Kesederhanaan

Posted on December 11th, 2015

“The moment you say ‘I know everything’ is the end of your growth.” (Sharon Lee)

BEGITU KEKAYAAN ILMU, pengetahuan dan pengalaman kita bagikan kepada orang lain, saat itu juga kita menyiapkan ruang untuk mengisi kembali dengan ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang baru. Semakin banyak kita bagi semakin banyak juga yang bisa didapat, tak akan pernah habis.

Paparan di blog minggu lalu difokuskan pada proyek KejarAURORA. Namun kali ini ada seorang peserta yang menulis di Facebook tentang apa yang dipelajari dari sesi hari Sabtu itu di Bawean Bandung. Atas izinnya, saya mengangkat seluruh tulisannya, dengan sedikit koreksi untuk meluruskan makna pemaparan.

Kesederhanaan

Belajar Kesederhanaan dari Putra Terbaik Flores

“Be yourself, but better everyday,” itulah motto Josef Bataona, HR Director Indofood.

Sabtu lalu (28/11/2015), para kakak Kejar Aurora mendapat sesi sharing dan coaching dari salah satu putra Flores ini. Kalau Flores saja sudah terasa jauh, beliau ini asalnya lebih jauh lagi.

Beliau berasal dari Desa Lamalera, Pulau Lembata. Saya juga baru dengar nama daerah ini dari beliau. Kaya sekali memang negeri ini, ada banyak daerah yang namanya pun belum saya ketahui.

Pak Josef Bataona memberikan berbagai pesan yang esensial dalam hidup. Pesan-pesan ini sebenarnya sangat sederhana, namun saya yang memperumit hidup sampai lupa akan kesederhaaan hidup.

Kunci Menjadi Pemimpin yang Baik

Banyak orang ingin menjadi pemimpin, namun apakah kita sudah layak memimpin orang lain? “Untuk jadi pemimpin yang baik, tanyakan pada diri sendiri, apa saya sudah menjadi pribadi yang baik,” kata Josef Bataona memulai sesi sharing ini.

Untuk bisa menjadi pribadi yang baik, Josef Bataona punya motto yang saya tuliskan di atas. Yuk kita simak makna dari kalimat itu.

Be yourself. Tiap orang itu unik. Tiap orang punya gayanya sendiri dalam menjalani hidup: bekerja dan memimpin. Oleh karena itu, tiap orang tidak perlu memaksakan diri meniru orang lain. Berusaha untuk menjadi orang lain (yang bisa jadi kita idolakan memang prestasinya bagus) memang memotivasi diri kita.

Namun dalam jangka panjang, kita akan kelelahan karena tidak menjadi diri kita yang sebenarnya. Oleh karena itu, kita perlu mengenali diri sendiri, mengenali keunikan yang kita punya, lalu berkarya menjadi anugerah bagi dunia.

Sayangnya, slogan “Be yourself”  ini sangat egois. Ucapan ini membuat kita hanya memikirkan diri kita sendiri, tanpa memedulikan orang lain. Untuk itu, Josef menambahkan motto hidupnya.

But better everyday. Kita perlu memperbaiki diri dengan cara membuka diri untuk belajar dari orang lain, open minded istilah populernya. “Hari ini, saya belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari diri saya yang kemarin,” kata Josef Bataona menjelaskan self-talk yang selalu ia lakukan tiap hari.

Menjalani Hidup Sederhana

Menjadi pribadi yang lebih baik ini perlu dibarengi dengan kesederhanaan hidup, yakni merasa cukup. Rasa cukup ini terejawantahkan dalam bentuk rasa syukur dalam keseharian kita. Tiap malam, Bataona bertanya reflektif pada dirinya sendiri, “Apa yang saya dapat hari ini yang patut saya syukuri?” Beliau menyarankan untuk membuat daftar hal yang disyukuri tiap harinya.

Dengan merasa cukup inilah, Bataona mendefinisikan ulang arti kekayaan diri. “Kaya itu adalah mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu,” katanya menjelaskan.

Kekayaan diri itulah yang membuat Bataona selalu merasa ingin berbagi. Sharing ke kakak-kakak Kejar Aurora hanyalah salah satu aktivitasnya. Beliau selalu senang membagikan ilmunya ke banyak orang. Btw, para kakak Kejar Aurora juga ditraktir makan sepuasnya lho di sesi ini. Ini di Restoran Bawean yang terkenal itu lho. “Silahkan pesan apa pun yang kamu mau,” katanya. Jelas, saya pesan steak. *evil smirk*

Josef Bataona berbagi ilmunya juga di blognya josefbataona.com sejak 2011. Rutin 2 kali seminggu. Bukan hanya asal menulis. Ia mencurahkan emosi, fisik, hati, dan pikiran setiap kali menulis. Saya belajar tentang pentingnya kesepenuh-hatian dalam setiap aktivitas.

Rasa syukur ini pun ia sebarkan juga ke pembaca blognya. “Setiap kali ada yang komentar, selalu saya jawab. Mengapa? Untuk berterima kasih pada pembaca blog saya, sampai mau repot-repot merespon, apalagi dengan koneksi internet yang tidak terlalu cepat,” ucapnya.

Nasihat yang Josef Bataona Pegang Teguh

Josef Bataona sangat menggemari karya Paulo Coelho. Ia sangat suka kalimatnya yang satu ini. “If you have a dream, and you really commit to achieve it, all the universe will conspires to help you to achieve it.”

“Mimpi itu doa,” Puji Prabowo menimpali kutipan ini. Ya, Allah akan mewujudkan sesuai prasangka kita.  Begitu kita berdoa pada Allah, Sang Maha Pengasih ini akan membuat Sunatullah mendukung keinginan kita itu, tanpa pilih kasih.

Ada pesan dari ayahnya juga yang selalu Bataona pegang. Saat Bataona hendak merantau ke Pulau Jawa, ayahnya memberi 2 nasihat (perjuangan Bataona ke Pulau Jawa juga sebenarnya menarik, tapi tampaknya akan membuat tulisan ini jadi terlalu panjang).

  1. Jangan pilih-pilih pekerjaan: pekerjaan pertama yang disodorkan ke kamu itu bukan terjadi secara kebetulan. Walau pekerjaan itu tidak sesuai passion kamu, bisa jadi akan jadi jembatan menuju pekerjaan yang kamu idam-idamkan. Oleh karena itu, selalu syukuri pekerjaan yang sekarang kamu jalani dengan bekerja sepenuh hati.
  2. Trust: kalau ada yang menawarkan pekerjaan, itu berarti dia sudah percaya pada kita. Oleh karena itu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh agar mereka terus percaya pada kita. Jangan pernah kamu abaikan rasa percaya itu.

Bataona menutup sesi sharing ini dengan “Team Coaching”, memperkenalkan tools improvement organisasi yang sederhana. Kami dibimbing hal yang paling penting untuk ditingkatkan di Kejar Aurora. Mau tahu soal tools sederhana ini, feel free untuk mengajak saya diskusi kalau nanti kita berjodoh untuk ketemu.

Mimpi bersama, Aurora, hoy

Maju bersama, Aurora, hoy!

Bahagia! Aurora, hoy!

Aurora! Hoy!

Aurora! Hoy!

Aurora! Hoy, hoy, hoy!

(Mohammad Ferandy)

“Being humble means recognizing that we are not on earth to see how important we can become, but to see how much difference we can make in the lives of others.” (Gordon B. Hinckley)

Bookmark and Share

4 Responses to Kesederhanaan

  1. Puji says:

    Terima kasih pak, terima kasih sudah berbagi dan menginspirasi banyak hal 🙂

  2. santai saja says:

    Terima kasih pak, sangat menginspirasi. Saya jadi lebih paham makna kesederhanaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET