ini:

    • Saya bersyukur akan keteladanan almarhum ayah dan ibuku yang membuatku seperti ini
    • Saya bersyukur dilahirkan di Indonesia yang menghargai kebhinekaan
    • Saya bersyukur bahwa dari desa kecil di Lembata, bisa meraih sukses di Jakarta
    • Saya bersyukur karena apresiasi pemesan bukuku dan mendoakannya saat menandatngani buku.
    • Saya bersyukur atas suasana dan perasaan damai saat meditasi di jam 01:30
  1. Kesempatan Memberi
    Apabila kita sungguh merenungkan, ternyata banyak kesempatan untuk memberi atau berbagi, yang juga patut kita syukuri. Semakin kita mensyukuri kesempatan seperti ini, semakin kita menerima bahwa kita adalah bagian dari dunia yang lebih besar, dimana kita hendaknya saling membantu satu sama lain. Beberapa contoh diantaranya:

    • Saya bersyukur bisa memberikan advis sambil memotivasi sahabat yang lagi buat komitmen
    • Saya bersyukur bisa meneruskan kebiasaan orang tua berbagi dengan para janda/ jompo melalui kerabat kerja di desa kami
    • Saya bersyukur boleh berbagi pengalaman di webinar BUMN dan response peserta webinar sangat positif
    • Saya bersyukur sharing di blog tentang Legacy dapat tanggapan positif
    • Saya bersyukur bisa menyapa pembelajar yang bedah bukuku di Jateng dan boleh menanggapi langsung pertanyaan mereka yg keren
    • Saya bersukur dihubungi teman dan ngobrol soal situasinya dan obrolan itu berujung pada sesi coaching dg ICC
    • Saya bersyukur bisa berbagi kiat menulis buku di program #Ngobrol Kreatif Penulis Buku Kompas
  1. Panggilan Hidup yang lebih besar dari yang diduga
    • Saya bersyukur bahwa bersama istri kami bisa hadir sebagai role model bagi keluarga
    • Saya bersyukur sudah berkisah melalui 3 buku: Buku 1, pelajaran dalam perjalanan menempah diri lebih tangguh; Buku 2, hasil dialog dengan sesama praktisi via sosmed tentang Listening Skill seorang Leader; Buku 3, mengingatkan tentang Panggilan Hidup seorang Leader dalam menemukan MAKNA hidupnya dan teamnya.
    • Saya bersyukur bisa berbagi kepada 418 dosen dari 114 Universitas di Indonesia Timur tentang coaching bagi dosen dan mendapat tanggapan para dosen sangat positif akan manfaat yang didapat
    • Saya bersyukur boleh membagi pengalaman di Program CHRP dan mendapatkan feedback sangat positif
    • Saya bersyukur boleh berbagi via zoom pada DPH Paroki tentang Leadership
  2. Kami dan Saya
    Ada hal-hal yang terjadi dan patut disyukuri berkaitan dengan saya sebagai individu penerima, tapi ada juga bersama keluarga atau team.

    • Saya bersyukur saat sarapan berdiskusi dengan istri tentang perjalanan hidup sambil memetik butir2 pelajarannya
    • Saya bersyukur, diskusi seputar meja makan bersama istriku yang mengangkat tema: bersyukur dengan perbuatan nyata selain ucapan
    • Saya bersyukur akan gelak tawa menemani anak nonton BTS
    • Saya bersyukur pola makan dan olahraga menunjang kesehatan kami
    • Saya bersyukur dikaruniai keluarga yang penuh kasih
  1. Perjalanan Hidup Bersama Keluarga
    Dialog dengan istri dan anak sering dilakukan, baik seputar meja makan atau saat lagi santai. Misalnya obrolan tentang perjalanan hidup yg sangat kami syukuri, diantaranya:

    • Saya bersyukur saat pensiun putri kami sudah selesai kuliah dan bekerja
    • Saya bersyukur bahwa saat saya pensiun tak ada lagi cicilan2 hutang
    • Saya bersyukur bahwa setelah pensiun masih berkesempatan untuk berbagi
    • Saya bersyukur akan bahagianya hidup dari rezeki hasil kerja sendiri
    • Saya bersyukur sambil jalan pagi, bisa belajar perjuangan orang utk hidup
    • Saya bersyukur bahwa istriku senang merawat taman dan hobi istriku tersebut demi kesehatan dan kenyamanan kami di rumah. Berikut foto bertiga istri dan putriku

Masih banyak lagi pengalaman hidup yang bisa dipotret sambil bersyukur, kalau saja kita mau meluangkan waktu untuk mencermatinya. Semakin sering kita menyimaknya, akan semakin membuat kita bahagia, karena kita terus mensyukuri semua ini yang merupakan berkat dalam kehidupan ini.

“Developing an ‘attitude of gratitude’ is one of the simplest ways to improve your satisfaction with life.” (Amy Morin)

Bookmark and Share

4 Responses to Jurnal Bersyukur

  1. Agnes Keraf says:

    Sangat setuju Besa. Kalo direnungkan…. bersyukur adalah hal besar yang sering diabaikan karena dianggap hal biasa. Bisa bangun lagi di hari baru dalam keadaan yg sehat merupakan hal besar yang sering kurang disadari. Padahal itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa. Semoga kebiasaan bersyukur menjadi ciri hidup dalam segalanya. Terima kasih Besa atas inspirasi bersyukur hari ini.

    • josef josef says:

      Terima kasih sr. Agnes untuk peneguhannya. Banyak anugerah Tuhan yang hadir setiap hari dihadapan kita, namun terlewat begitu saja. Kita akan menyadari dan mensyukurinya, kalau saja kita mau meluangkan waktu untuk menyimak. Salam

  2. Santi Sumiyati says:

    Terima kasih Pak Josef atas tulisannya sebagai pengingat sekaligus penuntun kami untuk tetap bersyukur. Bila mengikuti pola yang bapak sampaikan, ternyata begitu mudah dan nikmatnya mensyukuri apa yang kita alami setiap hari serta seringkali kita abaikan, sampai kita kehilangan nikmat tsb. Terima kasih Bapak atas pengingat dan penuntunnya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Santi, masih ada hari esok untuk memulai sesuatu yang baik, melatihnya dan menjadikannya kebiasaan sendiri. Besar manfaatnya. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Santi, senang kalau tulisan ini bermanfaat, semoga membantu dalam karyamu. Salam

Santi Sumiyati:
Terima kasih Pak Josef atas ilmunya yang sangat bermanfaat, di mana bapak menyampaikannya dengan...

josef:
Terima kasih mba Sofia, kita mulai dengan membenahi diri disi sendiri, meningkatkan kemampuan memimpin diri...

sofia assegaff:
Thank you sharingnya ya pak Josef..

josef:
Setuju sekali pa Mul, sulit namun bukan berarti tidak mungkin. Latihan untuk secara sadar memilih kata atau...


Recent Post

  • Tak Hentinya Belajar Melayani
  • Membersihkan Hati
  • Pentagon of Peak Performance
  • Great Team Player
  • Jurnal Bersyukur
  • Pandemi: Empathy dan Coaching
  • FUN di Tempat Kerja
  • Dosen Yang Tanggap Perubahan
  • Maling Keren
  • Terima Kasih Pintuku Dibuka