Asah Kapasitasku Sebagai Coach

Posted on October 3rd, 2025

“The measure of a leader is not the number of people who serve him but the number of people he serves.” (John C. Maxwell)

MANFAAT yang bisa diambil dari menjadi anggota Alumni Erickson Coaching Global adalah, menjadi bagian networking dari ribuan Coaches sejagat. Juga secara rutin kita menerima pesan email berisi pembelajaran tertentu atau juga tentang event yang diselenggarakan, baik yang berbayar atau gratis. Tinggal kita yang memilih. Seragam berikut ini merupakan juga kebanggaan berada dalam komunitas COACHNESIA (Coaching for Better Indonesia), rumah bagi alumni Erickson Coaching dari Vanaya di Indonesia.

 

Berawal dari Diri Sendiri

Menjelang akhir September 2025, sebuah pesan masuk melalui email dengan subject:

Joseph, be the best coach you can be…… for YOU?

Kalimat berikut mengawali pesan yang menggelitik untuk dicermati serius:

As we begin to expand the impact organizational coaching can have over the next couple of months, let’s start with you.

Kalimat tersebut ingin menekankan bahwa, saya sebagai seorang coach, hanya bisa memberikan dampak lebih besar kepada lebih banyak orang kalau saya terus belajar dan bertumbuh, sehingga kapasitas saya akan menjadi lebih besar.

Menurut John C. Maxwell, leadership ability is the lid that determines a person’s level of effectiveness. The lower an individual’s ability to lead, the lower the lid on his potential. The higher the individual’s ability to lead, the higher the lid on his potential.

Contoh, dalam skala 1 – 10, kalau kemampuan leadership seseorang itu  8, maka effektivitasnya tidak akan lebih tinggi dari 7. Begitu juga kalau ledership seseorang itu rendah di titik 4, maka effektivitasnya tidak akan lebih tinggi dari 3.

Berkaitan dengan coaching sebagai salah satu leadership tool, saya menyadari sepenuhnya bahwa hanya dengan meningkatkan kapasitas coachingku lebih tinggi dari waktu ke waktu, saya bisa  meningkatkan  effektivitas timku lebih baik. Dengan demikian  kapasitas timku juga bisa ditingkatkan ke level yang lebih tinggi. Foto berikut: belajar bersama teman2 Maxwell Leadership Team di forum Mentorship dengan topik CEO of CHAOS, 13 September yang lalu.

 

Self Coaching

Sangat disarankan agar kita senantiasa mengalami proses coaching, setidaknya dengan Self Coaching. Luangkan waktu dalam ketenangan dan ajukan pertanyaan kepada diri sendiri, seperti misalnya:

“What’s most important right now? What’s the bigger impact I want to create? What’s another perspective I haven’t considered?”

Dengan melakukan ini, saya akan bisa menemukan jawaban yang bisa membantu, tetapi juga mengasah praktek yang bisa diterapkan pada yang lain dalam proses coaching.

 

Fokus pada Visi dan Value

Dalam proses coaching, terkadang kita menghadapi klien yang mendadak emosi, nada suara meninggi, saat menyinggung hubungan dengan atasan yang toksik. Apa seharusnya response coach? Dalam awal proses coaching, saya suka mengajak klien untuk melihat diri mereka dalam jangka 5 – 10 tahun mendatang. Apa values yang menjadi landasan setiap langkah dan keputusan menjadi lebih baik menuju visi tersebut.

Karena pendekatan ini yang saya lakukan, maka pertanyaan yang bisa saya ajukan dalam situasi klien yang emosional tersebut:

  1. Menurutmu, values apa yang hilang atau tidak nampak dari diri atasanmu saat itu?
  2. Bila anda berada dalam posisi seperti atasanmu saat itu, pendekatan apa yang berbeda yang akan anda dilakukan?

Dalam mengasah kemampuan coaching kita, pesan email tersebut diatas menyarankan beberapa pertanyaan yang bisa digunakan:

 

  • Is your vision & direction getting foggy? Clarify your “why” and keep it present. How can you ensure it stays present…consistently?
  • Is your focus being sidetracked? Cut through noise and ask, “What’s most important right now? What’s the best step I can take now?”
  • Is your momentum losing speed? Check in and ask, “Where do I notice energy has shifted, and what message does it have for me? And, “What’s working well already that I can build on?”

Foto diatas adalah momen bersama teman2 alumni Erickson Coaching International, yang juga disebut Ericksonian: dalam acara Coaching World Game di Phuket Thailand 2024 lalu. Inilah momen saling belajar dari sesama coach, dari pengalaman unik masing-masing.

Terus belajar merupakan garansi untuk sukses di hari esok. Moto hidupku, Be Yourself, but Better Everyday, akan terus memacu saya untuk belajar, belajar lagi dan belajar lagi. Saat ini, saya sudah memasuki bulan ke 10, fokus pada Maxwell Leadership Certified Coach, Speaker, Trainer dan secara khusus fasilitator Maxwell Corporate Solutions. Semoga ini akan menambah kapasitas diriku dalam memberikan DAMPAK yang lebih besar kepada banyak orang.

“Your leadership ability – for better or for worse – always determines your effectiveness and the potential impact of your organization.” (John C. Maxwell)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna
  • Saya Adalah Pemimpin (I Am a Leader)
  • Transformasi Ke Level Berikutnya