Evaluasi Leadership Program

Posted on February 7th, 2020

“The rate of learning by individuals, teams and the company as a whole must meet or exceed the pace of change in the external environment.” (Michelle Darling)

KESIBUKAN awal tahun dialami banyak orang, baik di perusahan ataupun di organisasi lainnya. Dan itu rutin kita alami setiap tahun, semua bekerja dengan semangat tinggi meraih berbagai kesempatan bagus di awal tahun. Tapi bagaimana kalau ada kesempatan untuk luangkan waktu demi pengembangan diri? Ditengah kesibukan awal tahun? Ada 56 orang aktif bekerja yang menanggapinya secara positif, menyisikan waktu untuk belajar, menambah ilmu, proaktif menanggapi masa depan. Mereka hadir di program CHRP (Certified Human Resources Professional) Program Atma jaya, batch 51. Bahkan sedikitnya 9 orang diantaranya yang rela membayar sendiri, bukan oleh perusahaan.

Evaluasi Hasil Coaching

Sesi Leadership mempunyai banyak dimensi untuk dipotret. Seperti biasa, dalam sesi yang saya bawakan, bukan peserta saja yang belajar tapi saya sebagai pemateri juga belajar, terutama dari pertanyaan yang diajukan. Saya angkat dua diantaranya.

Simak pertanyaan dan dialog lanjutan setelah sesi berakhir:

P (Penanya): Kami sudah menerapkan coaching untuk para manager. Apakah perlu kami menyelenggarakan training Coaching juga untuk karyawan lain?

S (Saya): Seberapa efektif coaching yang sudah dijalankan oleh para manager?

P:       Kira-kira 50%

S:       Bagaimana kamu tahu tentang hasil 50% yang efektif atau 50% yang belum efektif tersebut?

P:       Saat karyawan mempunyai masalah mereka berani datang curhat ke HR, kemudian HR yang akan menyalurkannya kepada kepala bagiannya. Mereka berterus terang.

S:       Apakah itu model coaching yang dipelajari dan diterapkan disana? Solution-focus coaching, dimana coachee akan belajar menemukan solusi permasalahannya sendiri?

Selanjutnya diskusi (hanya dengan penanya sesudah sesi) tentang: Apakah sudah saatnya membuat evaluasi yang lebih memadai tentang pemahaman coaching dalam keseharian, bagaimana penerapannya, apa hasilnya, dan mengambil langkah perbaikan bilamana itu belum sempurna.

Bila ini tidak dilakukan, karyawan yang belajar coaching, boleh jadi meniru apa yang dikerjakan atasannya kepada mereka, yang notabene masih perlu banyak perbaikan.

Keberhasilan Leadership Program

Sementara itu, penanya lain mengutarakan keingin-tahuan dia tentang: Apa ukuran kalau program leadershipnya dinilai berhasil?

Menjawabi pertanyaan tersebut, saya mengambil contoh dari salah satu dari 3 perusahaan dimana saya bekerja paling lama. Atas kerjasama dengan seluruh anggota direksi dan juga semua senior managers, program leadership terus menerus mengalami perubahan sesuai dengan perubahan waktu dan perubahan tuntutan zaman. Sementara itu hasil yang bisa saya sampaikan secara spontan antara lain, adalah:

  1. People agenda selalu menjadi top di agenda BOD. Mereka sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk mendiskusikan individu Talent, bukan saja dari divisi mereka tapi seluruh perusahaan. Mereka dipersiapkan untuk menjadi Leader di level yang lebih tinggi lagi.
  2. Sebagian besar BOD dan Senior Managers tumbuh dari Management Trainee. Karena itu program Management Trainee, yang sekarang diberi nama Future Leaders Program terus dikembangkan dan diterapkan secara konsisten.
  3. Jeli melihat peluang-peluang yang belum disentuh. Artinya seluruh lini dan level kepemimpinan terus mencermati program yang sedang kita implementasi dan secara proaktif menyampaikan ide-ide perubahan atau perbaikan
  4. Program suksesi berjalan lancar, baik proses maupun hasil. Sebagian besar suksesi atau pengisian posisi yang kosong, dilakukan melalui promosi dari dalam.
  5. Employer of Choice. Setidaknya Perusahaan ini menjadi idaman mereka yang mencari pekerjaan, bukan saja fresh graduate tapi juga yang saat ini sedang bekerja di luar.
  6. Saat saya pensiun meninggalkan perusahaan ini, setidaknya ada sekitar 45 manager kita sedang mendapatkan penugasan internasional di manca negara. Dan saat inipun masih banyak. Artinya kualitas talent Indonesia sudah mendapatkan pengakuan secara internasional.

Berikut mereka yang beruntung mendapatkan buku.

Mereka yang hadir sore itu, sebagian yang sudah menjadi pemimpin, tapi semua mereka setidaknya mempunyai tekad kuat untuk menjadi Pemimpin yang Handal, selain menjadi HR yang bisa memberikan nilai tambah kepada Perusahaannya, nilai tambah kepada rekan kerjanya yang bekerja di divisi lain. Untuk itu, mereka menyikapi proses pembelajaran setiap sore, usai kerja seharian, selama tiga bulan, dengan penuh antusias untuk meraih hasil prima. Dan tentu saja pilihan CHRP Atma Jaya merupakan keputusan yang jitu, karena mereka bukan saja belajar teori, tetapi terlebih belajar wisdom dari praktisi yang dihadirkan dari berbagai perusahaan.

“People are the only long-term competitive advantage and lifelong learning is the only way to fully develop that advantage.” (Richard Teerlink)

 

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih mba Meisia, batuknya sudah hilang berkat resep tradisional

Meisia:
terima kasih sharing tips nya pak… Ternyata obat-obatan itu ada di sekitar kita ya.. BTW semoga udah...

josef:
Terima kasih sama2 Santi, semoga lebih banyak leader yang mau belajar coaching untuk menunjang tugas...

Santi Sumiyati:
Selamat malam Pak Josef, terima kasih untuk tulisannya yang selalu saja memberikan suatu insight...

josef:
Selamat Pagi pa Riyadno. Kami sehat-sehat saja. Tolong japri saya di wa jadi saya tahu no hpnya masih sama...


Recent Post

  • Agar Sehat dan FIT
  • Evaluasi Leadership Program
  • Kesalahan BESAR Seorang Pemimpin
  • Memaknai Pesan Alam Semesta
  • Waiting Time is Learning Moment
  • #GEMprogram3 Mulai Bergulir
  • Bersyukur: Sumber Kebahagiaan
  • Membuka Peluang Belajar
  • Pilihan Buku Pilihan Hidup
  • Membekali Agen Perubahan