Boleh Jadi Anda Pemimpin Yang Handal

Posted on October 2nd, 2018

“When leaders operate from a place of integrity, honesty, and compassion (matters of the heart), they gain the trust of their team members.” (Marcel Schwantes)

ADA SAJA PEMIMPIN yang merasa sudah menjadi pemimpin yang handal karena sudah punya anak buah dan juga sudah memimpin orang puluhan tahun. Boleh jadi dia benar. Namanya juga perasaan!

Atau ada yang merasa masih banyak kekurangan sebagai pemimpin, tapi ternyata di mata banyak orang, dia adalah pemimpin yang handal. Yang inipun patut diapresiasi, karena diapun rutin melakukan refleksi diri untuk bisa melakukan perbaikan bilamana diperlukan. Tapi kemudian muncul pertanyaan, apa pertanda seseorang dapat dianggap pemimpin yang handal?

Boleh jadi Anda memenuhi persayaratan

Marcel Schwantes, dalam tulisannya di Inc.com edisi 2 Agustus memaparkan kemungkinan ada di antara kita yang kurang yakin telah menjadi pemimpin yang handal. Tapi apa yang menjadi kriteria? Charisma? Drive? Passion? Menurut dia itu saja belum cukup. Berikut ini 6 perilaku pemimpin untuk bahan refleksi:

  1. You help create meaningful work.

Sebuah studi atas 25 top companies menemukan apa yang menjadi daya tarik top performers dan alasan mereka mau bertahan di perusahaan. Rahasianya, karyawan di perusahaan tersebut merasa pekerjaannya bermakna. (it gave them significance and purpose, and it made them feel that they mattered and that they were doing something that was worthwhile or important.). Hasilnya, bila kita merasa nyaman bekerja di perusahaan tersebut, akan meningkatkan business outcome seperti productivity dan profitability. Juga menurunkan stress.

  1. You let others shine.

Mungkin Anda pernah bekerja dengan pemimpin yang mandiri. Umumnya mereka ingin tampil cemerlang sendiri. Sebaliknya kebanyakan servant leader tidak menginginkan pujian. Mereka paham apa yang mereka capai. Mereka tidak perlu validasi, karena validasi yang sesungguhnya datang dari dalam diri mereka. Mereka mundur selangkah dan merayakan pencapaian orang lain. Mereka memberi kesempatan yang lain bersinar, berikan mereka credit untuk sukses pekerjaannya, dan dengan demikian bisa meningkatkan percaya diri dari orang lain.

  1. You lead from your heart.

Semakin sering kita dihadapkan dengan tantangan bisnis yang menuntut tingkat inovasi, pengetahuan dan soft skill yang lebih mumpuni. Karena itu, bilamana leader bekerja atas dasar integritas, kejujuran, dan dari hati (compassion), mereka beroleh trust dari anggota timnya. Mereka memang masih tegas, tapi juga memberi kesempatan kepada yang lain untuk berprestasi tanpa ada rasa takut.

  1. You meet the needs of others.

Pemimpin yang handal paham betul apa yang dibutuhkan untuk membuat anggota tim termotivasi dan engaged di tempat kerja. Mereka selalu bertanya pada diri sendiri seperti:

  • Apakah karyawan tahu apa yang diharapkan dari mereka di tempat kerja?
  • Apakah karyawanku berkesempatan untuk mengerjakan apa yang menjadi bidang andalan mereka setiap hari?
  • Apakah top performersku menerima penghargaan atau pengakuan karena pekerjaan yang dihasilkan?
  • Apakah saya atau seseorang di tempat kerja mendorong professional development bagi karyawan tersebut?
  1. You give and receive feedback regularly.

Dalam sebuah interview beberapa tahun lalu, Elon Musk memberikan sebuah quote bagus tentang pengembangan diri:

“I think it’s very important to have a feedback loop, where you’re constantly thinking about what you’ve done and how you could be doing it better.”

Mungkin ini adalah sebuah saran bagus untuk dilaksanakan.

Umpan balik merupakan unsur penting dalam proses pengembangan diri seorang leader. Dalam tim yang saling percaya, umpan balik yang negatif maupun konstruktif akan memperluas kesempatan mempelajari hal-hal baru bagi leader maupun timnya.

Manager pun memenangkan hati timnya dengan berbagi secara terbuka rencana-rencana masa depan, mengkomunikasikan hal-hal penting kepada timnya, serta mendorong budaya keterbukaan dalam memberi dan menerima umpan balik setiap minggu.

  1. You share your power.

Pemimpin yang handal tidak pamer kekuasaan demi mendapatkan keuntungan pribadi, tapi memberikan kesempatan kepada timnya untuk berperan sebagai pemimpin demi pengembangan diri serta kesempatan menampilkan kemampuan menjalankan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar.

Intinya, leader mampu berbagi kekuasaan/kewenangan sebab mereka hadir di sana karena timnya dan mereka ingin timnya berhasil. Dengan berbagi kekuasaan dan mendelegasikan kontrol, pemimpin yang handal justru memperoleh kekuasaan yang sebenarnya. Karyawan bertambah loyal, komitmen semakin besar, sehingga mereka mampu memberikan hasil melebihi harapan. Ini dimungkinkan karena mereka bekerja bersama pemimpin yang tidak egois yang punya interest utama adalah kemajuan dan sukses timnya. Ini sesungguhnya win-win-win situation: pemimpin berhasil, karyawan berhasil dan perusahaan juga berhasil.

Mampu Memimpin Diri Sendiri

Sebelum kita mampu memimpin orang lain, hendaknya kita sudah mempunyai kemampuan untuk memimpin diri sendiri, kalau tidak demikian mengapa orang lain mau menjadi anak buahmu?

Ketika berbagi di Certified Human Resources Professional Program Atma Jaya batch 44, ada peserta yang menanyakan, bagaimana menghadapi atasan yang sulit, yang belum siap mendengarkan?

Saran saya:

  1. Belajar sungguh-sungguh untuk menjadi leader yang handal, agar tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan atasanmu. Jadikan pengalamanmu dengan atasanmu sebagai pelajaran berharga untuk dihindari saat berinteraksi dengan timmu sendiri.
  2. Walaupun tugas membenahi atasanmu adalah atasannya lagi, tapi kita bisa belajar mengambil hatinya dengan berprestasi lebih baik lagi.
  3. Kalau saja atribut atasan bawahan ditanggalkan, kita akan berhadapan dengan dua manusia yang bisa saling menghargai satu sama lain karena sama-sama diperlukan di tempat kerja. Pelajari apa yang menjadi interest pribadinya untuk memulai pendekatan.

Pertanyaan peserta tersebut sengaja saya tampilkan di sini sebagai kontras terhadap ke-enam butir karakteristik pemimpin yang handal tersebut di atas.

Walau sudah menjalankan semua itu, refleksi terus menerus, dan juga menerima umpan balik dari sekitarnya akan terus mengasah ketajaman kita dalam memimpin dengan hati. Langkah ini untuk memperkuat komitmen seorang leader untuk creating more leader sekaligus creating meaningful work untuk teamnya.

Source: https://www.inc.com/marcel-schwantes/6-unexpected-signs-youre-a-much-better-leader-than-you-think.

“I think it’s very important to have a feedback loop, where you’re constantly thinking about what you’ve done and how you could be doing it better.” (Elon Musk)

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

2 Responses to Boleh Jadi Anda Pemimpin Yang Handal

  1. Santi Sumiyati says:

    Terima kasih Pak Josef untuk “pelajaran baiknya” lagi yang sangat bermanfaat. Ditunggu juga buku barunya ya Pak.Salam hormat, Santi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Santi, buku baru masih dalam persiapan. Salam

Santi Sumiyati:
Terima kasih Pak Josef untuk “pelajaran baiknya” lagi yang sangat bermanfaat. Ditunggu...

josef:
Terima kasih Sri, sangat disarankan untuk refreshing, jauh dari kesibukan di kota besar. Salam

Sri Mahayani:
Hi Pak Josef, Menyenangkan sekali melihat2 fotonya…menarik tempatnya…bila nanti saya ada...

josef:
Terima kasih sama2 mba Maria, kami semua mengharapkan sekaligus mendukung sukses langkah kalian demi kualitas...


Recent Post

  • Pemimpin dengan #180FitChallenge
  • Makna Terima Kasih Seorang Pemimpin
  • Di Antara Bebatuan Ini Kami Dibesarkan
  • Boleh Jadi Anda Pemimpin Yang Handal
  • Menenun Kebersamaan di Sumba
  • Pesona Budaya dan Alam Sumba
  • Universitas Proaktif Berbenah
  • Energi dan Harapan Masa Depan
  • Mengapresiasi Tiap Momen Kehidupan
  • MU dan Leadership ala Alex Ferguson