Akselerasi Pengembangan SDM

Posted on September 16th, 2016

“No earthly act escapes its eternal echoes, echoes more substantial than the acts themselves.” (Geoffrey Wood)

BILA KITA SIMAK situasi perusahaan di sekitar kita, selain jenis bisnisnya berbeda, kita juga bisa melihat perbedaan dari dimensi pengelolaannya. Ada yang baru di tahap ‘memulai’ (start-up), ada yang sudah berjalan mengikuti alur rencana yang sudah dirancang sejak lama. Ada pula yang sudah mapan dengan sejarah perjalanan panjang.

Masih ada lagi yang perlu dicatat adalah bahwa perusahaan-perusahaan yang mapan justru mengalami siklus berulang. Di suatu titik tertentu, mereka kembali ke titik start-up karena mereka mempertanyakan strategi yang sudah ada.

Lalu mereka memulai lagi perjalanan baru, setelah menilai bahwa target 5-10 tahun mendatang akan sulit dicapai dengan strategi lama. Karena itu mereka akan melakukan revisi dan menata ulang. Bisa saja sebagian atau menyeluruh.

Kesempatan atau Ancaman

Di dunia pengelolaan Sumber Daya Manusia, ada banyak trend baru. Kreasi baru bermunculan dari berbagai perusahaan dengan tahapan implementasi yang berbeda-beda. Dave Ulrich memaparkan 4 waves dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia, seperti pada ilustrasi berikut ini.

dave-ulrich-waves

Setiap kita bisa melakukan penilaian sendiri, di mana perusahaan kita berada. Dan berbagai pendekatan kreatif yang ada di hadapan kita akan merupakan menu pilihan agar kita berhati-hati memilih mana yang perlu kita adopsi untuk diimplementasi di lingkungan kita masing-masing. Namun demikian semua ini bisa merupakan ancaman, bila cepatnya perubahan tidak segera diantisipasi demi menyesuaikan organisasi dengan irama perubahan itu.

Mereka yang sudah berada di wave 3 atau 4 di ilustrasi di atas, bahkan mulai menyadari bahwa pengelolaan data HR di wave 1 sangat diperlukan sebagai informasi pengambil keputusan strategis. Dan aktivitas strategis di wave 3 dan 4 hanya bisa berjalan, bila wave 1 dan 2 sudah solid.

Flexibility vs Consistency

Peta talent terus mengalami perubahan pesat, dengan hadirnya Millenial dan bergeraknya Gen X menuju puncak karier mereka. Demi konsistensi, kita memang dituntut untuk mengikuti panduan, bahwa seseorang bisa masuk kategori HiPo kalau sudah punya pengalaman minimum sekian tahun di bidang A, B dan C dan memenuhi syarat kinerja tertentu untuk bisa siap promosi.

Sementara itu, kita pun ditantang untuk bersikap fleksibel. Ambil saja contoh: ada  yang mempunyai kapasitas untuk belajar cepat dengan kinerja yang mengagumkan dalam tugas jangka pendek. Apakah mereka harus menunggu waktu minimum untuk masuk dalam daftar tersebut?

Selagi kita sibuk dengan guideline tersebut di atas, ada saja perusahaan yang bergerak cepat membangun jaringan talent di pasar (bukan hanya merujuk pada daftar talent di organisasi). Mereka terus membangun kontak dan mengikuti perkembangan para talent tersebut, sehingga di saat ada kebutuhan di dalam organisasi, tinggal menghubungi talent yang sudah tersedia di networknya.

Foto berikut adalah kompilasi dari acara Lustrum 2 CHRP baru-baru ini.

akselerasi-pengembangan-sdm-2

Gamification, Values dan Personality

Kompetisi untuk mendapatkan talent yang fresh juga memerlukan effort yang tidak kalah menariknya. Cara perusahaan memposisikan organisasinya di mata para calon sangat disesuaikan dengan selera para calon.

Mereka menjanjikan pengembangan untuk menjadi future leader, kesempatan rotasi/cross-functional posting, atau international stints. Bahkan dalam proses seleksi, penggunaan online yang dipadu dengan game online semakin menjadi trend. Merekapun menyesuaikan Bahasa yang digunakan, di mana step 1,2,3 dst diganti dengan level 1,2,3 dst, menyesuaikan kenaikan level dalam bermain game. Ini membuat calon semakin bergairah.

Namun ada hal yang masih konsisten yang akan terus dipegang teguh oleh perusahaan adalah: mencari calon yang punya Value dan Personality yang sesuai. Akhirnya semua alat penyaring akan menjadi alat bantu bagi pengambil keputusan terakhir, yang tetap harus ada di tangan Manusia, para pemimpin perusahaan.

Pamer Talenta

“Arise, this is the time for Indonesia

Arise, we’d be looked for by the nations !

Arise, this is the time for you to lifting up your head !

Because our future is very great ahead !”

akselerasi-pengembangan-sdm-3

Penggalan lagu di atas digubah oleh Ignatius Bambang, CHRP Atma Jaya batch 27. Lagu yang berjudul “Arise, Human Resources of Indonesia” dibawakan dengan apik oleh Paduan Suara Alumni CHRP dari berbagai batch, berkolaborasi dengan Mahasiswa/I Unika Atma Jaya. Selain untuk merayakan Lustrum 2 CHRP, mereka seakan mengajak semua komunitas HR untuk bangkit membangun bangsa:

“We are here learning together

We are hand in hand together

We’ll becoming the next builder of this nation !”

Penggalan lyric lagu yang dibawakan Paduan Suara CHRP itu sudah berakhir, namun gemanya masih terasa walau kita sudah meninggalkan tempat acara. Dan gema itu seakan terus mengingatkan bahwa bersama, praktisi HR di manapun kita berada, kita dapat berkontribusi membuat perubahan, terus mengembangkan Sumber Daya Manusia demi Indonesia yang lebih baik.

“Music is the harmonious voice of creation; an echo of the invisible world.” (Giuseppe Mazzini)

Catatan: Karena perjalanan ke luar kota, tidak akan ada postingan di blog hingga akhir bulan September. Postingan di blog akan hadir kembali mulai Jumat 7 Oktober 2016.

Bookmark and Share

4 Responses to Akselerasi Pengembangan SDM

  1. Agnes Murniati says:

    Have a great and safe trip Pak Josef…. Thanks for the sharing

  2. Terima kasih Pak Josef,

    Terima kasih sudah mengingatkan untuk terus berusaha dan berkarya untuk membangun SDM Indonesia, GBU

    • josef josef says:

      Terima kasih Tizar, adalah tanggung jawab kita bersama praktisi HR untuk membangun SDM Indonesia sesuai peran kita. Sala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life