Sejenak Bersama Orang Bijak

Posted on January 12th, 2016

“By associating with wise people you will become wise yourself.” (Menander)

USAI BERCAKAP-CAKAP terasa energi tubuh terisi penuh kembali. Tanpa disadari, saya mendadak bertambah kaya karena tambahan pengetahuan dari kisah bijak perjalanan hidup seorang kawan, yang dengan sukses segudang, masih tampil humble. Dengan beberapa kali duduk di posisi puncak sebagai CEO, keinginan dia untuk belajar tidak pernah padam. Dan tentu saja ketulusan dia untuk berbagi tidak diragukan.

Tapi saking banyaknya, kita harus tahu apa yang ingin kita pelajari dari dia. Dengan satu atau dua pertanyaan fokus, sudah cukup untuk merangsang dia menyajikan kisah yang memukau, yang terkadang tidak kita sadar kalau kita sudah cukup lama bersamanya.

People Development

Sebagai professional, bila anda diundang untuk sharing, apa dua hal penting yang mau dibagi? Tanya saya pada sahabat yang bernama Owen (Ow Tin Nyap).

Pertama-tama: My professional Career Life & People Development. Kisah perjalanan kariernya dipusatkan pada elemen yang bisa membuat siapa saja belajar dan mengambil manfaat darinya. Banyak kejadian yang dialami sebagai bawahan, dia jadikan modal bermanfaat pada saat menjadi pimpinan di kemudian hari. Kesadaran akan pentingnya karyawan, akan membuat siapa saja yang sudah menduduki posisi pimpinan memberikan perhatian utama pada “people development”. Termasuk di dalamnya adalah “succession plan” secara berkelanjutan.

Yang cukup menarik adalah ketika dia menduduki posisi tertinggi, sebagai CEO sekalipun, dia tetap turun ke bawah, berada di tengah timnya, berkomunikasi, membangun dialog, merekam aspirasi mereka, sekaligus merancang bersama bagaimana menjalankan bisnis. Dari sini, dengan mudah dia mencermati aspek pengembangan spesifik dari setiap individu timnya.

Dan kawan ini sungguh-sungguh tidak menganggap penting ‘JAIM’ alias ‘jaga image’ yang sekedar mempertontonkan harga diri atau keakuan. Ini nampak dari pola pergaulan dia, dengan karyawan dari berbagai level dan unit.

Values

Aspek kedua yang juga menjadi prioritas beliau adalah Values, baik itu Personal Values ataupun Corporate Values. Kalau kita sudah berada dalam organisasi, kita harus paham betul Values Perusahaan karena itu akan menjadi landasan kita berperilaku dalam interaksi dengan orang lain. Dan tentu saja, values tersebut hendaknya sejalan dengan values pribadi kita sehingga bisa saling menunjang.

Setelah diam sejenak, dia bertanya seakan kepada peserta forum di mana dia sedang berbagi:

  • Anda bisa saja bangga dengan ijazah yang diperoleh di Perguruan Tinggi, di saat wisuda. Tapi, tanyakan pada diri sendiri, siapa yang ada di balik ijasah tersebut?
  • Apakah itu karena kepandaianmu sendiri?
  • Atau itu karena orang tuamu yang sudah mempersiapkan, mendidikmu sejak kecil, yang terus memberikan perhatian serius pada pendidikanmu?
  • Apakah Anda sudah menemui orang tuamu, memeluk mereka, menyampaikan terima kasih atas suksesmu?
  • Apakah Anda masih berterima-kasih kepada mereka, dengan mengunjungi mereka secara berkala setelah Anda meraih sukses demi sukses dalam karier dan hidupmu ?
  • Apakah Anda menelopon mereka baru-baru ini, untuk menanyakan kabar mereka?

Begitulah rangkaian pertanyaan reflektif, seperti keluar begitu saja dari mulutnya. Raut mukanya serius, namun tetap memperlihatkan pesona bijak seorang leader. Dan dari rangkaian pertanyaan itu dia berharap siapapun yang mendengar paparan, akan terus menyadari bahwa ada banyak tangan yang turut berkontribusi atas sukses kita, sehingga kita bisa terus membangun kebiasaan “mensyukuri” setiap berkat yang diterima.

Foto berikut, saat beliau habis menikmati lari pagi rutin di Bukit Kiara Hill Walk, yang beliau sharing via Facebook. What a great life Pak Owen!!

Ow Tin Nyap

Masih berkaitan dengan Values, ada yang masih terganjal di dadanya mengamati kehidupan generasi muda sekarang. Dia sekedar bertanya, untuk dicerna oleh mereka:

“Young generation work long hours, sacrifice themselves, their wife, their family, their parents. Is it the life they want to have?”

Dalam waktu yang singkat, saya bisa merekam banyak sekali pembelajaran, tapi saya sendiri juga kaget ketika membaca pesan di Facebook-nya beberapa saat berselang:

“Met up with Josef Bataona. We share a lot of common values and speaking to Josef each time, I pick up new learning, new sharing and discussion on development.”

Lah, yang mau belajar khan saya! Tapi itulah dia, Pak Owen yang selalu merendah, membuka diri untuk belajar dari yang lain. Jadi tanggapan saya padanya:

“Plenty of learning from each other, within only one hour. Thanks pak for sharing your wisdom.”

Yang langsung ditanggapinya dengan:

“Love the sharing. Never underestimate the power of knowledge.”

Dia sekarang telah kembali ke kampung halamannya di Malaysia. Social media masih menampilkan aktivitasnya menikmati alam dan kuliner di empat negara yang berbeda, karena anak-anaknya bekerja dan tinggal di sana. Persahabatan kami masih terjalin, dan kami ingin terus belajar dari pengalaman masing-masing.

“A loving heart is the truest wisdom.” (Charles Dickens)

Bookmark and Share

13 Responses to Sejenak Bersama Orang Bijak

  1. Elfi says:

    Suatu keberuntungan bisa belajar langsung dari 2 tokoh pemimpin panutan di atas.. being servant leader yang juga tetap enjoying life sambil terus menginspirasi orang di sekitarnya. Thank you very much for both of you..

    • josef josef says:

      Terima kasih Elfi, kita saling belajar dan berusaha menciptakan lingkungan yang mau belajar dan berbagi, demi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu

  2. Owen Ow says:

    Pak Josef

    Thank You so much for the lovely article. I’m humbled and felt privileged to have received your attention, friendship and brotherhood. Being rewarded by a write up in your blog itself is a new mile stone for me to strive forward to continue with my sharing.

    Thank you again for your love and continuous sharing.

    Sincerely

    Owen Ow

  3. Caren says:

    Hi pak Josef, saya membuka blog bapak dan mendapatkan banyak inspirasi didalamnya,mengenai pentingnya berbagi hal positif kepada banyak orang, saya sering membaca prinsip filosofi yang bapak bagikan dan terimakasih atas inspirasinya.
    Inspirasi Bapak tentang Bapak Owen juga menarik perhatian saya karena benar yang bapak sampaikan Beliau rendah hati dan memiliki kebijaksanaan sikap pemimpin panutan. Saya banyak belajar dari Bapak berdua. Terimakasih.

    • josef josef says:

      Terima kasih Caren untuk kunjungan ke blog dan menyimak artikel disini. Terima kasih juga untuk testimoninya tentang pa Owen. Saat ini sdh ada sekitar 400 artikel, yang sebagian sudah saya hadirkan dalam bentuk buku berjudul: Kisah Rp 10.000 yang mengubah hidupku, yg bisa didapatkan di TB Gramedia.
      Salam

  4. Natan says:

    Thanks for sharing Pak. Kerendahan hati, keterbukaan, kemauan belajar berkesinambungan, dgn positive mindset Bapak dan Pak Owen benar benar perwujudan kebijaksanaan pemimpin yang menginsipirasi. Seperti padi yang makin berisi makin merunduk. Terima kasih untuk hikmat dan nilai positif yang dibagikan lewat tulisan blog ini. Semoga saya dan generasi selanjutnya bisa meneladani kepemimpinan Bapak berdua

    • josef josef says:

      Terima kasih Natan untuk tambahan ulasannya. Bila setiap hari kita belajar dari berbagai pengalaman orang, kita akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bila setiap hari kita juga iklas berbagi pengalaman pada yang lain, kita akan menyentuh kehidupan lebih banyak orang lagi. Bersama kita akan menjadi lebih baik.

  5. Yohanita RM says:

    Siang Pak Josef,
    Both of you really inspiring me Pak. I wish I could implement consistently “knowledge sharing” culture everywhere and could be a humble person and leader too. Thanks for these inspiring story. Btw, I read your blog in my campuss before my lecture came. This is the way for me to recharge “my battery”. Have a nice weekend Pak Josef 🙂

    • josef josef says:

      Dear Hanny, Thank you for spending your precious time to read this article on the blog, and also to send me such a nice comment. Your comment will reach pa Owen soon, and will be benefited by other readers as well.
      I am so glad that this simple sharing can boost up your drive to learn and share. Have a blessed weekend. GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan